Loading...

PEMELIHARAAN ITIK TANPA AIR

PEMELIHARAAN  ITIK  TANPA  AIR
Itik adalah jenis unggas yang sudah sangat familiar terutama masyarakat di perdesaan. Umumnya, hewan yang biasa juga disebut bebek ini, memang hidup tidak jauh dari air sehingga dikenal juga dengan burung akuatik yang sebagian besar berukuran lebih kecil dibandingkan kerabatnya, seperti angsa atau angsa berleher pendek. Anggapan tersebut membuat banyak orang enggan beternak itik karena takut tidak ada air, takut kemarau, jauh dari sungai dan lain-lain. Sebagian masyarakat masih berpikir bahwa beternak itik petelur itu harus ada sumber air yang banyak, harus membuat kolam yang lebar untuk mandi bebek, harus dekat sungai, danau, rawa dan sebagainya. Padahal anggapan tersebut adalah keliru. Dari berbagai pengalaman, beternak itik itu tidak harus menggunakan banyak air, tidak harus membuat kolam. Dengan sistem beternak itik modern, kita bisa mengatasi itu semua. Bahkan berpotensi menaikkan angka produksi telur itik. Salah satu caranya adalah dengan memelihara itik secara intensif atau yang biasa dikenal dengan sistem beternak itik tanpa air. Maksud dari beternak itik tanpa air bukan berarti itik tidak diberi air sama sekali. Namun, penggunaan air sangatlah terbatas. Dalam sistem beternak itik tanpa air, air hanya digunakan untuk minum, mencampur pakan, membersihkan kandang, disinfeksi kandang, atau disediakan terbatas pada kolam yang berfungsi untuk kawin pada pemeliharaan itik yang menghasilkan telur tetas. Metode ini juga sangat cocok diterapkan pada pemeliharaan itik pejantan (pembesaran) atau ternak itik yang bertujuan menghasilkan daging. Pemeliharaan itik tanpa air bisa dilakukan dilahan-lahan pekarangan di rumah keluarga petani ternak itik. Caranya, itik dikandangkan secara intensif atau semi intensif (tidak diumbar). Dengan hidup didalam kandang berarti ada jaminan keamanan itik terhindar dari keracunan pestisida yang kemungkinan masih tersisa di limbah panen. Sedangkan sebagai konsekuensinya petani ternak itik harus mau dan mampu menyediakan pakan yang berkualitas dan minum bagi itik yang ditempatkan pada ember atau tempat minum buatan pabrik. Perkandangan Beralihnya pola pemeliharaan itik tradisional ke pemeliharaan itik tanpa air, kandang merupakan persyaratan utama yang harus disediakan. Kandang yang digunakan pada pemeliharaan itik tanpa air berupa kandang intensif atau semi intensif. Kandang semi intensif berlantai tanah padat, sedangkan bahannya relatif berharga lebih murah. Fungsi kandang sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan dan disediakan halaman umbaran yang berpagar untuk tempat itik bermain. Pemeliharaan itik tanpa air pada itik penghasil telur konsumsi dan pedaging tidak diperlukan kolam, kecuali pada pemeliharaan itik penghasil telur tetas. Kolam hanya diperlukan untuk perkawinan itik secara alami. Kandang harus selalu dalam keadaan bersih dan berventilasi. Kandang yang sehat menghadap ke Timur agar mendapatkan sinar matahari pagi. Kepadatan kandang juga harus diperhitungkan supaya kenyamanan dan kesehatan itik terjaga. Anjuran untuk pengisian kandang mengacu pada pedoman berikut : Jumlah itik yang dipelihara (ekor) = Luas kandang (m2) X 4 Pakan Pakan merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemeliharaan itik tanpa air. Untuk itu, masalah gizi pakan harus mendapatkan perhatian utama. Pakan itik tanpa air harus mengandung gizi pakan terdiri dari karbo hidrat, protein, mineral dan vitamin. 60 – 70 % dari total biaya operasional pemeliharaan itik merupakan biaya pakan. Untuk efektivitas dan efisiensi biaya pakan perlu diperhatikan tata cara pemberian pakan yang dianjurkan : 1) Pakan yang diberikan dalam keadaan segar. Jangan pernah memberikan pakan sisa pakan itik. Sisa pakan itik sudah mengandung racun yang berbahaya untuk kesehatan itik. Jadwal pemberian pakan itik dianjurkan 2 kali sehari pada jam 07.00 pagi dan jam 15.00 dengan peramuan pakan dilakukan setiap waktu menjelang pemberian pakan pada itik; 2) Pemberian pakan itik sesuai umur itik. Pada itik umur 1 minggu diberikan konsentrat, itik umur 2 – 4 minggu konsentrat diganti dengan tepung ikan. Tepung ikan ini dapat dibuat sendiri dari ikan yang direbus kemudian dijemur dan digiling menjadi tepung. Pemberian tepung ikan dicampur nasi kering dan bekatul. Pada umur itik 1,5 bulan untuk 100 ekor itik diperlukan pakan 10 kg dan saat itik berumur 3 bulan pakan yang diberikan harus berkurang untuk 100 ekor itik hanya diperlukan 9 kg pakan. Setelah itik berumur 5 bulan pakan yang diperlukan 15 kg untuk 100 ekor itik. Selanjutnya, yang perlu juga diingat adalah : 1) Pakan yang diberikan harus dalam keadaan agak kering. Artinya, meskipun dicampur air jangan sampai seperti bubur. Selain itik tidak suka pakan seperti bubur juga akan menimbulkan tumbuhnya jamur atau racun yang akan membahayakan kesehatan itik; 2) Orang yang memberikan pakan pada itik jangan berganti-ganti, agar itik tidak stres. Berikan itik air minum secukupnya dan ganti air minum jika keadaannya sudah kotor dan jagalah kebersihan peralatan pakan dan hindarkan tumbuhnya jamur pada peralatan pakan. Semoga dengan menerapkan metode pemeliharaan itik tanpa air, dapat meningkatkan hasil produksi terutama telur sehingga penghasilan peternak itik dapat lebih meningkat dan keluarganya bisa hidup sejahtera (Nang Sriati) Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Bebek https://i0.wp.com/hobiternak.com/wp-content/uploads/2017/11/jntan-mgelang.jpg?ssl=1 https://www.bertaniorganik.com/2016/12/20/ternak-itik-modern-ternak-itik-tanpa-air-strategi-baru-melipat-gandakan-produksi-telur/