Pepaya (Carica papaya) merupakan tumbuhan buah daerah tropis dan cukup tahan terhadap kondisi cuaca yang cukup ekstrem. Tanaman pepaya paling baik ditanam pada waktu pergantian musim hujan menuju ke musim kemarau. Namun tanaman pepaya dapat ditanam di luar pergantian musim tersebut dan dapat berproduksi dengan baik, hal ini terlihat banyak buah pepaya yang dijual di pasaran setiap saat. Menurut pengalaman petani, tanaman pepaya dapat ditanam pada musim hujan, jika dilakukan perawatan tanaman dengan baik. Perawatan tanaman pepaya tersebut, antara lain penyiraman pada tanaman bibit muda sejak 0 hari - 30 hari, penyiangan, pendangiran, pemupukan, dan pengontrolan tanaman dari serangan hama dan penyakit hingga kegiatan panen berlangsung. Faktor yang sangat penting berpengaruh terhadap tinggi rendahnya produktivitas hasil panen pepaya dapat ditentukan oleh ketekunan para petani dalam pemberian pupuk yang baik, tepat, dan terencana. Pemupukan salah satu faktor penting untuk memperoleh pertumbuhan tanaman yang baik dan buah bermutu tinggi. Penggunaan pupuk organik berpengaruh baik terhadap pertumbuhan tanaman pepaya dan buahnya mempunyai rasa yang lebih enak serta aman dikonsumsi. Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa yang manfaatnya untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Secara umum pupuk organik dibedakan berdasarkan bentuk dan bahan pembuatannya. Dilihat dari segi bentuk terdiri dari pupuk organik cair dan padat, sedangkan dilihat dari bahan pembuatannya terdiri dari pupuk hijau, pupuk kandang dan pupuk kompos. Pupuk hijauPupuk hijau merupakan pupuk yang berasal dari pelapukan tanaman, baik tanaman sisa panen maupun tanaman yang sengaja ditanam untuk diambil hijauannya. Tanaman yang biasa digunakan untuk pupuk hijau, antara lain: turi, lamtoro, orok-orok dan tanaman kacang-kacangan, dan sengon. Terutama tanaman kacang-kacangan dipilih karena memiliki kandungan hara, khususnya nitrogen yang tinggi dan cepat terurai dalam tanah. Penggunaan pupuk hijau, caranya langsung dibenamkan kedalam tanah atau melalui proses pengomposan. Petani biasanya menanam tanaman yang biasa untuk pupuk hijau sebagai pagar kebun, di saat-saat tertentu tanaman pagar tersebut dipangkas untuk diambil hijauannya yang bisa langsung ditaruh pada tanah sebagai pupuk. Pupuk kandangPupuk kandang merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan seperti unggas, sapi, kerbau dan kambing. Kotoran hewan yang kencing, seperti sapi, kerbau dan kambing, cocok digunakan untuk tanaman yang diambil buahnya, sehingga cocok untuk tanaman pepaya. Kotoran hewan yang kencing ini waktu penguraiannya relatif lebih lama, kandungan nitrogen lebih rendah, namun kaya akan fosfor dan kalium. Kotoran hewan sebelum digunakan sebagai pupuk agar didiamkan sampai keadaannya kering dan matang. Pupuk kandang proses pembuatannya mudah dan tidak memerlukan proses pembuatan yang panjang seperti kompos. Pupuk kandang banyak dipakai sebagai pupuk dasar yang dicampurkan dengan tanam sebelum tanam. Pupuk komposPupuk kompos, yaitu pupuk yang dihasilkan dari pelapukan bahan organik melalui proses biologis dengan bantuan organisme pengurai bisa berupa mikroorganisme maupun makroorganisme. Mikroorganisme dapat berupa bakteri atau jamur, sedangkan makroorganisme seperti cacing tanah. Pupuk kompos dapat dibuat dengan proses pembuatannya aerob (melibatkan udara) atau proses anaerob (tidak melibatkan udara). Teknologi pengomposan sudah berkembang pesat, sehingga pupuk kompos banyak ragamnya, misalnya pupuk bokashi, vermikompos, pupuk organik cair dan pupuk organik tablet. Pupuk kompos bisa dibuat dengan mudah, bahkan beberapa tipe pupuk kompos bisa dibuat sendiri dari limbah rumah tangga, seperti pupuk bokashi. Dosis pemberian pupuk kandang/kompos dapat diberikan sebanyak 2 kali selama satu kali musim tanam sebanyak 2 kg per tanaman. Pemberian pupuk tersebut dilakukan pada minggu keempat dan minggu ke-10, dengan cara membuat lubang di sekitar masing-masing tanaman dengan kedalaman 15 cm dan lebarnya disesuaikan. Setelah lubang dibuat, masukan 2 kg pupuk tersebut di tiap-tiap lubang, lalu lubang ditutup dengan tanah galian disekitarnya, dan dilakukan penyiraman supaya pupuk mudah terlarut dengan tanah dan mudah diserap oleh akar tanaman pepaya. Selain pemberian pupuk kandang/kompos tersebut, agar tanaman pepaya perlu diberi pupuk anorganik (kimia) yang mempunyai kandungan NPK. Cara pemberiannya, dengan membuatkan lubang dengan lebar 5 cm, panjang 5 cm, dan kedalaman 6 cm. Taruh pupuk NPK pada lubang tersebut, lalu tutup dengan tanah disekitarnya dan disiram dengan air agar pupuk mudah terlarut dalam tanah, sehingga mudah diserap oleh akar tanaman pepaya. Pemberian pupuk NPK diberikan sebanyak 2 kali dalam satu kali musim tanam, dengan dosis 0,5 kg per tanaman per kali. Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan pada minggu keenam dan minggu ke-14. Semoga, uraian tentang pemupukan di atas dapat membantu meningkatkan produksi pepaya di kebun Anda. (Penulis: Susilo Astuti Handayani Penyuluh Pertanian Pusluhtan). Sumber Informasi:1. Standar Nasional Indonesia (SNI) 6729 Tahun 2013. Sistem Pertanian Organik.2. Moehd. Baga Kalie. 2010. Bertanam Pepaya. Bogor: Penebar Swadaya, Cetakan XXIV. 3. Dari berbagai sumber.