Teknis penanaman kecambah pada kemiri sunan, tidak berbeda jauh dengan tanaman perkebunan lainnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah: (1) Menyiram media tanam di polybag dengan air sampai jenuh (ditandai dengan air yang mulai mentes dari lubang polybag bagian bawah) sebelum kecambah ditanam; (2)Kecambah yang telah lolos seleksi dibawa menggunakan baki yang beralaskan goni basah yang telah direndam dalam larutan fungisida; (3) Menanam kecambah dengan posisi calon radicula/yang bagian retak menghadap ke bawah. Penanaman kecambah dilakukan sedalam 2 cm di bawah permukaan tanah dan hindari penanaman kecambah yang terlalu dalam atau terbalik. Setelah penanaman kecambah, polybag disiram kembali dengan air secukupnya. Setiap bedengan diberi label yang berisi: tanggal tanam, jumlah benih, asal benih, tanggal rencana seleksi dan tanggal rencana benih siap grafting Sedangkan untuk Teknis penyiraman pembenihan dilakukan setiap pagi dan sore hari sampai media tanam di dalam polybag benar-benar basah. Sebaiknya menghindarkan penyiraman yang berlebihan sehingga menyebabkan genangan air di dalam polybag. Bila malam hari terdapat curah hujan yang cukup, tidak perlu dilakukan penyiraman pada pagi harinya dan penyiraman sore harinya tergantung pada kelembaban tanah di polybag. Bila pagi hari terdapat curah hujan yang cukup, maka tidak perlu penyiraman pada pagi maupun sore harinya. Bila terdapat genangan air yang bertahan di polybag akibat curah hujan yang terlalu tinggi, maka dibuat tambahan lubang pada polybagdengan cara menusuknya menggunakan paku berdiameter 5 mm. Selain penanaman dan penyiraman, aspek lain yang diperhatikan adalah pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit, dan pemupukan. Semua jenis gulma yang tumbuh di dalam maupun di luar polybag di areal pembenihan harus dibersihkan secara rutin dengan cara manual (mencabut) dan tidak diperkenankan menggunakan herbisida. Untuk mencegah serangan hama dan penyakit dilakukan penyemprotan larutan fungisida dan insektisida nabati dengan konsentrasi 10-15 cc per liter air. Bila terjadi serangan yang sporadis, intensitas penyemprotan diintensifkan menjadi setiap hari sampai serangan hama dan penyakit menghilang.Usahakan lokasi pembenihan jauh dari pertanaman singkong karena tanaman ini menjadi inang bagi hama dari golongan acarina. Untuk menunjang pertumbuhan benih, diperlukan pemupukan yang mulai dilakukan setelah tanaman berumur 4 minggu di polybag (bulan ke-2). Adapun dosis dan jenis pupuk yang digunakan dalam pembenihan adalah: bulan ke-1 tidak ada pupuk yang diberikan, bulan ke-2 pupuk yang diberikan adalah urea 5 gram/pohon, Sp-36 10 gram/pohon, KCl diberikan 5 gram/pohon. Bulan ke-3 pupuk yang diberikan sama dengan bulan ke-2 yaitu pupuk yang diberikan adalah urea 5 gram/pohon, Sp-36 10 gram/pohon, KCl diberikan 5 gram/pohon, sedangkan pada bulan ke-4 pupuk yang diberikan adalah urea 10 gram/pohon, Sp-36 15 gram/pohon, KCl diberikan 10 gram/pohon, dosis tersebut rata naik 5 gram dari bulan sebelumnya. Pada bulan ke- 5 pupuk yang diberikan masing-masing naik 5 gram, yaitu urea 15 gram/pohon, Sp-36 20 gram/pohon, KCl diberikan 15 gram/pohon. Seleksi benih pada kemiri sunan dilakukan mulai umur 2 bulan setelah penanaman kecambah di polybag sampai benih siap grafting (umur 34 bulan).Seleksi harus dilakukan secara ketat oleh staf agronomi yang berpengalaman dengan tujuan memastikan bahwa setiap benih yang ditanam yaitu benih yang sehat sesuai standar mutu benih yang telah ditetapkan Cara pelaksanaan seleksi benih yaitu dengan mengangkat dan menyingkirkan semua benih afkir (benih yang tidak sesuai standar mutu) dari bedengan dan memusnahkan semua benih afkir. Beberapa ciri fisik benih yang afkir adalah Daunnya kerdil dan sempit, daun menggulung, jumlah daun kurang, diameter batang kecil, dan tinggi tanaman kurang. Ditulis kembali oleh: Nanik Anggoro Purwatiningsih ( Penyuluh BBP2TP)Sumber: Peraturan Menteri Pertanian Republik IndonesiaNomor 74.1/PERMENTAN/OT.140/11/2011