Loading...

PEMELIHARAAN PADA TANAMAN KOPI

PEMELIHARAAN PADA TANAMAN KOPI
Keberhasilan dalam mengelola kebun kakao membutuhkan kegiatan rutin yang terencana dalam mengoptimalkan praktek pertanian yang baik seperti panen sering, pemangkasan, sanitasi, dan pemupukan , metode rehabilitasi tanaman lainnya seperti teknik sambung samping dan sambung pucuk khususnya bagi tanaman yang berproduksi rendah atau tidak berproduksi sama sekali dapat diterapkan .Berikut ini merupakan matriks kegiatan manajemen kebun yang di susun sebagai acuan dasar bagi petani kakao, berisikan petunjuk yang menggambarkan kapan kegiatan yang paling tepat untuk dilaksanakan. Hal ini memungkinkan petani untuk mengatur jadwal kerjanya menurut kondisi musim tertentu. Matriks ini hanyalah panduan umum tetapi dapat digunakan oleh petani dalam memperbaharui kegiatan pembudidayaan Kebun kakaonya.Panen Sering. Kegiatan Panen sering harus dilaksanakan sepanjang tahun. Khususnya setiap minggu meskipun ketika produksi buah rendah. Panen sering sangat penting dalam manajemen kebun kakao yang baik yang mana bertujuan untuk memutus siklus hidup PBK (Penggerek Batang Kakao) pada tahap larva. Selama panen sering dilakukan hendaknya tidak merusak bantalan buah di mana bunga buah akan tumbuh kembali, maka lakukanlah panen sering dengan hati-hati menggunakan alat yang tajam dan bersih.Pemangkasan. Kegiatan pemangkasan dilaksanakan pada pohon yang telah dewasa/tua dimana dapat dibagi dalam tiga kategori yakni : 1. Pangkas Berat dilakukan selama musim hujan kegiatan ini dapat dilakukan dua kali dalam setahun, ketika pohon masih memiliki buah dan bunga yang kurang .memangkas bagian tanaman yang tidak perlu guna menjaga keseimbangan tanaman dan meningkatkan kondisi pohon . Pangkas berat jangan dilakukan ketika bunga/bakal buah tumbuh dan berproduksi biarkan bakal buah tumbuh hingga 10 cm, jika pemangkasan tetap dilaksanakan maka bunga atau buah bakal akan berguguran.2. Pangkas Pemeliharaan dilaksanakan empat kali setahun dengan memangkas cabang atau tunas yang tidak perlu seperti pucuk,juga yang tumbuh menggantung serta cabang yang rusak . tipe pemangkasan ini dapat dilakukan kapan saja meskipun pohon sedang dalam masa produksi, 3. Pangkas Pucuk dapat dilakukan kapan saja biasanya dilakukan juga pada saat panen karena cabang ini mengurangi fertilitas tanah dan tentunya perlu dipangkas.Sanitasi. Pelaksanaan Sanitasi dilakukan setelah panen. Dengan membenamkan kulit-kulit buah hingga larva PBK, telur dan pupa tidak dapat menjangkit buah lainnya. Karenanya kulit buah hendaknya dibenamkan atau ditutup dengan plastic guna menghindari berkembangnya hama tersebut. Juga bagi buah yang busuk buah hendaknya dibuang dari kebun kemudian dikuburkan jauh dari kebun untuk menghindari menjangkitnya jamur pada buah atau bagian tanaman lain.Pemupukan. Penerapan Pemupukan harus dilakukan pada permulaan musin hujan setelah kegiatan pemangkasan .tipe pupuk yang digunakan hendaknya sesuai dengan rekomendasi teknis yang dianjurkan oleh Jember ,Seperti Urea 100g,SP 36/TSP 200gr dan KCL 250 g perpohon.Atau 2 karung Urea, 4 Karung SP36/TSP dan 5 karung KCL perhektar perpemupukan. Pemupukan yang tepat dilaksanakan dengan total dosis yang dianjurkan 4 karung urea 8 karung sp36/tsp 10 karung kcl pertahun perhektar pupuk hendaknya di benam pada lubang yang dibuat agar pupuk tidak tersapu ketika hujan tiba .Pemupukan dilakukan untuk menjaga ferilitas dan produktifitas tanaman serta tahan terhadap hama dan penyakitPengeringan. Kegiatan pengeringan hasil panen biji kakao harus dilakukan ketika biji basah telah dipanen kandungan air pada biji kakao hendaknya berkisar 7-8 % , alat pengeringan haruslah bersih dari seperti pasir dan kotoran agar kualitas biji kakao lebih baik.Sambung samping. Kegiatan ini dapat dilaksanakan sepanjang waktu,alangkah baiknya dilakukan pada awal musim hujan dan pohon dalam keadaan flus dan satu hal yang perlu kita perhatikan sebelum melakukan penyambungan pilihlah entries yang sehat dan baik agar pertumbuhannya cepat dan tidak mudah terserang hama penyakitSabung pucuk. Kegiatan ini dapat dilakukan pada pucuk yang berumur 2.5-3 Bulan hal yang perlu diperhatikan adalah pemilihan batang bawah dan atas yang sesuai anjuran teknis dan guna menghasilkan yang terbaik. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP) Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan : 1. Ditjenbun. 2014. Pedoman Teknis Budidaya Kakao Yang Baik (GAP on Cocoa). Kementan. Jakarta2. Limbongan, Jermia. 2013. Prospek Penggunaan Inovasi Perbanyakan Vegetatif Untuk Memacu Peningkatan Produktivitas Tanaman Kakao. BPTP Sulawesi Selatan3. Sumber gambar berasal dari guruilmuan.blogspot.com