Benih kemiri sunan termasuk yang rekalsitran yang tidak tahan lama disimpan, akan tetapi cepat berkecambah (5-8) hari. Setelah dipanen benih perlu segera disemaikan. Sebelum disemai benih dikecambahkan dahulu. Biji untuk benih batang bawah terlebih dahulu harus dikecambahkan. Pengecambahan benih bertujuan untuk menumbuhkan benih yang masih berbentuk biji. Lamanya perkecambahan diperlukan waktu 2-4 minggu.Biji yang baru dipanen kemudian ditiriskan 1-2 hari, kemudian dikecambahkan di media bak pasir atau di media tanah campur pupuk/kompos, atau serbuk gergaji, dalam media yang lembab. Proses pertumbuhan kecambah kemiri sunan diawali dengan pertumbuhan akar tunggang kemudian batang. Pada ketinggian batang 1-2 cm keadaan akar sudah 5-6 cm. Pada saat ketinggian kecambah 1-2 cm, sudah dapat dipindahkan ke dalam polybag pembibitan. Jangan menunggu kecambah berdaun untuk dipindahkan ke polybag. Teknik Pengecambahan dilakukan dengan urutan sebagai berikut: 1) Media kecambah menggunakan tanah top soil/sekam padi/serbuk gergaji. Media dari tanah sebaiknya diayak memakai saringan 1,0x1,0 cm untuk mencegah masuknya gumpalan-gumpalan tanah, serta bersih dari sampah dan sisa perkaran lainnya; 2) Media kecambah harus bebas dari jamur atau sumber penyakit lainnya; 3)Media dimasukkan dalam seedbed berukuran lebar 30 cm, panjang 60 cm, dan tinggi 15 cm; 4)Benih (biji) direndam dalam air selama 24 jam. Benih yang tenggelam kemudian dikecambahkan dalam seedbed (bak perkecambahan), sedangkan benih yang masih mengapung dilakukan perendaman lanjutan selama 4 jam. Benih yang masih mengapung setelah perendaman ulang > 4 jam yaitu benih afkir. Untuk menghindari tumbuhnya jamur, air perendaman dapat diberi fungisida 2%; 5) Benih ditanam dengan cara membenamkan biji yang telah berkecambah di mana arah radikula (calon akar) menghadap ke bawah, ke dalam 1 cm dengan jarak 3x3 cm, sehingga dalam 1 seedbed terdapat 200 biji; dan 6) Setelah biji ditata di dalam seedbed segera ditutup dengan mulsa atau tanah halus dan ditempatkan di tempat terbuka yang aman dari gangguan hewan. Setelah penanaman biji, segera dilakukan penyiraman secukupnya hingga semua media dan biji menjadi basah, tapi hindarkan jangan sampai menggenang. Untuk pemeliharaan selanjutnya dilakukan penyiraman secara rutin untuk menjaga seedbed dalam keadaan lembab. Seleksi kecambah dilakukan sebelum pemindahan kecambah ke polybag. Angkat dan singkirkan semua benih afkir dari seedbed dan dimusnahkan.Ciri fisik benih yang diafkir yaitu:1) Radicula berputar dan sudah tumbuh terlalu panjang; 2) Radicula tidak tumbuh sempurna, kerdil dan kecil; 3) Bentuk radicula yang tidak normal atau rusak; dan 4) Kecambah yang diserang oleh penyakit sehingga radicula busuk dan bercak-bercak berjamur. Pembibitan kemiri sunan sebaiknya memilih persemaian dalam polybag. Pertumbuhan bibit kemiri sunan umunya relatif cepat. Untuk mendapatkan bibit kemiri sunan yang unggul bermutu pilih persemaian terlindung, dengan media tanah campur pupuk kandang (1:1) dengan pemberian perlakuan yang lengkap seperti penyiraman seperlunya dan pemupukan dengan ekstrak pupuk kandang (250 cc/polybag/6 bulan) dan NPK dosis 2,5 g/polybag/tahun. Pemindahan kecambah ke polybag dilakukan segera setelah biji pecah di seedbed seperti gambar 8a. Hindarkan pemindahan kecambah dengan akar yang terlalu panjang. Pemindahan kecambah yang terlambat akan mengakibatkan kerusakan akar kecambah sehingga benih tidak tumbuh dengan normal. Polybag yang digunakan berukuran tebal 0,15 mm, lebar 20 cm, dan panjang 25 cm, berwarna hitam dengan empat baris lubang perforasi berjarak 5 cm. Letak lubang dimulai dari tengah polybag bagian bawah. Gunakan polybag yang telah dilipat bagian bawahnya dengan tujuan agar setelah diisi media, polybag dapat berdiri tegak. Tanah yang digunakan sebagai media tanam sebaiknya diayak terlebih dahulu memakai ayakan dengan ukuran lubang 1,0 cm x 1,0 cm untuk mencegah masuknya gumpalan-gumpalan tanah serta bersih dari bebatuan dan sisa-sisa perakaran. Media tanam yang digunakan menggunakan media campuran top soil, pupuk kandang, pasir atau sekam. Pembenihan yang dilakukan pada musim penghujan, menggunakan media campuran tanah, pasir atau sekam padi dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.Apabila pembenihan dilakukan pada musim kemarau, komposisi media tanam yang digunakan yaitu tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Polybag harus sudah selesai diisi media tanam sebelum pemindahan kecambah. Untuk mendapatkan kepadatan tanah yang stabil, media di dalam polybag harus disiram setiap hari sebelum kecambah ditanam.Cara pengisian dan Penyusunan Polybag: 1) Isi penuh polybag dengan media tanam yang telah dipersiapkan secara bertahap agar kepadatan tanah merata, hindari pemadatan tanah dengan cara menekan kuat ke arah bawah. 2) Guncang polybag pada waktu pengisian untuk memadatkan tanah dan mencegah agar tidak ada bagian yang mengkerut/berlipat karena tidak terisi. 3) Persiapkan bedengan-bedengan datar dengan lebar 120 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi areal, jarak antar bedengan 75 cm sekaligus berfungsi sebagai jalan kontrol dan pemeliharaan. 4) Polybag disusun dengan jarak 24x24 cm antar as pada bedengan. Dalam 1 m2 bedengan areal pembenihan dapat disusun sebanyak 16 polybag. 5) Dibuat parit di sekeliling areal pembenihan untuk membuang kelebihan air dengan ukuran 40x40x60 cm, dan 6) Siram setiap hari sampai media dalam polybag turun 1 cm di bawah permukaan atas polybag selama 3 hari berturut-turut. Penulis: Nanik Anggoro P, SP, MSi ( Penyuluh BBP2TP)Sumber: Peraturan Menteri Pertanian Republik IndonesiaNomor 74.1/PERMENTAN/OT.140/11/2011