Loading...

PEMBUNGAAN KEMIRI SUNAN

PEMBUNGAAN KEMIRI SUNAN
Tanaman kemiri sunan yang dipelihara dengan baik, pada umur sekitar 3 tahun sudah berbunga, musim berbunga dan berbuah tanaman kemiri sunan sangat tergantung pada keadaan iklim. Musim berbunga pada tanaman kemiri terjadi pada akhir musim hujan. Walaupun demikian ada tanaman kemiri sunan yang berbuah di luar musim tetapi jumlahnya sedikit. Musim bunga tidak serempak. Beberapa pohon adakalanya berbunga dan berbuah 3 kali dalam 2 tahun, namun tetap terdapat musim berbuah besar dengan produksi yang lebih tinggi.Musim bunga muncul didahului dengan gugur daun. Tidak selamanya calon bunga menjadi buah tetapi dapat berubah menjadi daun, apabila pada saat ke luar bunga berlangsung musim hujan yang menyebabkan bakal bunga menjadi daun.Rangkaian bunga kemiri sunan tersusun dalam bentuk malai, Bentuk bunga jorong, mahkota bunga berwarna putih keunguan, putiknya berwarna kuning muda dengan ovari berwarna hijau serta benangsari berwarna putih kekuningan. Bunga malai ini bercabang-cabang, dengan jumlah cabang berkisar antara 5-7 cabang. Dalam satu rangkaian bunga, terdiri dari bunga jantan dan bunga betina, namun terkadang terdapat hanya bunga jantan saja atau hanya bunga betina saja, atau terdapat kedua-duanya. Ukuran bunga betina lebih besar dari bunga jantan. Bunga betina terdiri atas 5-7 daun mahkota bunga yang berwarna putih kemerahan, lima kelenjar nectar yang kecil, tiga buah tangkai putik yang pendek dengan masing-masing dua stigma yang terbelah dua, dan tiga ruang bakal buah dengan satu bakal biji yang anatrop untuk tiap ruangnya. Sedangkan bunga jantan mahkota bunganya berwarna merah muda keunguan, mempunyai 8-12 benang sari dengan pangkal benang sari menempel pada mahkota bunga dan bersatu menjadi tiang berbentuk kerucut, berambut kasar, memiliki 2-3 kelopak, lima daun tajuk yang berwarna putih, dan mempunyai lima benang sari yang kerdil. Kadang-kadang bunga jantan dan betina terdapat pada malai bunga yang berbeda. Malai bunga jantan tidak mempunyai daun tetapi jumlahnya mencapai ratusan bunga. Sedangkan malai bunga betina terdapat daun pada pangkalnya dan hanya berjumlah puluhan bunga. Kadangkala pada tanaman muda persentase bunga jantan lebih banyak dibandingkan dengan bunga betina, tetapi pada umur dewasa kedua jenis bunga ini akan seimbang jumlahnya. Persarian tanaman kemiri sunan umumnya dilakukan oleh serangga tetapi dapat juga dilakukan oleh angin. Bunga betina yang tidak dibuahi umumnya akan rontok dalam waktu seminggu. Namun jika terjadi pembuahan, pada 18 minggu buah akan mencapai ukuran sempurna. Tanaman kemiri sunan membutuhkan musim kemarau yang tegas pada saat pembungaan dan pembuahan, setelah penyerbukan jatuh hujan, maka bunga tersebut akan gugur. Musim berbunga terjadi pada bulan Februari-Maret dan Oktober-Nopember. Buah terbentuk setelah 3-4 bulan sejak mekar. Buah kemiri sunan mencapai kematangan dan akan mulai berjatuhan setelah 5 bulan dari saat pembuahan. Jumlah buah per tandan antara 5-13 buah. Buah berbentuk bulat hingga bulat telur, berbulu lembut, agak pipih.Memiliki 1-3 ruang yang berisi biji. Kulit buah berwarna hijau waktu muda, setelah matang berwarna hijau kekuningan sampai kecoklatan.Kulit buah tebalnya sekitar 3-5 mm dan membungkus biji di dalamnya.Buah masak mempunyai ukuran sekitar 5-7 cm, dengan panjang 5-6 cm. Daging buah berwarna putih dan dapat dijadikan pupuk.Biji kemiri sunan berkulit tidak sekeras kemiri sayur yang menyerupai tempurung dengan permukaan luar yang sedikit licin. Tempurung biji ini tebalnya sekitar 1-2 mm, berwarna cokelat atau kehitaman. Biji kemiri sunan memiliki bentuk membulat. Diameter daging biji mencapai 23-27 mm. Di dalam biji terdapat daging biji berwarna putih yang kaku (endosperm dengan kotiledon di dalamnya). Bila dilihat buah secara keseluruhan, terdapat kulit buah, daging buah (mesocarp), lapisan kayu (endocarp), kulit biji (tempurung), daging biji (kernel). Kernel atau daging biji kemiri sunan berbentuk agak lonjong, berwarna krem dan mengandung asam ?-oleostearat yang bersifat racun, sehingga tidak dapat dikonsumsi langsung oleh manusia maupun hewan, sehingga berpotensi sebagai pestisida nabati. Daging biji mengandung minyak. Penulis: Nanik Anggoro P, SP, MSi ( Penyuluh BBP2TP)Sumber: Peraturan Menteri Pertanian Republik IndonesiaNomor 74.1/PERMENTAN/OT.140/11/2011