Loading...

Pembuatan Silase Oleh Penyuluh Pertanian Lapang Bersama Kelompok Tani Kecamatan Kebumen: Silase Sebagai Pakan Nutrisi Untuk Ternak

Pembuatan Silase Oleh Penyuluh Pertanian Lapang Bersama Kelompok Tani Kecamatan Kebumen: Silase Sebagai Pakan Nutrisi Untuk Ternak
Pembangunan Pertanian secara luas selalu menjadi pusat perhatian khususnya pemerintah. Tak hanya produktivitas dari sektor pertanian dalam arti sempit seperti padi dan palawija saja, produtivitas dari sektor peternakan juga turut menyumbang daftar pantauan. Hal ini tentu perlu didukung dengan adanya upaya-upaya yang dapat meningkatkan produktivitas, salah satunya yaitu dengan melakukan upaya pengadaan pakan sepanjang musim, mengingat bahwa ketersediaan pakan hijauan pada musim kemarau sangat terbatas bahkan kualitasnya pun relatif rendah. Berkenaan dengan hal tersebut, Tim Teknis BPP Kecamatan Kebumen mengajak para peternak yang tergabung dalam Kelompok Tani Ternak “Mbangun Karya” Desa Kalijirek untuk berinovasi membuat awetan hijauan (silase) dari daun lamtoro dan daun kelor (27/05). Silase adalah proses pengawetan hijauan pakan segar dalam kondisi anaerob dengan pembentukan atau penambahan asam. Dalam memandu praktik pembuatan silase, Ika Mayasari P, S.P selaku Tim Teknis BPP menyampaikan bahwa silase memiliki banyak manfaat yaitu mampu menyediakan pakan ternak pada musim kemarau serta mampu memanfaatkan kelebihan pakan pada musim penghujan secara optimal. Selain itu, pembuatan silase juga mampu mendayagunakan limbah pertanian. Pada praktik pembuatan silase tersebut, para petani ternak diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan silase. Para petani ternak pun terlihat sangat antusias mengikuti panduan yang dipraktikkan Tim Penyuluh Lapang. Arahan yang diberikan cukup mudah dipahami dan di praktikan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan alat yaitu drum untuk wadah (silo), sedangkan bahan yang dibutuhkan atara lain daun lamtoro dan daun kelor, EM4 dan molase. Bahan baku daun lamtoro dan daun kelor yang telah dicacah dimasukkan ke dalam silo (drum) sambil dipadatkan dan diratakan. Kemudian di atas permukaan bahan tersebut, ditaburkan bekatul secara merata yang dilanjutkan dengan memercikan EM4 dan molase. Selanjutnya, bahan diberi taburan bekatul di atas lapisan bahan sebelum kemudian silo ditutup rapat selama 3 minggu. Sebelum diberikan pada ternak, silo dibuka dan dikeluarkan kemudian diangin‐anginkan terlebih dahulu. Sebagai produk pakan hijauan ternak, silase memiliki banyak keunggulan antara lain memiliki nilai gizi yang setara dengan hijauan segar bahkan dapat lebih tinggi, disukai oleh ternak, serta kontinuitas ketersediaannya yang artinya selalu tersedia sepanjang tahun baik musim hujan maupun kemarau. Mengingat banyaknya keunggulan dan manfaat pembuatan silase, serta proses pembuatan dan bahan baku yang cukup mudah dan relatif murah. Diharapakan para petani ternak mampu dan mau mengupayakan pengadaan pakan hijauan sepanjang tahun melalui pembuatan silase sebagai upaya peningkatan produktivitas peternakan (Ir. Sutikswo).