Loading...

PEMROSESAN BEKICOT SEBAGAI PAKAN TERNAK

PEMROSESAN BEKICOT SEBAGAI PAKAN TERNAK
Sumber protein untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam ransum pakan ternak dapat berasal dari nabati dan hewani. Bekicot memiliki kandungan protein yang sangat tinggi sekitar 60% dan juga asam amino yang tergolong cukup lengkap. Cangkang bekicot kaya akan kalsium. Melihat kandungan gizinya, bekicot dapat dimanfaatkan sebagai sumber alternatif protein hewani dalam ransum pakan ternak untuk ternak ruminansia, babi dan unggas. Untuk menjadi pakan ternak, bekicot perlu dilakukan pengolahan. Ada beberapa cara pemrosesan bekicot untuk pakan ternak, antara lain tepung bekicot mentah, tepung bekicot matang/rebus, bekicot segar, silase bekicot, tepung cangkang bekicot. Adapun pemrosesan tersebut, sebagai berikut : 1. Pemrosesan Tepung Bekicot MentahMengolah tepung bekicot mentah sangat sederhana yaitu dengan cara mencuci bekicot dengan air bersih. Setelah di cuci bersih daging bekicot langsung dikeluarkan dari cangkangnya. Selanjutnya daging bekicot dikeringkan dengan cara dijemur dibawah terik matahari selama 4 – 5 hari atau menggunakan oven dengan suhu rata-rata 600C lebih kurang selama 12 jam. Setelah kondisi daging bekicot benar-benar kering, proses selanjutnya adalah menggiling hingga halus. 2. Pemrosesan Tepung Bekicot Matang/RebusBekicot terlebih dahulu dicuci hingga bersih, selanjutnya dilakukan perendaman selama ½ jam menggunakan air garam sambil diaduk. Konsentrasi garam dalam air untuk perendaman bekicot adalah 10%. Setelah selesai perendaman bekicot selanjutnya dicuci dengan air bersih kemudian di rebus. Perebusan dilakukan setelah air mendidih, baru dimasukkan bekicot selama 20 – 30 menit. Selanjutnya keluarkan daging bekicot dari cangkangnya dan dicuci lagi dengan air bersih. Kemudian daging bekicot di cacah dan selanjutnya dikeringkan dengan penjemuran selama 2 hari atau di oven. Setelah kering daging bekicot di giling hingga halus. 3. Pemrosesan Bekicot SegarDaging bekicot segar direndam dalam larutan garam dengan perbandingan 1 liter air dan 75 gram garam dapur selama 15 menit. Selanjutnya daging bekicot di cuci, kemudian dimasukkan ke dalam air mendidik selama 20 menit. 4. Pemrosesan Silase Bekicot Pemprosesan silase bekicot dengan cara: daging bekicot basah yang sudah di giling/di cacah halus di campur dengan tepung singkong kering dengan perbandingan 2 : 1. Selanjutnya difermentasikan selama 14 hari dan di jemur. Silase ini mengandung protein 20%. 5. Pemrosesan Tepung Cangkang Bekicot Cangkang bekicot kering dan bersih dibuat tepung dengan cara dihancurkan/di giling, kemudian di ayak dengan saringan 40 mesh. Tepung cangkang bekicot ini mengandung protein 28%, serat kasar 1%, kalsium 25%, fosfor 0,14%. Oleh karena itu pemanfaatan cangkang sebagai pakan sangat bagus untuk pertumbuhan tulang ternak, sehingga tepung cangkang bekicot dapat dicampurkan dengan tepung daging bekicot. Penggunaan tepung bekicot dalam ransum unggas lebih ekonomis daripada tepung ikan. Dimana jumlah tepung bekicot mentah dalam ransum unggas dapat diberikan ?10% dan tepung bekicot rebus sekitar 15%. Pengembangan bekicot sebagai ramsum pakan ternak untuk memenuhi kebutuhan protein akan memberikan pengaruh yang sangat positif dalam usaha peternakan dan ketersediaan produk bahan pakan lokal di pasar, sehingga kebutuhan protein dalam ransum pakan yang selama ini dipenuhi dari bahan impor dapat dikurangi. Penulis : Mugi Lestari (PP BPPSDMP Kementan) Sumber : Suhardono, 2015. Potensi dan Pemanfaatan Bekicot Sebagai Bahan Pakan Ternak. Balai Besar Penelitian Veteriner, Bogor.