Loading...

Pembibitan Sapi Potong Model Grati

Pembibitan Sapi Potong  Model Grati
Kebutuhan bibit sapi terus mengalami peningkatan seiring meningkatnya minat konsumen pada kuliner berbahan baku daging sapi. Artinya peluang usaha budidaya pembibitan sapi potong. masih terbuka bagi petani. Salah satu alternatif pilihan yang dapat dipilih dalam usaha pembibitan sapi potong adalah model Grati. Pembibitan sapi potong model Grati sangat cocok diperuntukkan bagi petani yang memelihara sapi 1 - 4 ekor.Teknologi yang diperkenalkan pada pembibitan sapi potong model Grati adalah menerapkan teknologi pembibitan sapi potong di lahan hamparan yang dilengkapi kandang. Pembibitan sapi potong dihamparan menampung beberapa ekor sapi induk/ calon induk yang hidup bersama seekor sapi pejantan sampai terjadi kebuntingan pada sapi induk/calon induk . Pemilihan bibit sapi potongBibit sapi potong model Grati menggunakan sapi potong yang memenuhi persyaratan berikut 1) ukuran badan sapi panjang dan dalam, rusuk tumbuh panjang, 2) bentuk segi empat dengan pertumbuhan tubuh depan, tengah dan belakang serasi, 3) pada bagian paha sampai pergelangan berisi penuh daging, 4) dada lebar dan dalam, 5) kaki besar, pendek dan kokoh .Selain persyaratan tubuh yang diberlakukan pada pembibitan sapi potong model Grati juga memberlakukan kesehatan yang baik dari sapi potong. Tuntutan kesehatan yang dipersyaratkan fisik tubuh bulat berisi, sikap dan tingkah laku tegap, titik berat keempat kaki sama, pernafasan teratur secara normal teratur, mata sapi potong cerah dan tajam, pencernaan sapi mampu melakukan memamah biak dengan tenang, pembuangan kotoran dan air kencing sapi normal Kandang Model Grati. Teknologi kandang yang digunakan dalam Model Grati terdiri dari kandang kelompok, kandang individu dan kandang bunting. Masing masing jenis kandang digunakan sesuai dengan fungsinya kandang kelompok diperuntukan untuk perkawinan sapi dan pembesaran pedet sampai lepas sapih. Kandang individu digunakan untuk kandang sampai bunting sampai melahirkan dan diperpanjang sampai periode laktasi umur 40 hari. Tanda tanda sapi induk bunting dapat dideteksi dari bentuk ambing yang mulai membesar. Bila kandang individu tidak tersedia induk sapi tetap harus dipisahkan dari sapi sapi yang lainnya. Induk sapi bunting hidup sendiri sampai melahirkan dan pedet berumur 40 hari. Tahapan berikutnya induk sapi dikembalikan ke kandang kelompok agar bisa terjadi perkawinan kembali.Dengan penerapan kandang kelompok keuntungan yang akan didapatkan 1) jarak beranak sapi induk biasa dikenal dengan sebutan calving interval dapat diperpendek dari 18 bulan menjadi 14 bulan, 2) kesehatan induk sapi menjadi lebih baik Pemberian pakan pada sapi potongPemberian pakan pada sapi model Grati tidak berbeda umumnya pemberian pakan pada sapi yang juga diberikan diberikan hijauan pakan ternak sebagai pakan utama dan pakan konsentrat. Hijauan pakan ternak disajikan di palungan kandang yang harus tersedia setiap waktu Selain pemberian hijauan pakan ternak segar pada sapi juga dapat diberikan limbah pertanian berupa bonggol jagung, dedak padi, kulit kopi, ampas singkong,.jerami padi, Untuk mengantisipasi kesulitan ketersediaan hijauan pakan ternak hijauan pakan ternak segar dan limbah pertanian seperti limbah jagung dan jerami padi yang diawetkan diolah menjadi amoniasi, silase dan hay.Pembuatan hijauan pakan ternak yang dikeringkan dapat dilakukan secara kering dan basah. Pengawetan hijauan pakan kering biasa dikenal dengan nama hay yaitu limbah pertanian cukup dijemur dengan sinar matahari sampai benar benar kering baru disimpan untuk digunakan pada saat kesulitan mendapatkan hijauan pakan ternak,. Sedangkan untuk pengawetan basah pada hijauan pakan ternak dengan proses fermentase berupa amoniasi dan silaseSelain pemberian hijauan pakan ternak pada sapi juga harus diberikan pakan tambahan konsentrat, yang berfungsi untuk melengkapi pakan utama yang berfungsi sebagai pakan tambahan sumber protein, sumber energie dan pakan pelengkap berupa sumber vitamin dan mineral. Pemberian konsentrat pada sapi potong dapat diberikan setiap waktu utamanya pada sapi yang digemukkan, sedang bunting dan masa laktasi dengan ukuran yang diberikan 25 % dari berat badan sapi Nani Priwanti - PP BPPSDMPSumber 1. Hartati dan Jauhari Efendy, Loka Penelitian Sapi Potong, Grati Pasuruan – Jawa Timur