Loading...

PEMILIHAN TEKNIK PERBANYAKAN VEGETATIF PADA KAKAO

PEMILIHAN TEKNIK PERBANYAKAN VEGETATIF PADA KAKAO
Perbanyakan bibit Kakao bisa melalui perbanyakan generatif dan perbanyakan generatif. Kakao merupakan komoditas perkebunan yang memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia.Untuk keberhasilan implementasi teknik perbanyakan vegetatif tanaman kakao, perlu dilakukan pemilihan teknik perbanyakan tertentu yang lebih sesuai dan menguntungkan bila dilakukan pada kondisi tertentu.Ada beberapa kelebihan dan kekurangam dari masing-masing teknik perbanyakan vegetatif yang perlu dipertimbangkan pada saat pemilihan teknik perbanyakan misalnya : tanaman asal setek (cutting) lebih cepat berbunga dan berbuah, tetapi bentuknya pendek dan percabangannya rendah sehingga mempersulit pengelolaan kebun. Kelebihannya adalah populasi tanaman yang dihasilkan betul-betul klonal sehingga sangat bermanfaat untuk bahan penelitian dan pengembangan kebun benih. Teknik setek pucuk memanfaatkan potongan bagian pucuk yang masih muda dengan menyertakan bagian daunnya.Pada kondisi di mana ketersediaan bahan tanam berupa entres kurang jumlahnya, maka sebaiknya memilih teknik okulasi karena dengan teknik ini jumlah entres yang digunakan lebih sedikit dibandingkan dengan teknik sambung pucuk.Apabila sasaran rehabilitasi adalah tanaman kakao deasa yang tidak produktif karena umur tua atau karena memang berasal dari klon yang tidak produktif, maka pilihan jatuh pada teknik sambung samping. Kelebihan teknik ini adalah karena pekebun tidak perlu membuat pesemaian baru atau membongkar tanaman tua tersebut, tetapi hanya menyambungkan entres kakao unggul sebagai batang atas pada batang kakao yang tidak produktif sebagai batang baah. Dengan teknik ini, tanaman lebih cepat menghasilkan buah dan disukai petani karena buah yang dihasilkan dari batang bawah selama pertumbuhan batang atasnya masih dapat di panen.Penerapan teknik somatik embriogenesis perlu mempertimbangkan kemampuan SDM petani maupun aparat untuk memahami teknologi ini dan tentunya juga sangat tergantung dari ketersediaan fasilitas penunjang untuk penerapan teknik tersebut. Teknik somatik embriogenesis sebaiknya diterapkan pada usaha pertanian komersial yang memiliki kemampuan SDM dan finansial yang cukup. Dengan diketahuinya cara perbanyakan yang lebih menguntungkan, maka akan diperoleh efisiensi tinggi dalam pengadaan bibit kakao secara masal walaupun dengan menggunakan cara konvensional.Selain dengan vegetatif juga dengan penggunaan klon unggul dan kebun entres. Penggunaan klon unggul ini memerlukan tindakan klonisasi dan perlu diawali dengan tersedianya bahan tanam unggul dalam jumlah cukup serta teknologi klonisasi yang handal. Sedangkan untuk kebun entres merupakan kebun yang disiapkan khusus untuk menghasilkan entres bahkan dapat dijadikan sebagai kebun koleksi klon-klon unggul terpilih. Produk kebun entres adalah cabang plagiotrop yang memiliki umur fisiologis optimum serta jumlah maksimum dalam waktu tertentu. Oleh karena itu teknologi budidaya yang digunakan untuk membangun kebun entres berbeda dengan kebun produksi. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP) Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan :1. Ditjenbun. 2014. Pedoman Teknis Budidaya Kakao Yang Baik (GAP on Cocoa). Kementan. Jakarta2. Limbongan, Jermia. 2013. Prospek Penggunaan Inovasi Perbanyakan Vegetatif Untuk Memacu Peningkatan Produktivitas Tanaman Kakao. BPTP Sulawesi Selatan3. Sumber gambar berasal dari detiktani.blogspot.co.id.