Bibit kelapa sawit yang digunakan hendaknya bibit yang berkualitas dan bersetifikat sehingga mutu benih dan kualitas maupun kuatitas buah yang dihasilkan nantinya sesuai dengan yang diharapkan, umumnya varietas kelapa sawit yang biasa ditanam adalah ; varietas Dura, Varietas Pisifera, Varietas Tenera. Bibit kelapa sawit biasanya berupa kecambah atau bibit siap tanam yang bisa dibeli pada penyedia pembibitan kelapa sawit,seperti dari PPKS [Pusat Penelitian Kelapa Sawit], PT London Sumatera [ Lonsum ], PT Socfindo,PT Bina Sawit Makmur,PT Tunggal Yunus Estate, PT Dami Mas Sejahtera, PT Tani Bakti Nusantara,PT Tania Selatan, PT Sarana Inti Prasarana, PT Sarana Ehsan Mekar Sari, dan penangkar bibit kelapa sawit yang telah mendapat ijin resmi dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan [BBP2TP]. Kelemahan menggunakan atau membeli bibit siap tanam adalah harganya relative mahal sehingga biaya jauh lebih tinggi. Untuk menekan biaya pembelian bibit sebaiknya menggunakan bibit kecambah yang disemaikan sendiri, tetapi sumber bijinya jelas dari sumber-sumber tersebut diatas. Cara pembibitan kelapa sawit terdapat dua tahap dalam pembibitan kelapa sawit yaitu tahap pembibitan awal dan tahap pembibitan utama. Tahap pembibitan awal adalah tahap pertumbuhan kecambah kelapa sawit menggunakan polibag ukuran kecil. Sedangkat tahap pembibitan utama yaitu tahap pembesaran bibit kelapa sawit yang telah tumbuh sampai bibit siap tanam. a. PenyemaianKecambah dimasukkan polibag 12×23 atau 15×23 cm berisi 1,5-2,0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak yang keadaan tanahnya mengandung humus yang baik. Kecambah ditanam sedalam 2 cm, maksudnya akan terjadi proses pertumbuhan akar dan pohon serta daun dengan baik. Tanah di polibag harus selalu lembab, sehingga perlu disiram secara teratus setiap pagi dan sore tergantung kondisi iklim, hujan atau tidak ,maka penyiramannya disesuikan dengan kondisi lapangan yang ada. Simpan polibag di bedengan dengan diameter 120 cm, dibuat secara teratur dengan barisan yang baik dan lurus . Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit dipindah tanamkan.b. Pemeliharaan PembibitanPenyiraman dilakukan dua kali sehari. Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma yang ada dilapangan. Jika ada bibit yang tidak normal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang, sehingga tidak menular pada yang yang lainnya. . Pemupukan yang umum dilakukan pada saat pembibitan sebagai berikut :Pupuk Makro> 15-15-6-4 Minggu ke 2 & 3 (2 gram); minggu ke 4 & 5 (4gr); minggu ke 6 & 8 (6gr); minggu ke 10 & 12 (8gr)> 12-12-17-2 Mingu ke 14, 15, 16 & 20 (8 gr); Minggu ke 22, 24, 26 & 28 (12gr), minggu ke 30, 32, 34 & 36 (17gr), minggu ke 38 & 40 (20gr).> 12-12-17-2 Minggu ke 19 & 21 (4gr); minggu ke 23 & 25 (6gr); minggu ke 27, 29 & 31 (8gr)> POC NASA Mulai minggu ke 1 – 40 (1-2cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali).Sumber : - Berbagai litaratur