Loading...

Pembukaan Lahan Perkebunan pada Areal Hutan

Pembukaan Lahan Perkebunan pada Areal Hutan
Pembukaan Lahan Perkebunan pada Areal HutanPembukaan lahan perkebunan pada areal hutan dapat dilakukan dengan cara mekanis atau kombinasi manual dan mekanis.1. Cara MekanisPembukaan cara mekanis dilakukan pada areal yang memiliki topografi datar hingga berombak (lereng 0-8%. Pada umumnya, penebangan pohon dilakukan menggunakan traktor/tree dozer atau stumper.Tahapan pembukaan lahan meliputi perencanaan penanaman, pembuatan rintisan dan pembagian petak tanaman, penebangan, pemerencekan, pembuatan pancang jalur tanam/pancang kepala, dan pembersihan jalur tanam.a. Perencanaan penanamanSebelum membuka lahan perlu dilakukan perencanaan penanaman, dengan membuat rencana dan desain kebun yang akan dikelola dengan mempertimbangkan ukuran kebun, ukuran petak tanaman, topografi, tipe tanah, sistem/ jaringan jalan dan transportasi, sistem konservasi tanah dan air serta rencana operasional lainnya.b. Pembuatan rintisan dan pembagian petak tanamanSemak belukar dan pohon kecil dengan diameter hingga 10 cm dibabat dan dipotong, sehingga merupakan jalan di dalam areal untuk memudahkan pekerjaan selanjutnya. Pembagian petak tanaman antara lain didasarkan pada kondisi topografi, jenis tanah dan jaringan jalan. Kebun dapat dibagi ke dalam beberapa petak masing-masing 100 hektar, yang kemudian dibagi setiap sub petak dikelilingi oleh jalan utama dan jalan pengumpulan. ke dalam sub petak seluas 25 ha (1000m x 250 m) c. MenebangPohon yang besar maupun yang kecil ditebang dengan traktor atau ditebang dengan gergaji rantai. Cara penebangan dimulai dari pinggir ke tengah berbentuk spiral. Pohon ditebang ke arah luar agar tidak menghalangi jalur traktor. d. MerencekSelesai penebangan, cabang dan ranting pohon yang telah ditebang dipotong dan dicincang (direncek).e. Membuat Pancang Jalur tanam/Pancang KepalaJalur tanam dibuat menurut jarak antar barisan tanaman (gawang). Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pembersihan jalur tanam.f. Membersihkan Jalur tanam.Hasil dari perencekan ditempatkan pada lahan diantara jalur tanaman, dengan jarak 1 meter di kiri-kanan pancang jalur tanam. Dengan demikian akan diperoleh 2 meter jalur yang bersih dari potongan-potongan kayu.2. Kombinasi Manual-MekanisPembukaan lahan dengan cara kombinasi manual-mekanis meliputi perencanaan penanaman, membuat rintisan dan membagi petak-petak tanaman, mengimas, menebang, merencek, membuat pancang jalur tanam/pancang kepala dan membersihkan jalur tanaman.a. Perencanaan penanaman.Sebelum pembukaan lahan perlu dibuat rencana dan desain kebun yang akan dikelola dengan mempertimbangkan ukuran kebun, ukuran petak tanaman, topografi, tipe tanah, sistem/jaringan jalan dan transportasi, sistem konservasi tanah dan air, dan rencana operasional lainnya.b. Membuat rintisan dan pembagian petak tanaman.Untuk memudahkan pekerjaan selanjutnya, perlu dibuat jalan di dalam areal dengan cara membabat dan memotong semak belukar dan pohon kecil yang berdiameter hingga 10 cm. Pembagian petak tanaman antara lain didasarkan pada topografi, jenis tanah, dan jaringan jalan. Sebagai contoh, kebun dapat dibagi ke dalam petak-petak seluas 100 ha yang kemudian dibagi ke dalam sub petak seluas 25 ha (1000 m x 250 m). Setiap sub petak dikelilingi oleh jalan utama dan jalan pengumpulan.c. MengimasDengan menggunakan parang dan kapak dilakukan penebasan semak dan pohon kayu yang berdiameter ? 10 cm, sedangkan pohon kayu yang berdiameter > 10 cm ditebang dengan menggunakan kampak atau gergaji rantai (chainsaw). Tinggi penebangan tergantung pada diameter batang. Untuk diameter 10-20 cm, tinggi tebang > 40 cm, diameter 21-30 cm, tinggi tebang > 60 cm dan diameter pohon 31 – 75 cm tinggi tebang > 100 cm.d. MerencekCabang dan ranting pohon yang telah ditebang dipotong dan dicincang (direncek) dan dirumpuk. e. Membuat pancang jalur tanam/pancang kepalaUntuk memudahkan pembersihan jalur tanaman dari hasil rencekan, maka jalur tanam dibuat menurut jarak antar barisan (gawangan). f. Membersihkan jalur tanamHasil rencekan ditempatkan pada lahan diantara jalur tanaman, dengan jarak 1 meter di kiri kanan pancang jalur tanam. Dengan demikian diperoleh 2 meter jalur yang bersih dari potongan –potongan kayu. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP, Jakarta)Sumber: 1. Pedoman Teknis Pembukaan Lahan Tanpa Bakar. Direktorat Jenderal Perkebunan, Departemen Pertanian. Jakarta. 2007.2. http://klpswt.blogspot.co.id/2015/12/metode-pembukaan-lahan-kelapa-sawit.html