Loading...

PEMELIHARAAN TANAMAN PISANG KEPOK

PEMELIHARAAN TANAMAN PISANG KEPOK
Pisang Kepok termasuk salah satu jenis pisang unggulan di Indonesia, yang dibedakan menjadi Pisang Kepok Kuning dan Pisang Kepok Putih. Pisang Kepok Kuning biasanya untuk diolah dan Pisang Kepok Putih umumnya untuk pakan burung kicau. Dalam budidaya tanaman pisang kepok harus dilakukan pemeliharaan, yaitu beberapa kegiatan setelah tanam agar tanaman tumbuh dan berproduksi dengan baik. Pemeliharaan tanaman pisang kepok, meliputi: pengairan, penjarangan anakan, pemupukan, penyiangan dan penggemburan, pembungkusan buah, pemotongan jantung, pemotongan daun, dan penyanggaan. Pengairan Pada umumnya petani menanam pisang tidak dengan sistem irigasi, tetapi dengan mengandalkan air dari hujan dan jika perlu menyiram dilakukan secara manual dengan menggunakan selang atau gembor. Tanaman Pisang Kepok memerlukan air terutama selama 4 bulan setelah tanam. Jika tidak ada hujan harus disiram secara rutin, dapat dilakukan dengan memberi air ke saluran yang telah dibuat pada barisan tanaman pisang. Penjarangan Anakan Penjarangan anakan yaitu kegiatan mengatur jumlah anakan pohon pisang dalam setiap rumpun agar produksi optimal. Penjarangan dilakukan setelah pohon Pisang Kepok berumur 30 minggu dan sebaiknya dalam satu rumpun tanaman pisang hanya ditinggalkan 1 - 2 anakan (tunas baru) agar berproduksi dengan baik. Kriteria anakan yang dipelihara dipilih yang mempunyai tinggi 20 – 40 cm, pertumbuhan kuncup daun baik, dan tumbuh di luar pohon induk. Penyiangan dan Penggemburan Penyiangan adalah kegiatan membersihkan gulma/rumput dan kotoran lainnya yang dapat mengganggu pertumbuhan pohon pisang kepok. Penyiangan dilakukan secara rutin di sekeliling pohon Pisang Kepok minimal 100 cm. Pembersihan gulma dengan cara menggemburkan tanah agar mudah mengambilnya dan tidak melukai akar. Akar yang terluka akan menyebabkan penularan penyakit tanaman. Penyiangan, penggemburan, dan pembumbunan sekitar pohon pisang dilakukan sekaligus agar akar dan tunas tumbuh lebih banyak. Kedalaman akar hanya 15 cm dari permukaan tanah, maka penggemburan tanah jangan terlalu dalam. Selain gulma, daun pisang yang telah menunjukkan gejala serangan harus dipotong dari pelepah daun dan dikumpulkan, lalu dibakar di suatu tempat agar tidak menjadi sumber infeksi. Setelah selesai, alat-alat pemotong dicuci sampai bersih agar tidak menjadi sumber infeksi. Pemupukan Pemupukan dilakukan untuk menambah unsur hara dalam tanah agar tanaman Pisang Kepok tumbuh optimal dan akhirnya mempunyai produksi tinggi serta berkualitas baik. Pemupukan diberikan setiap 4 bulan sekali sebanyak 4 kali. Pemupukan I dilakukan sebulan setelah tanam dengan menggunakan 150 gram Urea, 100 gram SP-36, dan 200 gram KCl setiap pohon pisang kepok. Selanjutnya pemupukan II, III, dan IV dengan menggunakan 150 Urea, 100 gram SP-36, dan 35 – 450 gram KCl per kali per pohon Pisang Kepok. Cara pemupukannya dengan ditaburkan di larikan yang dibuat mengitari rumpun tanaman sejauh 50 cm dan sedalam 10 – 15 cm, lalu larikan ditutup kembali dengan tanah. Pembungkusan Buah Pembungkusan buah pisang dilakukan untuk mencegah serangan hama dan penyakit pada buah pisang, sehingga mendapatkan kulit pisang kepok yang mulus dan terhindar dari bintik hitam. Pembungkus buah pisang dari plastik polyethilen biru (plastic dursban) dengan ketebalan 0,03 – 0,04 mm, panjang 150 cm dan diameter/garis tengah 85 cm. Plastik ini tidak satu-satunya, tetapi dapat juga digunakan plastik biasa atau karung bekas (bukan bekas obat-obatan atau bahan kimia lainnya). Pembungkusan dilakukan saat seludang pisang pertama belum membuka dan jantung pisang sudah mulai merunduk. Sebelum dibungkus, jantung pisang disemprot dengan insektisida dan fungisida untuk mencegah masuknya serangga saat jantung sudah dibungkus. Cara membungkusnya, pasang plastik dan diikat ke pangkal tandan, upayakan agar seludang atas tidak masuk dalam plastik. Periksa bungkusan buah pisang kepok secara berkala mencegak tersangkutnya seludang yang terlepas agar tidak membusuk di tandan buah. Pemotongan Jantung Jantung pisang dipotong agar penyerapan unsur hara oleh buah pisang berjalan baik. Pemotongan jantung Pisang Kepok dilakukan saat buah pisang sudah kelihatan banyak dan buah yang terakhir kelihatan melengkung ke atas. Caranya, potong jantung pisang 15 – 20 cm dari buah pisang terakhir yang normal. Bekas potongan diolesi bakterisida seperti Agrep untuk menghindari penularan penyakit layu bakteri. Pemotongan Daun Pemotongan daun dilakukan secara rutin terhadap daun pisang yang telah kering dan daun tua yang menguning. Pemotongan daun ini untuk mendapatkan buah Pisang Kepok yang bagus dan tidak pecah. Daun cukup disisakan 6 - 8 batang daun saja. Cara memotongnya harus membentuk sudut 45 derajat dan daun yang dipotong harus dibakar agar tidak menularkan hama dan penyakit. Penyanggaan Penyanggaan adalah menahan pohon pisang dengan bambu/kayu yang dibenamkan sedalam 30 cm ke dalam tanah. Tujuannya agar pohon pisang tidak roboh kaena keberatan batang maupun tantan buah pisang. Tiang penyanggaan diupayakan tidak mengenai buah pisang kepok. Demikian uraian tentang pemeliharaan tanaman Pisang Kepok, untuk mendapatkan pertumbuhan optimal, produksi tinggi dan berkualitas baik. Selamat mencoba. Penulis: Susilo Astuti H. – Pusluhtan. Daftar Pustaka:Acuan SOP Pisang. Pusat Kajian Buah-Buahan Tropika, LPPM, IPB. 2007.Anonim. Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Jagakarsa – Jakarta Selatan: PT Agromedia Pustaka. 2009.