Jagung merupakan salah satu tanaman penghasil karbohidrat selain padi dan gandum. Karena kandungan karbohidratnya itu pula jagung dijadikan sebagai makanan pokok di beberapa daerah di Indonesia. Dalam budidaya jagung memang tidak memerlukan persyaratan khusus pada kondisi tanah. Namun untuk dapat tumbuh dengan baik dan mendapatkan hasil yang optimal, tanaman jagung membutuhkan unsur hara yang cukup selama masa pertumbuhannya. Oleh karena itu, pemupukan sangat dibutuhkan sebagai faktor penentu keberhasilan budidaya jagung untuk menyediakan semua unsur hara yang dibutuhkan. Metode pemupukan yang kita lakukan sangat berpengaruh untuk pertumbuhan dan hasil panen. Jika kita melakukan pemupukan yang tepat, maka panen yang dihasilkan akan optimal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pemupukan adalah waktu, dosis, cara dan jenis pupuk yang digunakan. Waktu Pemupukan Pemberian pupuk dasar Pupuk dasar berfungsi untuk menyiapkan nutrisi bagi tanaman pada fase awal pertumbuhan. Saat berkecambah, jagung menggunakan nutrisi dari biji jagung. Setelah beberapa hari nutrisi dari biji akan habis dan akar mulai berfungsi mencari makanan. Disinilah terjadi proses adaptasi terhadap lingkungan yang biasanya diiringi dengan stres tanaman. Semakin lama stres pertumbuhan akan semakin terhambat. Untuk memperpendek fase stres ini, kebutuhan hara harus tercukupi. Kecupukan nutrisi ini akan meningkatkan daya tahan tanamna saat fase rawan tersebut. Selain itu pupuk dasar juga memacu pertumbuhan lebih cepat dan sehat. Pupuk dasar bisa menggunakan pupuk kandang (kotoran ternak) dengan dosis 2000 kg/ ha, yang diberikan bersamaan dengan proses pengolahan tanah. Selain itu, pemberian pupuk dasar bisa menggunakan campuran pupuk an organik dengan dosis 75 kg urea, 500 kg petroganik, dan 150 kg phonska untuk tiap-tiap hektar. Pemberian pupuk ini dilakukan dengan cara ditugal di samping benih dalam baris tanaman dengan jarak 5 cm. Pupuk yang diberikan disamping masing-masing tanaman ini tujuannya agar menghindari terjadinya kompetisi antar tanaman. Pemupukan Susulan Jagung Jenis Pupuk Jagung Pada umumnya pupuk yang digunakan adalah pupuk tunggal yaitu Urea sebagai pupuk N (Nitrogen), SP-36 sebagai pupuk P (Fosfor) dan KCl sebagai pupuk K (Kalium). Karena sekarang pupuk tunggal KCl sudah tidak tersedia lagi dipasaran, maka untuk pupuk Kalium diambil dari pupuk majemuk NPK. Dosis Pupuk Dosis pupuk tunggal per hektar yang umum digunakan adalah Urea sebanyak 350 Kg, SP-36 sebanyak 200 Kg dan Kcl sebanyak 100 Kg. Pada saat tanaman berumur 7 – 10 HST pupuk yang diberikan adalah Urea 150 Kg/Ha, ZA 50 Kg/Ha, SP-36 200 Kg/Ha, KCl 50 Kg/Ha; pemupukan saat tanaman 28-30 HST adalah Urea 200 Kg/Ha, KCL 50 Kg/Ha. Sedangkan untuk dosis majemuk per hektar pupuk yang digunakan adalah NPK 15:15:15 sebanyak 400 Kg, Urea sebanyak 270 Kg dan SP-36 sebanyak 80 Kg. Pada saat tanaman berumur 7 – 10 HST pupuk yang diberikan adalah NPK 15:15:15 150 Kg/ Ha, Urea 120 Kg/Ha, SP-36 80 Kg/Ha; pemupukan saat tanaman 28-30 HST adalah NPK 15:15:15 250 Kg/ Ha Urea 150 Kg/Ha. Cara pemupukan Pemberian pupuk dilakukan dengan cara ditugal dengan jarak 10 – 15 cm dari batang tanaman. sedalam 5-10 cm, kemudian ditutup dengan tanah. Penutupan lubang tugal berfungsi untuk menjaga hilangnya pupuk akibat hujan atau aliran air, sehingga penyerapan pupuk lebih efisien. Pada pemupukan ketiga (42 – 45 hst) pemberian pupuk dilakukan dengan cara membaca BWD (Bagan Warna Daun) untuk menentukan kebutuhan N (Nitrogen) tanaman atau jumlah pupuk urea yang dibutuhkan. Cara membaca BWD adalah dengan menempelkan daun jagung teratas yang sudah terbuka dengan sempurna, lalu ukurlah tingkat kehijauan daun . Waktu pembacaan yang baik adalah pada sore hari agar tidak terpengaruh oleh cahaya matahari. Jika warna daun hijau kekuningan (skala BWD < 4) maka tanaman perlu dipupuk Urea sebanyak 150 Kg/ Ha; jika warna daun hijau (skala BWD 4-4,5), pupuk Urea yang diperlukan adala 125 Kg/ Ha; jika warna daun hijau gelap (skala BWD > 4,5) maka pupuk Urea yang diperlukan adalah 100 Kg/ Ha. Referensi : https://www.nuansa.web.id/perkebunan/cara-pemupukan-jagung/(diakses 12 Agustus 2019) http://www.gagaspertanian.com/2012/02/cara-tepat-memupuk-jagung.html (diakses 12 Agustus 2019) Penulis : Yusnita W, SP NIP : 198303022006042020 WKPP : Desa Tanggulkundung dan Desa Wateskroyo