Loading...

Penanaman Aren di Lahan Gambut

Penanaman  Aren di Lahan Gambut
Lahan gambut adalah lahan dengan kandungan organik setengah matang yang tinggi. Sebagian besar kandungan organik yang berasal dari bagian-bagian pepohonan hutan itu belum melapuk secara sempurna, sehingga ber pH asam. Lahan gambut juga rentan terbakar di musim kering, karena itu baiknya lahan dibuatkan galang api selebar 7 sd 9 meter di sekelilingnya. Jika tidak memungkinkan membuat galang api, maka pembuatan parit, terutama parit tulang ikan, akan cukup membantu menahan penyebaran api jika terjadi kebakaran. Parit tulang ikan juga bermanfaat untuk menurunkan kadar air tanah yg terlalu lembab. Parit sebaiknya dibuat berpintu air hingga ketinggian air di dalam parit dapat dikontrol. Aren merupakan tanaman yang dapat tumbuh di lingkungan yang berair. Aren biasa tumbuh di tepian rawa-rawa, di persawahan non intensif, maupun di lembah-lembah tepian sungai yang selalu basah di musim hujan. Namun demikian, jika ingin menanam aren di lahan gambut, kita harus memperhatikan keasaman (pH) tanah dan level tertinggi air pada musim air besar. Aren dapat tumbuh pada pH tanah 5 sd. 8. Adapun pH optimalnya adalah 6 sampai dengan 7. Jika lahan kebun pH nya kurang dari 6, maka dibutuhkan usaha menaikkan pH tanah, antara lain dengan usaha pengapuran, misalnya dengan dolomit. Sebagai acuan dasar, untuk menaikkan pH satu digit, maka dibutuhkan dolomit sebanyak 3 ton/hektar lahan. Untuk mengetahui level tertinggi air di lahan gambut, maka lakukan pengukuran ketinggian air pada lahan, 15 menit dan 60 menit setelah hujan deras berhenti, yang dilakukan pada pertengahan musim penghujan. Tancapkan kayu yang aman lalu berilah tanda ketinggian level air dengan cat atau ikatan tali yang tahan cuaca. Persiapan tanam Pada lahan gambut, penanaman aren dilakukan di awal musim kemarau atau saat air sudah surut. Sebelumnya dilakukan pemancangan untuk mengatur jarak tanam. Gali lubang penanaman dengan ukuran 30x30x30 cm. Selanjutnya bahan galian diaduk dengan 200 gram dolomit, 3 kg pukan dan 150 gram pupuk rock phosphat atau TSP. Salanjutnya media tanam tersebut disemprot dengan larutan EM4 dosis 2 cc per liter air secara merata. Masukkan kembali media ke dalam lubang, lalu dibiarkan selama seminggu. Akan lebih baik jika ada hujan dalam waktu seminggu itu. Penanaman Setelah media tanam tersebut dibiarkan selama seminggu, selanjutnya diakukan penanaman bibit aren yang telah disiapkan. Jangan lupa membuang polibagnya. Level atas bola tanah bibit setara dengan level permukaan lahan. Baik juga jika dibuat sistim rorak atau lembah tangkapan air sedalam 6 cm. Selanjutnya tanah dipadatkan sekedarnya agar tanaman tidak miring atau tumbang. Bibit yang dipakai minimal sudah berumur setahun dengan ketinggian 50-60 cm. Ukuran polibagnya minimal 18x23 cm. Bibit yang dipakai haruslah yang sudah terbiasa terkena sinar matahari secara langsung. Biasanya bibit aren yang begini, warna daunnya hijau agak kekuningan. Bibit sebaiknya juga sudah mengalami proses aklimatisasi, yaitu bibit disusun di dekat lahan tanam selama seminggu dan disiram tiap sore hari. Pemungguhan Kita harus perhatikan tanda level air yang dulu dibuat. Level itu tidak boleh lebih tinggi dari level helai daun paling bawah. Jika ternyata level air lebih tinggi, maka wajib dibuatkan pemungguhan, atau menggunakan bibit aren yang lebih besar. Aren tidak mengapa terendam sementara batangnya, tetapi tidak boleh terendam daunnya. Untuk lebih amannya, tentu sebaiknya dilakukan pemungguhan hingga level puncak media pungguhan setara dengan level air saat musim air puncak. Media pungguhan tidak perlu terlalu besar. Diameter puncaknya cukup 50 cm jika ketinggian pungguhan 25 cm. Jika ketinggian pungguhan 50 cm, maka sebaiknya diameter puncak pungguhan ad alah 75 cm. Apabila penanaman bibit aren harus menggunakan pemungguhan, maka langkah-langkah penanaman adalah sebagai berikut : pemancangan – pemungguhan – pelubangan – pengadukan media tanam dengan dolomit, pukan dan TSP – aplikasi EM4, memasukkan kembali ke lubang dan pembiaran seminggu – penanaman. Pada lahan gambut daerah pesisir, sebaiknya dibuat kanal pengatur aliran air secukupnya. Akan lebih baik jika kanal itu berpintu air, sehingga intrusi air laut dapat dicegah. Pada lahan yang tidak dapat dihindarkan dari genangan air pasang laut, penanaman aren kurang dianjurkan. Aplikasi terhadap lahan tanam. Agar pH tanah menjadi normal, tanah perlu ditambah dolomit setiap 6 bulan hingga ph tanah menjadi normal. Untuk membantu proses penguraian bahan organik, perlu aplikasi bakteri pengurai (EM4 dan merk lainnya) yang dilakukan setiap 3 bulan. Cara aplikasi dengan disemprotkan di bawah tajuk daun dan sekitarnya. Aplikasi bakteri pengurai ini baik untuk membantu proses penguraian bahan organik yang belum terurai sempurna, dan akan lebih baik jika dilakukan penyuntikan tanah dengan bakteri pengurai. Empat titik di sekitar piringan tanam ditusuk dengan pipa besi runcing, lalu larutan pengurai disemprotkan sambil pipa diangkat. Dengan demikian proses penguraian bahan organik pada lahan gambut akan lebih dipercepat. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP) . Sumber: http://arenbagus.blogspot.com/2017/04/cara-menanam-bibit-aren-di-lahan-gambut.html Sumber Anonim, 2017. https://arenindonesia.wordpress.com/budidaya-aren/