Loading...

Pembuatan Arang Terpadu Sederhana Di Poktan Manggu Jaya Desa Cimanggu Palabuhanratu Sukabumi

Pembuatan Arang Terpadu Sederhana Di Poktan Manggu Jaya Desa Cimanggu Palabuhanratu Sukabumi
Penulis Yuniar Nuraeni, S.P. (Penyuluh Pertanian BPP Palabuhanratu) Teknologi Arang Terpadu adalah teknologi terapan yang ramah lingkungan karena memanfaatkan berbagai jenis limbah biomassa serta menerapkan teknologi yang rendah emisi. Teknologi Arang Terpadu ini menghasilkan produk arang, arang kompos dan asap cair atau cuka kayu (Wood Vinegar). Pembuatan arang terpadu dapat dilakukan sederhana dengan menggunakan tungku drum. Drum yang digunakan merupakan drum bekas minyak tanah berkapasitas 200 liter. Bahan baku yang digunakan berasal dari berbagai jenis limbah biomassa seperti dahan, ranting, limbah kulit, potongan kayu, serbuk gergaji dan tempurung. Bahan baku yang akan dibuat arang, dimasukkan ke dalam drum, lalu dibakar dengan pancingan di bagian bawah drum yang telah dilubangi. Jika bahan baku sudah mulai terbakar, yang ditandai dengan kepulan asap tebal, drum ditutup dengan penutup, lalu pasang bambu yang berfungsi sebagai pendingin alami. Berikan kain basah sepanjang bambu untuk mempercepat proses pendinginan. Lalu dibiarkan hingga terbentuk asap cair. Asap cair terbentuk kira-kira 0,5 sampai 1 jam setelah terjadi pembakaran, cairan yang terbentuk dapat langsung ditampung ke dalam jirigen atau ember. Biarkan asap cair semalam agar mengendap. Asap cair dapat langsung digunakan keesokan hari setelah diendapkan selama satu malam. Aplikasi dilakukan dengan cara pengenceran 0,5-4%/ liter air, lalu semprotkan ke tanaman. Asap cair sehingga dapat digunakan sebagai pestisida alami karena bersifat antimikroba dan juga sebagai pemacu pertumbuhan tanaman. Sementara itu, arang yang terbentuk memiliki manfaat dalam meningkatkan kelembaban dan kesuburan tanah. Penggunaan arang bukan sebagai pupuk, namun dapat membangun kualitas tanah dengan cara memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.Pembuatan arang terpadu secara sederhana ini sudah dilakukan di kelompok tani Manggu Jaya Desa Cimanggu Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi. Dalam rangka penyebarluasan informasi bahkan sudah ada kunjungan yang dilakukan dari kelompok poktan desa Cidobas Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi dalam kegiatan Cross Village Visit Program IPDMIP. Teknologi ini pertama kali dikenalkan kepada kelompok tani Manggu Jaya pada tahun 2019 melalui pelatihan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.