Loading...

PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PADA TANAMAN BUAH NAGA

PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PADA TANAMAN BUAH NAGA
Pemupukan merupakan pemberian tambahan unsur hara tanah untuk mendukung tanaman tumbuh dan berproduksi secara optimal. Pemupukan pada tanaman buah naga sebaiknya gunakan pupuk organik, yaitu pupuk yang dibuat dari bahan organik atau alami, seperti pupuk kandang dan kompos. Penggunaan pupuk kimia perlu dihindari atau digunakan harus sangat dibatasi dalam jumlah sedikit saja. Pupuk kimia akan berdampak kurang baik bagi buah naga, antara lain: rasa buah kurang enak, daya simpan pendek, dan akan memerlukan biaya produksi lebih mahal. Pemberian pupuk organik pada tanaman buah naga dimulai dari saat pembibitan, pengolahan tanah, penanaman dan pemupukan susulan. Pemberian Pupuk Organik Saat PembibitanPembibitan tanaman buah naga dapat dilakukan dua cara, yaitu pembibitan pada bedengan dan pembibitan pada polibag. Cara pemberian pupuk organik saat pembibitan pada bedengan sebagai berikut: Bedengan dibuat setinggi 15 cm, lebar 100 cm dan panjangnya sesuai kondisi lahan. Pada permukaan bedengan taburkan campuran 10 kg pasir, 10 kg pupuk kandang yang sudah matang, dan 250 gram kapur dolomit. Lalu bedengan dicangkul dengan kedalaman sekitar 15 cm dan diratakan, serta dibiarkan selama 1 hari. Selanjutnya, bedengan disiram dengan air yang tidak deras secara merata dan segera setek ditanam di atas bedengan, dengan jarak tanam sekitar 40 x 60 cm dan kedalaman sekitar 5 cm. Sedangkan cara pemberian pupuk organik saat pembibitan pada polibag sebagai berikut:Siapkan polibag untuk pembibitan buah naga berukuran 15 cm x 20 cm. Campurkan sampai rata media tanam berupa tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Polibag diisi campuran media tersebut yang tidak terlalu penuh dan siap untuk menanam setek buah naga. Pemberian Pupuk Organik Saat Pengolahan Tanah Lahan yang akan ditanami buah naga dibersihkan dari kotoran non organik, antara lain batu-batuan, plastik, kaleng bekas, dan lainnya. Jika terdapat rumput atau semak, harus dipotong sampai pangkal batang, hasil potongannya dimasukkan dalam lubang yang telah digali, lalu dibakar agar hama dan penyakit yang ada dapat dimusnahkan. Lalu tanah dicangkul sedalam satu cangkulan, kemudian dibolak-balik agar tanah menjadi gembur dan diratakan. Kemudian dibuat lubang-lubang untuk berdirinya tiang penompang dengan kedalaman sekitar 50 cm dan lebar sama dengan panjang 12 x 12 cm. Jarak antar lubang tanam 2 m dan jarak antar baris tanaman 2,5 m. Lubang siap dipasang tiang penompang. Diantara baris lubang dibuat parit sedalam 20 cm, agar air dapat mengalir dan tidak tergenang di kebun. Kemudian sekitar lubang tiang penompang dibuat lubang tanam sedalam 15 cm dan berdiameter/garis tengah 150 cm. Selanjutnya membuat media tanam, dengan mencampurkan tanah lapisan atas, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Lalu media tanam dimasukan ke dalam lubang tanam dan disiram, dibiarkan terkena sinar matahari sekitar satu minggu agar tanah terbebas dari racun. Penyiraman hanya dilakukan pada lubang tanam saja. Pemberian Pupuk Organik Saat Penanaman Bibit buah naga dari bedengan atau polibag dipindahkan ke lahan/kebun yang sudah diolah tanahnya. Penanaman bibit buah naga memerlukan bahan dan alat sebagai berikut: bibit buah naga, dolomit untuk mencegah terjadinya pembusukan pangkal batang setek, cetok digunakan untuk membuat lubang tanam, tali untuk mengikat bibit pada tiang penompang. Sebelum bibit buah naga ditanam di kebun, pada setiap tiang penopang dibuat empat lubang tanam yang letaknya melingkar dengan jarak dari tiang penompang 10 cm dan kedalaman 10 - 15 cm. Setiap lubang diberi pupuk kandang sebanyak 5 - 10 kg yang dicampur tanah, lalu diamkan. Setelah sekitar dua minggu bibit setek buah naga dapat ditanam pada lubang yang telah dipersiapkan. Pemberian Pupuk Organik SusulanPupuk susulan berupa pupuk kandang sebanyak 2 – 5 kg per tanaman setiap 2 – 3 bulan sekali. Caranya, gali lubang pupuk di sekitar tanaman, lalu taburkan pupuk kandang atau kompos dan segera ditutup dengan tanah lagi dan segera siram agar pupuk mudah terserap oleh tanaman. Menjelang pembungaan antara bulan Agustus – September, berikan pupuk kandang yang mengandung banyak kalium seperti kotoran kambing. Pupuk kandang yang kaliumnya tinggi saat pembentukan buah membantu tanaman membentuk sulur produktif dan rasa buah yang manis. Pada saat berbuah, pupuk kandang diberikan sebulan sekali dengan dosis 5 – 10 kg per tanaman. Semoga berhasil(Penulis: SUSILO ASTUTI HANDAYANI – Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber Informasi:1. Anonim, 2003. Menanam Dragon Fruit/Buah Naga. MIM Mojokerto. 2. Hasil Kajian dan Pengalaman di Lapangan oleh Pemuda Tani Sukoharjo dan Petani Mitra.3. Rahma. 2013. Delapan Bahan Pestisida Alami Untuk Tanaman Organik Anda. Standard Operating Procedure (SOP, Direktorat Budidaya Tanaman Buah. Direktorat Jenderal Hortikultura.4. Standar Nasional Indonesia (SNI) 6729 Tahun 2013. Sistem Pertanian Organik.5. Sinatra Hardjadinata. 2010. Budidaya Buah Naga Super Red Secara Organik. Depok: Penebar Swadaya.6. Dari berbagai sumber.