Loading...

Pembuatan Pupuk Padat dari Faeces Kambing

Pembuatan Pupuk Padat dari Faeces Kambing
Banyak orang hidup bersahabat dengan ternak dan menggantungkan hidupnya dari ternak, tetapi banyak juga sebaliknya. Kelompok terakhir sering mengaitkannya dengan isu kebersihan dan kesehatan lingkungan. Bagi pecinta ternak, hidup serumah dengan ternak peliharaan adalah hal biasa, terlepas dari alasan keamanan terhadap ternaknya.Terkait dengan isu kebersihan dan pencemaran lingkungan, peternakan selalu ditempatkan pada posisi sulit. Limbah atau kotoran ternak yang dihasilkan sering menjadi sumber bencana bagi usaha peternakan tersebut, mulai dari protes warga sekitar karena pencemaran udara (bau dan debu), pencemaran suara (bising suara ternak). Hal tersebut sering berujung pada pengusiran atau penutupan usaha peternakan walaupun kegiatan usaha peternakan itu lebih dahulu ada lokasi tersebut dan memiliki izin usaha. Oleh karena itu, pengelolaan kotoran ternak yang baik serta benar menjadi isu krusial dalam usaha peternakan dan bio-gas menjadi salah satu solusi.Feses dan urin adalah hasil samping (by product) penting dari usaha ternak. Terkadang, banyaknya feses dan urin yang dihasilkan menurut sebagian besar masyarakat sangat mengganggu. Akan tetapi, tidak sedikit juga dari masyarakat yang mengetahui adanya manfaat dari feses dan urin. Mereka dapat mengolahnya menjadi produk yang menguntungkan, seperti kompos. Hal ini dikarenakan feses dan urin kambing mengandung nitrogen yang dapat digunakan sebagai bahan kompos. Feses kambing mengandung bahan kering 40 – 50% dan nitrogen 1,2 – 2,1%. Adapun urine satu ekor kambing mampu mencapai 0,6 – 2,5 liter/hari.Kotoran ternak, khususnya kambing dapat dimanfaatkan secara langsung ataupun setelah melalui pengolahan terlebih dahulu. Kotoran yang sudah diolah terlebih dahulu menjadi pupuk tentunya memiliki nilai jual yang lebih tinggi.Pembuatan Pupuk Padat dari Feses KambingCara membuat pupuk organik padat dari kotoran kambing memerlukan metode yang tepat agar hasilnya lebih maksimal. Sehingga penggunaan pupuk organik padat untuk menyuburkan tanaman bisa benar-benar terasa.Karena jika salah metode atau pupuk belum matang lalu di aplikasikan ke tanah maka penyerapan pupuk akan kurang maksimal. Metode pembuatan pupuk organik padat yang tepat juga bisa membantu kita untuk mendapatkan pupuk organik padat terbaik untukmedia tanamkita nantinya.Untuk pembuatan padat dari feses kambing diperlukan bahan-bahan antara lain :Feses kambing 1 ton;Kapur pertanian (dolomit) 200 Kg;Abu sekam/ serbuk gergaji 200 Kg;Decomposer 4 botol.Alat-alat yang dipergunakan :Cangkul;Terpal;EmberCara pembuatan :Hancurkan terlebih dahulu feses kambing menggunakan alat atau secara manual;Siapkan tempat atau hamparan tersebut tidak tergenang air ketika hujan;Lakukan proses pencampuran bahan. Buat lapisan-lapisan agar proses pencampuran lebih mudah dan merata;Siapkan decomposes dan larutkan dalam air, lalu siramkan pada lapisan tersebut hingga kadar air menjadi berkisar 40%;Buat lapisan berikutnya hingga semua bahan habis, lalu buat lapisan baru dengan mencangkul dari salah satu sisi yang searah hingga menimbulkan timbunan baru;Lakukan kearah sebaliknya, kemudian timbun dan tutup rapat dengan terpal dan bagian pinggir terpal diberi beban sehingga terpal tidak mudah dibuka;Diamkan selama satu minggu, kemudian buka terpal dan timbun diaduk untuk tujuan pemberian aerasi pada proses pengomposan. Proses pengomposan yang berhasil ditandai dengan trimbulnya panas yang dapat dirasakan saat pembongkaran gundukan;Tutup rapat sampai kira-kira tiga minggu kompos sudah bisa digunakan. Sebelumnya kompos sebaiknya diangin-anginkan terlebih dahulu agar bau amoniaknya berkurang.Tandapupuk kotoran kambingsudah matang biasanya teksturnya halus, lebih hitam, dan baunya tidak menyengat, jika dipegang terasa gembur. Pupuk ini bisa digunakan untuk pengolahan tanah, saat membuat media tanam dalam pot, atau pemupukan tanaman.Edizal – Pusat Penyuluhan PertanianBacaan : Sutama, IK dan Budiarsa IGM, Kupas Tuntas Beternak Kambing, Penerbit Penebar Swadaya – Jakarta Timur 2017