Loading...

Pemeliharaan Ayam Buras model Ranch

Pemeliharaan Ayam Buras model Ranch
Pemeliharaan Ayam Buras model Ranch Model pemeliharaan ranch umumnya dilakukan di daerah yang berlokasi halaman luas. Sistem pemeliharaan ayam model ranch adalah pemeliharaan ayam buras yang disediakan halaman bermain bagi ayam biasa dikenal dengan nama kandang umbaran, Disekitar kandang umbaran diberikan pagar keliling dan ayam dilepas bebas terbatas dengan diberikan pakan dan minum secukupnya. Budidaya ayam model ranch sangat cocok digunakan untuk budidaya penghasil telur tetas. Artinya di ranch atau lahan umbaran ayam jantan bersama ayam betina hidup bersama dengan diperhitungkan ratio perbandingan jantan dan betinanya.= Pemeliharaan induk ayam dan ayam pejantan Perbandingan jantan dan betina pada pemeliharaan ayam model ranch harus sesuai teknologi yang dianjurkan 1 : 7- 8, Seekor ayam jantan hidup bersama 7 – 8 ekor ayam betina. Jumlah pakan yang diberikan harus sesuai jumlah ayam yang dibudidayakan. Kebutuhan pakan ayam buras 100 gram/ekor/hari yang diberikan pagi dan sore hari Sebaiknya pakan yang diberikan pada ayam buras dalam keadaan kering dengan tujuan bila pakan tidak habis, bisa dimanfaatkan untuk pemberian berikutnya dengan menambahkan air hangat sebagai pakan seduhan. Minuman disediakan sepanjang hari di lahan umbaran dengan ukuran 2 liter/10 ekor. Peralatan kandang juga harus disediakan dalam kandang umbaran berupa kandang istirahat yang dilengkapi dengan sangkar bertelur dan mengeram serta tempat ayam bertengger. Sangkar bertelur dan mengeram sebaiknya ditempakan secara terpisah dan jauhkan dari tempat ayam bertengger hal ini agar ayam tidak meninggalkan kotoran di sangkar telur utamanya disangkar telur yang sedang dierami. Bila sangkar telur banyak dengan kotoran ayam akan berpengaruh pada rendahnya kwalitas daya tetas telur.Lakukan pembersihan kandang dua kali sehari pagi dan sore hari, utamanya ditempat pakan dan sangkar telur. Telur ayam disangkar bertelur harus dijaga dari kotoran ayam dan dianjurkan dikontrol pagi sore sekaligus dilakukan seleksi telur untuk ditetaskan. Telur ayam yang akan ditetaskan paling lama 5 - 7 hari dari proses ayam bertelur Pemeliharaan anak ayamSetelah anak ayam menetas, induk ayam langsung dipisahkan dengan anak ayam . Induk ayam harus secepatnya dimandikan, supaya bisa segera menghasilkan produksi telur kembali.. Anak ayam yang baru menetas ditempatkan di kandang indukan yang diberikan sentuhan teknologi indukan buatan berupa lampu. Pada alas kandang diberikan lembaran koran. Sebelum dimasukkan kandang dianjurkan anak ayam diberikan air gula dan vitamin. Teknologi yang dianjurkan dilakukan pemberian vaksinasi ND secara berkala, 1), pada anak ayam berumur 4 hari melalui tetes mata, 2) pada umur 4 minggu anak ayam kembali vaksinasi ND melalui tetes mata, 3) Tepat umur 4 bulan ayam vaksin ND disuntikkan dibawah kulit atau pada otot dan 5) dilakukan pengulangan vaksinasi ND melalui suntikan setiap 6 bulan sekali. Selain pemberian vaksinasi ND untuk mencegah terjadinya serangan penyakit ND juga perlu dipertimbangkan tentang vaksinasi gumboro dan AI. Vaksinasi gumboro berguna untuk mencegah serangan penyakit gumboro.Vaksinasi gumboro dilakukan pada anak ayam berumur 10 hari dan 28 hari. Vaksinasi AI dapat dilakukan bila dipandang diperlukan. Satu lagi vaksinasi yang tidak bisa diremehkan bagi ayam buras yang difokuskan sebagai penghasil telur jangan lupa diberikan vaksinasi Egg Drop Sindrom ( EGD ) diberikan pada saat ayam berumur 16 minggu yaitu sebulan sebelum ayam bertelur.Anak ayam dipisahkan dari induk ayam ditempatkan di kandang indukan mulai umur satu hari sampai anak ayam berumur 3 – 4 minggu . Kandang indukan dapat dibuatkan dalam bentuk boks dengam ukuran 40 cm x 30 cm x 40 cm dilengkapi dengan lampu pijar 40 watt sebagai penghangat. Pada kandang boks dilengkapai dengan tempat pakan dan minum untuk 20 ekor anak ayam. Setelah ayam berumur diatas 4 minggu jumlah ayam harus dikurangi sampai bersisa 10 ekor Bila memungkinkan anak ayam bisa dilepas dikandang umbaran, bila tidak memungkinkan anak ayam dibudidayakan dalam kandang tersendiri Dengan budidaya yang intensif umur anak ayam buras 20 minggu sudah bisa dijual sebagai ayam dara atau bibit calon induk. Untuk bisa menjual bibit calon induk tentunya harus dilakukan seleksi sesuai dengan persyaratan yang sudah dianjurkan sebagai persyaratan bibit calon induk. Seleksi pemilihan calon induk sudah dapat dilakukan pada ayam ayam muda yang berumurf 6 – 8 minggu yaiti dengan melihat perbedaan jantan dan betinanya. Ayam muda betina dapat diseleksi sebagai bibit calon induk dan ayam jantan dapat ditumbuh kembangkan untuk dijual sebagai ayam pedaging atau calon bibit ayam pejantan.Perlengkapan kandang anak ayam yang harus selalu tersedia alat pemanas bagi anak ayam yang terbuat dari lampu pijar atau brooder yang terbiat dari tungku sekam sederhana maupun brooder modern. Alat pemanas harus diatur suhu panasnya disesuaikan dengan ketuhan anak ayam. Secara sederhana dapat mengacu pada sebaran anak ayam didalam kandang brooder yaitu 1) anak ayam menyebar rata dalam kandang berarti suhu dalam kandang sesuai dengan kebutuhan anak ayam, 2) anak ayam berada dipinggir kandang menjauhi tungku/pemanas artinya anak ayam kepanasan dengan sumber panas, 3) anak ayam berada didekat sumber pemanas, anak ayam merasa kedinginan dan 4) anak ayam menggerombol disatu sudut kandang itu artinya anak ayam merasakan ada angin yang terlalu kecang Priwanti – BPPSDMP Kementan Sumber 1. Seri Peningkatan Manfaat Sumberdaya Genetik Ternak UsahaTani Ayam Kampung. Balai Penelitian Ternak Ciawi, Bogor, 2010 2. Kajian Ekonomik dan Pengembangan Inovasi Ayam Kampung Unggul Balkitbangtan ( KUB ) Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2016