Pakan adalah faktor yang sangat menentukan dalam usaha peternakan ayam. Tidak saja merupakan porsi terbesar dari biaya produksi tetapi pakan yang baik akan berpengaruh terhadap produktivitas ayam baik ayam petelur maupun ayam pedaging. Agar bisa meningkatkan produktivitas ayam, nutrisinya harus terpenuhi dengan baik. Nutrisi yang baik akan membantu tumbuh dan kembang ayam sehingga bisa menghasilkan telur dan daging yang berkualitas. Jika ayam tidak berkualitas maka bisa menyebabkan produktivitas menjadi menurun. Misalnya, jumlah telur yang diproduksi berkurang dan ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan ukuran normal.Namun demikian, pemberian pakan ada aturannya juga. Banyak peternak yang beranggapan, jika ayam makannya banyak akan memiliki produktivitas tinggi. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Ayam yang memiliki produktivitas tinggi adalah yang sehat dan nutrisinya terjaga dengan baik. Cara memberikan pakan ayam adalah harus disesuaikan dengan umurnya. Ayam periode starter berbeda dengan periode selanjutnya. Oleh sebab itu, kita harus tahu berapa takaran yang pas untuk ayam ini. Makanan yang berlebihan justru akan membuat makanan menjadi sisa dan hal tersebut akan merugikan.Khusus ayam petelur, pemberian pakannya harus ada pembatasan. Pembatasan ini dimulai sejak umur ayam masih sehari atau DOC. Pemberian pakan secara ad libitum dapat dilakukan saat ayam berumur 1-5 minggu. Kemudian pada umur di atas 5 minggu, pembatasan pemberian pakan mulai diterapkan terutama bagi ayam petelur yang berasal dari strain loghman. Pada dasarnya pembatasan pakan dilakukan dari dua cara yaitu kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif, ayam petelur hanya dibatasi pakannya semisal 70 gr/ekor/hari, sedang secara kualitatif berarti penurunan protein kasar atau crude protein (CP) terutama untuk layer umur 13-17 minggu. Hal ini bertujuan untuk menghambat dewasa kelamin ayam tersebut.Selain itu, yang juga harus jadi perhatian peternak ayam petelur adalah memberikan kebebasan pada ayam untuk mengkonsumsi pakannya, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Artinya, pada usia 18 minggu pola pemberian pakan dilakukan secara ad libitum kembali. Hal ini dibiarkan sampai ayam mulai berproduksi. Setelah sekitar 25% ayam telah berproduksi maka pembatasan perlu dilakukan kembali. Jika terus dibiarkan akan berakibat penumpukan lemak di daerah reproduksinya.Pemberian pakan pada ayam burasAda beberapa metode yang dapat digunakan dalam pemberian pakan pada ternak ayam buras. Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan. 1. Metode All Mash. Yaitu metode atau cara pemberian pakan ternak ayam kedalam wadah yang berisi ransum dengan kandungan nutrisi yang cukup dan disajikan ke ternak. Metode ini paling banyak digunakan oleh peternak Indonesia.2. Metode Prasmanan. Metode ini digunakan dengan memberikan berbagai macam makanan dalam wadah yang berbeda. Berbagai macam pakan ini berupa biji-bijian, daun-daunan, bahkan dari unsur hewani disajikan dalam wadah yang berbeda. Dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan ayam. Dengan banyaknya pakan atau ransum, ayam akan memilih mana yang ia sukai. 3. Metode Mash Grain. Metode ini berupa penggabungan metode di atas, hanya saja ada beberapa unsur yang diperbanyak. Tujuannya untuk mendapatkan hasil yang optimal (memacu kuantitas dan kualitas hasil ternak).Dari berbagai metode tersebut masih dibagi menjadi beberapa metode yaitu pemberian ransum antara basah dan kering, baik butiran maupun pelet, dengan keterbatasan waktu.Pemberian pakan pada ayam pedagingPemberian pakan dan minuman untuk ayam pedaging ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu). Kualitas dan kuantitas pakan fase starter adalah sebagai berikut : a) kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal. b) kuantitas pakan terbagi/ digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor, minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor, minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor dan minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor. Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.Kualitas dan kuantitas pakan fase finisher adalah sebagai berikut: a) kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal. b) kuantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur yaitu: minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor, minggu ke-6 (umut 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor, minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor dan minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor. Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram. Pemberian minum disesuaikan dengan umur ayam yang dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu : a) Fase starter (umur 1-29 hari) : kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor, minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor. Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air; b) Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dalam masing-masing minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 liter/hari/100 ekor, minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor, minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor. (Inang Sariati) Sumber:https://ayamkita.com/tips-pemberian-pakan-ayam-layer/https://www.ternakpertama.com/cara membuat pakan ayam petelur sendiri https://www.google.co.id/search?q=pakan+ayam+layer