Dalam budidaya tamanan, benih merupakan faktor penting karena akan mempengaruhi produksi baik kuantitas maupun kualitas. Penyiapan benih semangka merupakan hal yang harus ditangani petani secara serius, karena dari bibit sehat dan kuat akan diperoleh produksi optimal. Penanaman benih semangka dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu benih langsung ditanam di lahan dan benih disemaikan dahulu dalam polibag. Benih semangka yang langsung ditanam di lahan kebun akan membutuhkan jumlah benih lebih banyak dan risiko kematian bibit lebih tinggi. Sedangkan benih semangka yang disemaikan dahulu dalam polibag akan mempunyai keuntungan, antara lain: menghemat jumlah benih, memudahkan pemeliharaan bibit, dapat memilih bibit yang baik, dan mengurangi kelayuan sewaktu dipindahkan ke kebun. Berikut akan dijelaskan pelaksanaan pembibitan semangka non biji dalam polibag mulai dari penyiapan media semai, perlakuan benih, penyemaian benih, dan pemeliharaan bibit. 1. Penyiapan Media Semai Siapkan bahan media semai yang tediri dari tanah, kompos atau pupuk kandang, dan arang sekam dengan perbandingan 2 : 2 : 1. Tanah dipilih yang banyak mengandung organik, misalnya tanah di kebun pohon bambu, lalu tanah dibersihkan dari sisa tanaman dan kotoran lainnya dan disaring dengan menggunakan saringan pasir. Tanah yang lembut akan memudahkan akar bibit semangka berkembang. Semua bahan media dicampur sampai benar-benar rata. Wadah media semai digunakan polibag berukuran 8 x 10 cm atau 6 x 10 cm. Warna polibag hitam lebih bagus dari warna muda, karena warna hitam akan menyerap panas lebih banyak dan suasana gelap dan hangat akan menyebabkan akar bibit lebih cepat berkembang sehingga pertumbuhan bibit lebih cepat. Jangan lupa bagian ujung bawah dipotong sedikit untuk keluarnya kelebihan air. Kelebihan air yang tidak dibuang akan menyebabkan perakaran bibt sulit bernafas sehingga bibit akan mati. Kemudian setiap polibag diisi dengan campuran bahan media semai tersebut di atas sebanyak 90% isi (volume) polibag dengan ditekan-tekan. Polibag yang telah diisi media semai disimpan di atas bedengan yang rata. 2. Perlakuan Benih Benih semangka non biji perlu ditipiskan kulitnya dengan menggunakan amplas agak kasar. Caranya, gosokan bagian sisi yang melingkar pada amplas 2 – 3 kali, lalu diulang menggosokan sisi satunya. Penipisan kulit ini untuk memudahkan masuknya air dan gas oksigen serta mempermudah membukanya daun lembaga pada saat muncul di permukaan tanah. Perlakuan lain, sedikit meretakan mulut/ujung setiap benih semangka dengan menggunakan gunting kuku atau tang kecil, agar air dan oksigen dapat masuk untuk memudahkan proses perkecambahan. 3. Penyemaian Benih Campurkan air hangat dengan suhu antara 40 – 50°C dengan fungisida berbahan aktif Propamokarb hidroklorida atau Benomyl (Benlate). Setelah benar-benar campur, masukan benih semangka dan direndam dalam selama 4 - 6 jam. Setelah direndam benih semangka ditiriskan, lalu diletakan di atas kertas koran basah selama 36 jam pada suhu 35 – 37°C atau dengan pemanasan lampu pijar 15 watt berjarak 30 cm dari benih. Selanjutnya benih semangka dimasukkan ke dalam setiap polibag satu biji sedalam 1,5 cm dengan posisi bakal tunas akar menghadap ke bawah. Benih ditutup dengan campuran media semai dan disiram secukupnya. Selanjutnya untuk merangsang perkecambahan benih, permukaan semai ditutup dengan karung goni basah selama 2 – 3 hari atau kecambah telah muncul. 4. Pemeliharaan Bibit Bedengan pesemaian tempat menyimpan polibag yang berisi benih semangka, segera ditutup dengan sungkup yang dibuat dari bambu. Bentuk melengkung setengah lingkaran dengan ukuran bagian bawah selebar 1 – 1,25 m dan tinggi 0,5 – 0,6 m. Lalu di atasnya diberi atap plastik bening/transparan, sewaktu-waktu atap plastik tersebut dibula agar bibit menerima sinar matahari secara penuh. Pemeliharaan lainnya, antara lain menyiram secara rutin dan bila ada serangan hama dan penyakit disemprot pestisida dengan dosis rendah (30 – 50% dari dosis anjuran). Setelah bibit semangka berumur 7 – 10 hari atau telah berdaun 2 – 3 helai sudah siap ditanam ke kebun. Selamat membaca dan mencoba, semoga berhasil. (Penulis : SUSILO ASTUTI H. (Penyuluh Pertanian, Pusluhtan) Sumber Pustaka: Buku Pintar Budidaya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Redaksi Agro Media. Jakarta, PT Agromedia Pusaka. 2009. Budidaya Semangka Non Biji. Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura. 2007. Final Prajnanta. Agribisnis Semangka Non-Biji. Bogor, PT. Penebar Swadaya, Cetakan III. 1999.