Sludge (lumpur sisa pembuatan biogas) sudah mempunyai sifat seperti kompos, tetapi karena bentuknya lumpur akan menyuluitkan dalam pengemasan dan pengangkutan. Karena itu, sebaiknya sludge dipisahkan menjadi bagian padatan dan cairan. Bagian padatan disebut pupuk organic padat dan bagian cairan disebut pupuk organic cair. Kandungan unsur hara dalam kedua bagian ini masih sama-sama tinggi karena beberapa unsur hara ada yang masih tertinggal dalam bagian padatan dan ada yang sudah larut dalam bagian cairannya.Pemisahan sludge dapat dilakukan dengan cara dan alat yang sederhana. Alat yang digunakan berupa saringan pasir, saringan yang terbuat dari kawat nyamuk, dan saringan kelapa. Tahapan pemisahan sludge hingga diperoleh pupuk organik sebagai berikut :Lumpur buangan sisa dari pembuatan biogas disaring menggunakan saringan kawat halus dan ditampung dalam drum plastic. Selanjutnya, untuk meningkatkan kualitas perlu ditambah dengan tepung tulang atau tepung kerabang gtelur dan tepung darah, lalu dibiarkan selama 1 minggu;Setelah satu minggu, disaring lagi menggunakan kain bekas kemasan tepung terigu, lalu diperas dengan cara memutar kain tadi. Cairan hasil penyaringan tersebut ditampung dalam drum plastic, lalu biarkan selama 3 – 4 haridan dipasang aerator untuk membuang gas-gas yang tersisa;Setelah itu, aerator dilepas, lalu dibiarkan selama 2 hari agar partikel-partikel yang masih ada mengendap dan cairan yang dihasilkan menjadi bening;Cairan yang bening tadi dimasukkan ke dalam botol dan siap dijual.Bagian padatan yang telah diperoleh dikeringkan selama 7 hari. Setelah kering, pupuk organic padat ini dikemas dalam kantong plastic atau karung dan siao dioasarkan. Jika untuk dipakai sendiri, pupuk organic cakiran mempunyai mutu lebih tinggi. Untuk menambah unsur kalsium dan fosfor, bagian sludge yang cair dapat ditambah gtepung tulang ataupun te;pung darah. Bisa juga ditambah dengan rempah seperti tepung kunyit, tepung jahe, atau bahan alami lainnya yang berfungsi sebagai pestisida nabati.Penggunaan Pupuk Organic Hasil Keluaran BiogasPenggunaan pupuk organik padat hasil buangan biogas umumnya sama dengan penggunaan kompos. Pupuk organic yang berbentuk padatan biasanya digunakan dengan cara mengubur pupuk tersebut disekitar tanaman.Sementara itu penggunaan pupuk organic cair bisa dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut :Penyiraman langsung ke lahan pertanian;Pengaliran air dalam irigasi;Penyemprotan secara tepat.Pupuk organic cair yang sudah dikemas biasanya digunakan untuk memupuk tanaman dalam pot, tanaman hias, atau tanaman terrarium. Pupuk organik yang sudah dikemas dan dijual di toko pertanian biasanya sudah mencantumkan cara penggunaan, dosis pemakaian, dan fungsi pupuk tersebut untuk tanaman jenis tertentu.Pemakaian pupuk organic cair dan pupuk lorganik ;padat dari sisa pembuatan biogas telah digunakan untuk memupuk tanaman sayuran berumjr pendek dan tanaman melon berumjur sedang. Bukti nyata bertanam organic dari beberapa jenis sayuran seperti bayam, caisim, dan kangkong cabut telah dilakukan di beberapa demplot percobaan RPH Banjarmasin dengan hasil yang memuaskan, pertumbuhan lebih bagus. Selain digunakan untuk memupuk tanaman sayuran dan buah, pupuk organik dari buangan biogas dapat digunkan untuk memupuk tanaman hijau pakan ternak dan padi.Edizal – Pusat Penyuluhan PertanianLiteratur : Simamora,S., Salundi, Sri,.W, dan Surajudin. “Membuat Biogas Pengganti Bahan Bakar Minyak dan Gas dari Kotoran Ternak”. Penerbit Agro Media Pustaka – Jakarta, 2008