Loading...

PEMBUATAN PESTISIDA NABATI BERBAHAN TEMBAKAU DAN UMBI GADUNG

PEMBUATAN PESTISIDA NABATI BERBAHAN TEMBAKAU DAN UMBI GADUNG
Kecenderungan ketergantungan petani pada penggunaan pupuk dan pestisida anorganik diterapkannya revolusi hijau (1970-2005) menimbulkan dampak negatif yang berkaitan dengan degradasi lingkungan. Subsidi harga dari pemerintah dan pengaruh pupuk dan pestisida anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ikut mendorong preferensi petani terhadap pupuk anorganik sehingga penggunaan bahan organic sebagai komponen pembentuk kesuburan tanah semakin ditinggalkan. Bahan organik memiliki peranan penting sebagai sumber karbon, dalam pengertian luas sebagai sumber pakan dan juga sebagai sumber energi untuk mendukung kehidupan dan berkembangbiaknya berbagai jenis mikroba tanah. Penurunan kandungan bahan organik tanah menyebabkan mikroba dalam tanah mengalami defisiensi karbon sebagai pakan sehingga perkembangan populasi dan aktivitasnya terhambat. Tanah yang mengalami defisiensi sumber energy bagi mikroba menjadi berstatus lelah atau fatigue. Permasalahan diatas menimbulkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan suatu sistem pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. Selain itu juga berkembangnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan yang menjadikan produk organik sebagai tren bahan makanan yang dikonsumsi. Pertanian organik merupakan sistem pertanian yang ramah lingkungan yang bersifat hukum pengembalian (low of return) yang berarti suatu sistem yang berusaha untuk mengembalikan semua bahan organik ke dalam tanah, baik dalam bentuk residu dan limbah ternak yang selanjutnya bertujuan untuk memenuhi makanan pada tanah yang mampu memperbaiki status kesuburan dan struktur tanah. Masalah besar yang dihadapi petani dalam kegiatan produksiadalah hama penyakit tanaman dan bencana alam. Untuk menanggulangi serangan hama dan penyakit tanaman petani menggunakan pestisida kimia. Pestisida kimia merupakan bahan beracun yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, hal ini dsebabkan pestisida bersifat polutan dan menyebarkan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh seperti mutasi gen dan gangguan syaraf pusat. Disamping itu, residu kimia yang beracun tertinggal pada produk pertanian dapat memicu kerusakan sel penuaan dini dan munculnya penyakit degeneratif. Beberapa tahun terakhir, meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya megkonsumsi pangan sehat yang aman dan bebas dari bahan-bahan kimia. Seiring dengan itu, pertanian organik menjadi idola baru dalam dunia pertanian. Produk pertanian yang selama ini identik dengan peggunaan bahan kimia non alami seperti pupuk dan pestisida kimia mulai digantikan dengan pertanian organik dengan memanfaatkan bahan alami sebagai bahan pestisida dan obat-obatan untuk tanaman Tujuan Instruksional Khusus : Agar petani mengetahui cara pembuatan Pestisida Nabati berbahan Gadung dan Tembakau Agar petani mampu memanfaatkan bahan organik yang ada di sekitar untuk digunakan sebagai Pestisida Nabati Alat dan Bahan : Alat : Ember/tong plastik, wadah, alat penumbuk, pisau, bak/ember Bahan : 2 kg umbi gadung, 0,5 kg tembakau rajangan, 1 butir kapur barus Langkah Kerja : Menyiapkan bahan yaitu umbi gadung, tembakau rajangan yang telah direndam dengan air hangat selama 24 jam dan kapur barus yang telah ditumbuk halus Umbi gadung dibersihkan dari sisa-sisa kotoran dengan air mengalir lalu ditumbuk/diparut hingga halus kemudian dimasukkan ke dalam ember/tong plastik Masukkan tembakau rajangan yang telah direndam dan kapur barus yang telah ditumbuk halus ke dalam ember yang berisi umbi gadung lalu aduk hingga rata Bahan yang telah dicampurkan diaduk hingga rata kemudian tutup rapat Simpan ember berisi Pestisida Nabati di tempat yang teduh dan biarkan selama 24 jam dan PESNAB bisa siap diaplikasikan Bersihkan alat yang telah digunakan dan kembalikan ke tempat semula Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya bersumber dari tumbuh-tumbuhan, seperti akar, daun, batang atau buahnya. Bahan kimia yang terkandung di dalam tumbuhan memiliki bioaktivitas terhadap serangga seperti penolak atau repellent, penghambat makan atau antifeedant, penghambat perkembangan serangga atau insect growth regulator dan penghambat peneluran atau oviposition deterrent. Umbi gadung mengandug dioskorin salah satu alkaloid yang bersifat racun bagi serangga, ulat, cacing (nematoda) bahkan juga tikus. Kandungan kimia umbi gadung yang berpotensi menimbulkan gangguan metabolisme (anti makan, keracunan bahkan manusia pun bisa mengalami ini) yaitu jenis racun dioscorin (racun penyebab kejang), diosgenin (antifertilitas) dan dioscin yang menyebabkan gangguan syaraf, sehingga apabila memakannya akan terasa pusing dan muntah-muntah. Selain itu, umbi gadung juga mengandung saponin, amilum, CaC2O4, antidotum, besi, alsium, lemak garam, fosfat, protein dan vitamin. Komponen yang merugika pada gadung yaitu zat beracun berupa asam sianida (HCN), yang merupakan bahan aktif dalam pengendalian tikus. Tembakau merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai insektisida nabati untuk megendalikan berbagai hama yang merusak tanaman. Bagian yang dapat dimanfaatkan untuk insektisida nabati adalah daun dan batangnya. Zat racun yang terkandung di dalam tanaman tembakau adalah nikotin. Cara kerja Pestisida Nabati sangat spesifik, yaitu : Merusak perkembangan telur, larva dan pupa Menghambat pergantian kulit Menganggu komunikasi serangga Menebabkan serangga menolak makan Menghambat reproduksi serangga betina Mengurangi nafsu makan Memblokir kemampuan makan serangga Mengusir serangga Menghambat perkembangan patogenpenyakit Keunggulan pestisida nabati adalah : Murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani Relatif aman terhadap lingkugan Tidak menyebabkan keracunan pada tanaman Sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama Menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia Kelemahan pestisida nabati adalah : Daya kerjanya relatif lambat Tidak membunuh jasad sasaran secara langsung Tidak tahan terhadap sinar matahari Kurang praktis Tidak dapat disimpan Kadang-kadang harus disemprotkan berulang-ulang