Loading...

Pembuatan Rubuha : Pemanfaatan Musuh Alamai Tyto alba sebagai Pengendali OPT Tikus

Pembuatan Rubuha : Pemanfaatan Musuh Alamai Tyto alba sebagai Pengendali OPT Tikus
Pada Rabu (29/05) Tim BPP Kebumen bersama Aggota Gapoktan Subur Makmur mengadakan kegiatan pembuatan Rumah Burung Hantu (Rubuha) di Kelurahan Selang. Pembuatan Rubuha tersebut dilakukan dengan maksud untuk memberikan tempat tinggal bagi Burung Hantu Tyto alba sebagai musuh alami pengendali OPT tikus. Tyto alba kini makin populer di kalangan masyarakat petani, karena terbukti efektif dalam mengendalikan hama tikus. Tikus sawah merupakan hama yang dapat menimbulkan kerugian cukup besar pada tanaman pertanian khususnya padi. Disisi lain, perkembangbiakan tikus sangat cepat, sehingga perlu dilakukan pengendalian yang berbasis konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Burung hantu pada umumnya bertempat tinggal di bawah jembatan atau pohon besar dan tinggi yang ada lubangnya, pada gedung yang tinggi dan pada ruangan yang tertutup. Burung hantu jenis Tyto alba sebagai predator alami tentunya memerlukan tempat tinggal yang sesuai dan nyaman untuk istirahat dan bereproduksi. Satu lubang atau rumah hanya dihuni oleh satu keluarga Tyto alba saja. Burung Tyto alba yang sudah besar berumur 7 sampai 9 bulan, secara alami akan berpasangan dan mencari rumah sebagai tempat tinggal yang baru. Pohon besar di tengah sawah sekarang ini jarang kita jumpai. Keadaan tersebut menjadi pemikiran untuk membuat rumah tempat tinggal bagi Tyto alba. Rubuha dapat ditempatkan pada areal sawah. Satu Rubuha idealnya memang untuk satu hektar sawah atau disesuaikan kebutuhan dengan jarak 100 meter. Rubuha atau rumah burung hantu tersebut diperlukan untuk rumah tinggal burung hantu, tempat bertelur dan membesarkan anak, mengintai tikus dan menghindari dari penembak/pemburu Tyto alba. Dalam memandu praktiknya, Anna Berthaliana, SP salah satu PPL di Kecamatan Kebumen, menyampaikan bahwa Tyto alba merupakan pemburu tikus yang paling populer dan handal. Apalagi dalam pemanfaatannya di bidang pertanian, sepasang burung hantu dapat melindungi 25 hektar tanaman padi. Satu ekor burung hantu dapat memangsa 1.300 ekor tikus. Oleh karena itu, pembuatan Rubuha dalam rangka pemanfaatan Tyto alba sangat penting dilakukan. Diharapkan dengan adanya Praktik pembuatan Rubuha, dapat menjadi motivasi bagi para petani sehingga masalah pertanian yang terkait dengan serangan hama tikus dapat diminimalisir (Abriani MH).