Loading...

PEMELIHARAAN TANAMAN KELAPA SAWIT

PEMELIHARAAN TANAMAN KELAPA SAWIT
Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak para petani perkebunan kelapa sawit ingin mengembangkan tanaman kelapa sawit. Untuk mendapatkan keuntungan petani perkebunan kelapa sawit perlunya memperhatikan mulai dari awal pemilihan bibit, syarat pertumbuhan dan khususnya pemeliharaan tanaman kelapa sawit.Pemeliharaan tanaman kelapa sawit sangat mempengaruhi perkembangan tanaman kelapa sawit serta hasil produksi kelapa sawit. Hal ini petani diharapkan melakukan pemeliharaan yang secara intensif dan baik sehingga yang dicapai hasil produksi yang optimal. Adapun pemeliharaan tanaman kelapa sawit yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut;Penyulaman dan PenjaranganJika ada tanaman bibit yang mati harus disulam dengan bibit yang berumur 10-14 bulan, hal ini dimaksudkan supaya tanaman yang utama dengan tanaman yang disulam tidak jauh berbeda kondisi umurnya, makanya perlu disiapkan bibit untuk cadangan penyulaman biasanya 5-10% dari jumlah bibit keseluruhanna, Tanaman mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan, maka waktu penyulaman dilakukan pembongkaran tanaman yang mati dan dilakukan lagi penggalian lobang yang lebih besar, karena lobang terdahulu untuk bibit kelapa sawit umur dibawah 8 bulan. Populasi 1 hektar + 135-145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari, sehingga pertumbuhan kelapa sawit yang ditanam normal berkembangnya dan akan diperoleh keseimbangan penyenaran matahari pada tanaman serta persaingan antara akar tanaman juga seimbang yang semua akan berproses dengan baik yang akhirmya akan memperoleh produksi kelapa sawit yang tinggi dan berkualitas.PenyianganTanah di sekitar pohon harus bersih dari gulma. Gulma merupakan tanaman penggangu yang tumbuh disekitar pohon kelapa sawit, gulma yang paling berbahaya yaitu gulma kelas A seperti bambu, pisang, alang-alang, senduduk, dan sebagainya. Rutin membersihkan gulma yang mengganggu di area pertanaman kelapa sawit, memang hal ini paling sering diabaikan oleh banyak petani perkebunan kelapa sawit karena mereka berpendapat selagi gulma ini tidak menghalangi jalan mereka diareal pertanaman kelapa sawit maka tidak akan dibuang, hal ini merupakan keslahan yang fatal karena gulma tersebut bisa mengambil alih unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit sehingga banyak pohon kelapa sawit yang tidak optimal hasilnya sehingga produksi yang diperoleh para pekebun menjadi berkurang atau dengan kata lain produksi kelapa sawit yang diperoleh menjadi rendah, tujuan kita adalah untuk mendapatkan produksi kelapa sawit yang tinggi dan berkualitas sehingga perlu dilakukan penyiangan gulma secara periodik misalnya 1- 2 minggu sekali.PemupukanInilah salah satu yang menjadi permasalahan umum, karena petani perkebunan kelapa sawit atau pekebun pada umumnya kurang memperhatikan pemuoukan pada tanam kelapa sawitnya, biasanya mereka memupuk jika ada uang sisa aja tanpa ada persiapan yang dilakukan. Harus menjadi perhatian kepada seluruh pekebu / petani perkebunan kelapa sawit bahwa pemupukan itu menjadi salah satu yang wajib dilaksanakan untuk mendapatkan hasil produksi kelapa sawit yang tinggi dan berkualitas.Memang jumlah pupuk yang digunakan dosisnya tergantung dari kesuburan tanah yang ada dilapangan, jika tanahnya subur maka penggunaan tanahnya lebih sedikit bila dibanding tanah yang kurang subur. Secara umum Anjuran pemupukan yang dilakukan para pekebun adalahsebagai berikut :Pupuk MakroUrea 1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 362. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst 225 kg/ha1000 kg/haTSP 1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 362. Bulan ke 48 & 60 115 kg/ha750 kg/haMOP/KCl 1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 362. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst 200 kg/ha1200 kg/haKieserite 1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 362. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst 75 kg/ha600 kg/haBorax 1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 362. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst 20 kg/ha40 kg/haNB. : Pemberian pupuk pertama sebaiknya pada awal musim hujan (September – Oktober) dan kedua di akhir musim hujan (Maret- April).Waktu pemupukan sebaiknya dilakukan pada pagi hari antara jam 7 sampai jam 10 atau sore hari antara jam 15 – 18 ,sehingga penguapan pupuk tidak terlalu besar dan pupuk diharapkan semua terserap oleh akan tanaman kelapa sawit.Ibrahim Saragih/Penyuluh Pertanian PusatSumber : - https://threejoko.wordpress.com