Loading...

Pembuatan Poligon Kegiatan Dam Parit Kecamatan Tegalampel

Pembuatan Poligon Kegiatan Dam Parit Kecamatan Tegalampel
Perkembangan penggunaan teknologi pertanian sangat pesat dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memenuhi bahan pangan sebagai salah satu kebutuhan pokok hidup manusia yang terus bertambah. Penerapan teknologi pertanian baik dalam kegiatan prapanen maupun pasca panen, menjadi penentu dalam mencapai kecukupan pangan baik kuantitas maupun kualitas produksi. Teknologi pertanian telah berperan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas usahatani komoditas pangan di negara-negara maju dan negara[1]negara berkembang termasuk Indonesia. Populasi penggunaan alat dan mesin pertanian berkembang pesat dikalangan petani terutama pada kegiatan usaha tani dalam pengolahan lahan, panen dan pasca panen. Traktor tangan atau traktor roda dua adalah salah satu teknologi alat dan mesin pertanian yang telah banyak digunakan petani dalam mengolah lahan sawah sebagai pengganti tenaga manusia dan tenaga ternak. Dalam perkembangannya, program – program pertanian juga mengikuti perkembangan teknologi saat ini. Pengajuan program kegiatan pertanian saat ini melalui Calaon Petani Calon Lahan (CPCL) semakin detail By Name By Address dengan basis NIK, penggunaan Titik Koordinat serta poligon. Pembuatan poligon dimaksudkan untuk mengetahui jumlah luasan berkaitan dengan program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian. Pada tahun 2021, kecamatan Tegalampel mendapatkan program Dam Parit dengan 2 titik lokasi, yaitu Desa Karanganyar dan Desa Purnama. Kegiatan Dam parit untuk 2 titik lokasi tersebut seluas 138 Ha dengan rincian Desa Karanganyar seluas 70 Ha dan Desa Purnama seluas 68 Ha. Kegiatan ini dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Dam parit adalah salah satu infrastruktur panen air yang di buat dengan membendung aliran parit sungai kecil serta mendistribusikan air untuk mengairi lahan pertanian disekitarnya. Kondisi ideal untuk membuat dam parit yaitu: dibangun pada aliran sungai berorde 1 sampai 3 atau yang mengalir sepanjang tahun dengan debit minimal 15 liter/detik, jarak lahan yang akan diairi Pembuatan dam parit memiliki keuntungan untuk mengurangi aliran, meningkatkan cadangan air tanah sehingga dapat menjaga kestabilan aliran dasar pada musim kemarau, dapat menampung volume air dalam jumlah besar dan mengairi areal yang relatif luas, dan dalam pembuatannya tidak mengurangi lahan produktif karena dam parit dibuat dengan memanfaatkan badan saluran atau sungai. Dam parit ini memiliki dua keunggulan utama, yaitu: pasokan air akan kontinyu serta biaya operasional menjadi lebih rendah. Panen air atau water harvesting merupakan istilah untuk menyimpan air hujan untuk disimpan di musim kemarau. Dam parit merupakan salah satu teknologi penampungan dan pendistribusian air hujan.Pada wilayah iklim basah, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Papua dan Maluku suplai air cukup tinggi. Iklim basah mempunyai curah hujan lebih dari 2000 mm per tahun. Tergantung daerahnya, wilayah ini mempunyai dua puncak hujan atau satu puncak yang sudah barang tentu mempengaruhi suplai hujan ke wilayahnya. Munir, SP NIP. 19881016 201706 1 001 Penyuluh Pertanian Pelaksana Lanjutan