Loading...

Pemeliharaan Tanaman Mangga

Pemeliharaan Tanaman Mangga
Pemeliharaan Mangga Pada Lahan Sawah Tadah HujanLahan sawah dapat juga digunakan sebagai kebun mangga jika dapat mengendalikan air yang banyak, yaitu dengan cara:1. GuludanUntuk mengendaliakan air dan memperlambat aliran air permukaan tanah pada lahan miring, pada musim hujan dapat dibuatkan guludan dari tanah dari batu agar tanah bagian atas yang sangat dibutuhkan tanaman mangga agar tidak terkena erosi sehingga humus yang ada tidak terbawa air hujan. 2. Tabukan Agar akar tanaman mangga tidak tergenang air pada lahan datar yang ditanami padi saat musim hujan, dapat juga dibuatkan tabukan (spot sorjan) dengan ukuran panjang 2 m, lebar 2 m, dan tinggi 2 m sehingga akar tanaman mangga terhindar dari genangan air. 3. PiringanDengan membuat piringan yang berbentuk bulat dengan ketinggian 2 m, diameter 4 m berbentuk piring, maka akar tanaman mangga yang ada di lahan sawah tadah hujan dapat terhindar dari genangan air. Ukuran tersebut dapat disesuaikan dengan luas lahan dan ketinggian air yang ada. Pembuatan lubang tanam dan ajirPembuatan lubang tanam yang baik sedikitnya 3-4 minggu sebelum tanam umtuk memberikan aerasi yang cukup pada lubang tanah, serta mematikan beberapa bibit penyakit yang ada, dan dilakukan pada akhir musim kemarau. Ukuran lubang tanam yang ideal pada lahan yang subur dan gembur adalah 70 cm x 70 cm x 70 cm, sedangkan untuk jenis tanah yang lebih spesifik (padat dan bercadas) dapat dibuat lubang tanam dengan ukuran 100 cm x 100 cm x 100 cm atau lebih. Setelah lubang tanam digali, pisahkan antara tanah galian bagian atas dan bagian bawah. Tanah galian bagian atas diletakkan di sebelah kanan dan tanah galian bagian bawah diletakkan disebelah kiri, kemudian tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang 20 – 40 kg. Jika jarak tanam telah dibuat, sebaiknya dibuatkan ajir yang terbuat dari bamboo/kayu berukuran 100-120 cm yang ditancapkan tepat di tengah lubang tanam agar penanaman benih mangga tampak rapi dan tegak lurus pertumbuhannya. PemupukanPemupukan pada tanaman mangga harus berdasarkan analisis tanah dan jaringan tanaman/daun, umur tanaman, kultivar, dosis, waktu pemupukan, cara dan jenis pupuk yang disesuaikan dengan lingkungan setempat berdasarkan acuan yang ada dan hasil penelitian. Penggunaan herbisida dan pestisidaPenggunaan herbisida yang tidak tepat dapat menyebabkan gangguan pada tanaman. Akibat penggunaan herbisida dalapon yang tidak tepat maka daun mangga akan tergulung dan akibat penggunaan paraquat, daun mangga akan mengalami bercak orange-coklat. Penggunaan pestisida secara berlebihan dan campuran pestisida yang tidak tepat dapat menimbulkan fitotoksisitas pada tanaman mangga. PengairanPengairan merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan produksi tanaman, untuk menjaga tanaman agar tidak kekeringan dan tetap tumbuh baik. Kegiatan ini harus dilakukan sejak penanaman untuk mendorong perkembangan akar dan merangsang ketersediaan hara bagi tanaman. Tanaman mangga dapat tumbuh baik di daerah kering namun air yang cukup, diperlukan untuk pertumbuhan tunas baru, pembentukan bunga dan buah, serta perkembangan buah. Karena itu, pemberian air sesuai kebutuhan tanaman dapat menekan fluktuasi produksi dari tahun ke tahun. Kebutuhan akan air tanah pada tanaman mangga sangat tergantung pada kondisi iklim setempat serta sumber air yang ada di lokasi. Kebutuhan total air tanah dapat diperkirakan dari transpirasi air oleh tanaman dan evaporasi air oleh tanah. Jumlah air yang ditranspirasikan tanaman dipengaruhi oleh kondisi tajuk tanaman. Sementara air yang dievaporasikan oleh tanah dipengaruhi oleh penyinaran matahari langsung ke tanah. Secara matematis, jumlah air tanah yang diperlukan tanaman, khususnya mangga dapat dirumuskan sebagai berikut: V = 0,5 Ep x D2 dimana,• V adalah air yang diperlukan (dalam satuan liter/tanaman/hari);• Ep adalah evaporasi tanaman (dalam satuan mm/hari);• D adalah garis tengah atau diameter lingkaran tajuk tanaman (dalam satuan meter). Sebagai contoh: Evaporasi diukur 6 mm/hari dan diameter tajuk tanaman 4 meter, maka kebutuhan akan air tanah adalah (0,5 x 6 x 42) = 48 liter/tanaman/hari. Cara lain untuk mengukur jumlah air tanah yang dibutuhkan tanaman adalah berdasarkan umur tanaman. Menurut penelitian para ahli, setiap tanaman membutuhkan air tanah sebanyak 240 l/minggu yang diberikan dalam tiga kali (masing-masing 80 liter) dan mencapai jumlah maksimum pada tahun ke-10. Artinya pada umur tanaman setahun, idealnya tanaman memerlukan air tanah 240 l/minggu. Setelah berumur dua tahun, tanaman membutuhkan air 480 l/minggu, sehingga pada tahun kesepuluh mencapai 2.400 l/minggu. Dalam praktek budidaya mangga, umumnya petani hanya memberikan air pada musim kemarau sebanyak 80 l/tanaman, yang diberikan dua kali seminggu. Untuk merangsang pembungaan, jumlah air yang diberikan pada umumnya dikurangi menjadi dua (2) kali seminggu dengan volume 40 - 60 liter/pohon, setelah buah terbentuk penyiraman dinormalkan kembali agar resiko mengecilnya buah dan kegagalan panen dapat dihindari.Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat)Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan