Pemilihan lokasi kebun yang tepat merupakan langkah awal dalam pengelolaan tanaman. Berbagai pertimbangan dalam pemilihan lokasi untuk pertanaman mangga adalah: AgroklimatLokasi untuk kebun mangga yang baik dipilih sesuai dengan syarat tumbuh tanaman mangga agar dapat terjamin pertumbuhan yang optimal dan menghasilkan buah bermutu baik sesuai dengan syarat tumbuh tanaman, dapat dilakukan melalui studi kelayakan lahan. Lahan untuk kebun mangga hendaknya memiliki kondisi agroklimat dengan tipe iklim D, curah hujan 750 - 2.000 mm/tahun, dengan bulan kering (curah hujan kurang dari 60 mm/tahun) 4-5 bulan, dan kecepatan angin kurang dari 10 km/jam. Suhu harian 24-30 0 C, suhu di atas 42 0 C akan menghambat pertumbuhan dan merusak tanaman. TanahJenis tanah yang dikehendaki tanaman mangga adalah tanah lempung, lempung berdebu, lempung liat berdebu dengan pH tanah 5,5 – 8. Lapisan solum tanah cukup tebal, tidak berbatu, dan kandungan bahan organik tinggi. Diusahakan agar lahan tidak berada di bawah lokasi peternakan, bebas residu pestisida dan bahan berbahaya lainnya, serta dekat dengan sumber air. TopografiKetinggian tempat kurang dari 600 m dpl, dengan derajat kemiringan lereng hamparan tidak lebih dari 15%, tidak berbatu ( Penyiapan lahanUntuk membuka lahan baru, perlu persiapan lahan yang terencana dengan baik termasuk infrastruktur jalan kebun untuk memudahkan pengangkutan disaat panen dan bangunan penunjang lainnya (gudang penyimpanan saprodi dan alat-alat, tempat pesemaian, dan gudang pengumpul sementara). Saluran irigasi sangatlah vital bagi tanaman mangga, mengingat tanaman berumur di bawah lima tahun sangat membutuhkan air yang banyak, terutama pada musim kering karena tanaman muda belum baik sistim perakarannya. Kebun mangga harus dibuat sistem drainase yang baik. untuk menghindari genangan air yang berlebihan jika curah hujan melebihi kapasitas dan daya serap tanah, sehingga tanaman tidak terserang busuk akar yang akan menggangu sistem perakaran tanaman yang baru. Pekerjaan persiapan tahap awal dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu:1. Penebangan tanaman besar serta pembabatan gulma;2. Subsoiling (pembajakan tanah) bertujuan untuk membongkar dan mengolah tanah dengan kedalaman 75 cm untuk mendapatkan media perakaran serta memberikan aerasi yang baik untuk media tanah calon kebun mangga;3. Untuk kebun mangga biasanya tidak digunakan Bedding (pembuatan bedengan) karena lahan yang dipergunakan umumnya relatif tanah kering; dan4. Pembuatan lubang tanam dan pemberian ajir agar penanaman tampak rapid dan seragam serta memudahkan perawatan dan pemupukan. Penyiapan lahan untuk berbagai kondisi lahan kebun dilakukan sebagai berikut:1. Lahan miringPada lahan miring digunakan sistem konservasi lahan dengan kemiringan lahan yang masih toleran terhadap pertumbuhan tanaman. Beberapa teknik konservasi lahan yang digunakan untuk penyiapan lahan dengan kemiringan tertentu adalah sebagai berikuta. Kemiringan lahan: 3% - 8%• Penanaman sejajar kontur dengan teras guludan, panjang lereng 300 m;• Penanaman sejajar kontur dengan teras guludan, panjang lereng 500 m. b. Kemiringan lahan: 8% - 15%• Penanaman sejajar kontur dengan teras guludan, panjang lereng 20 m;• Penanaman sejajar kontur dengan teras guludan, panjang lereng 28 m;• Penanaman sejajar kontur dengan teras guludan, panjang lereng 30 m. c. Kemiringan lahan: 15% - 25%• Penanaman sejajar kontur dengan teras guludan dan strip rumput panjang lereng 15 m;• Penanaman sejajar kontur dengan teras guludan, dan strip rumput panjang lereng 20 m. d. Kemiringan lahan: 25% - 30%• Penanaman sejajar kontur dengan strip rumput dan mulsa 6 ton/ha/thn pada teras guludan, panjang lereng 26 m;• Penanaman sejajar kontur dengan strip rumput dan mulsa 6 ton/ha/thn pada teras guludan, panjang lereng 30 m. e. Kemiringan lahan: 30% - 45%• Penanaman dengan teras bangku tradisional, lebar teras 2 m;• Penanaman dengan teras bangku konstruksi sedang, lebar teras 2 m. 2. Lahan sawah tadah hujanLahan ini hanya mengandalkan datangnya hujan sehingga penggunaan air pada musim kering harus seefisien mungkin. Pada musim hujan, air yang berlimpah dapat disimpan dengan membuat embung atau bak penampung sehingga dapat dimanfaatkan pada musim kering. Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat)Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan