Loading...

Penanaman Kelapa Sawit di Lahan Gambut

Penanaman Kelapa Sawit di Lahan Gambut
Gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk; oleh sebab itu, kandungan bahan organiknya tinggi. Mengingat ketersediaan lahan kelapa sawit semakin terbatas, maka pengusahaan budidaya kelapa sawit selain di tanah mineral dapat juga dilakukan di lahan gambut dengan memenuhi kriteria yang dapat menjamin kelestarian fungsi lahan gambut. Kreiteria yang diperlukan yaitu: diusahakan pada lahan masyarakat dan kawasan budidaya, ketebalan lapisan gambut kurang dari tiga meter, substratum tanah mineral di bawah gambut bukan pasir kuarsa dan bukan tanah sulfat masam, tingkat kematangan gambut saprik (matang) atau hemik (setengah matang) dan tingkat kesuburan tanah gambut eutropik .a. Ketebalan lapisan gambutTanaman kelapa sawit dapat tumbuh pada lahan gambut yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) Dalam bentuk hamparan yang mempunyai ketebalan gambut kurang dari 3 (tiga) meter; 2) Proporsi lahan dengan ketebalan gambutnya kurang dari 3(tiga) meter minimal 70% dari luas areal yang diusahakan.b. Lapisan tanah mineral di bawah gambutSubstratum menentukan kemampuan lahan gambut sebagai media tumbuh tanaman. Lapisan tersebut tidak boleh terdiri atas pasir kuarsa dan tanah sulfat masam. Lapisan kuarsa di bawah gambut merupakan lapisan mineral yang tidak tercampur dengan tanah liat dan terdiri atas pasir murni sehingga tidak layak untuk budidaya. Sedangkan lapisan sulfat masam merupakan lahan pasang surut yang tanahnya mempunyai lapisan pirit atau sulfidik berkadar lebih dari 2% pada kedalaman kurang adari 50cm di bawah permukaan tanah gambut. Pirit merupakan bahan mineaaral yang berasal dari endapan laut (marine) yang kaya akan beasi dan sulfide dalam keadaan anaerob dan kaya bahaan organikKarakteristik tanah sulfat masam Tanah sulfat masam mempunyai karekteristik:1) Lokasi: kurang dari 5 (lima) meter di atas permukaan laut, umumnya pada sedimen marin, sering dijumpai di kawasan pasang surut2) Tanah:- Warna tanah asal abu-abu tetapi dengan cepat jika tersingkap berubah menjadi kehitaman- Ada bercak warna kuning pada tanah- Ada bau belerang jika tanah diangkat ke permukaan3) Vegetasi: ada vegetasi secara alami seperti purun dan mangrove, sedangkan tanaman lain pertumbuhannya tidak baik4) Air:- Ada warna karat pada air di saluran pembuangan- Air sungai berwarna biru kehijauan c. Tingkat kematangan gambutTingkat kematangan gambut terdiri dari tingkat matang (saprik) , setengah matang (hermik) dan mentah ( fibrik).1) Gambut matang (saprik) yaitu gambut yang sudah melapuk lanjut, bahan asalnya tidak dikenal, berwarna cokelat tua sampai htam, dan apabila diremas bahan seratnya kurang dari 15%.2) Gambut setengah matang (hemik) yaitu gambut gambut setengah lapuk , sebagian bahan asalnya masih bisa dikenali ,berwarna cokelat dan apabila diremas bahan seratnya 15% sampai dengan 75%;3) Gambut mentah (fibrik) yaitu gambut yang belum melapuk , bahan asalnya seratnya masih tersisa;4) Gambut mentah dilarang untyk pengambangan budaidaya kelapa sawit. masih bisa dikenali, berwarna cokelat dan apabila diremas lebih dari 75% d. Tingkat kesuburan gambut Tingkat kesuburan gambut tergolong dalam kategori eutropik yaitu tingkat kesuburan gambut dengan kandungan unsur hara makro dan mikro yang cukup untuk budidaya kelapa sawit sebagai pengaruh luapan air sungai dan/atau pasang surut air laut.. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP).Sumber:1. Pedoman Budidaya Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) yang Baik. Direktorat Jenderal Perkebunan. 2014.. 2. http://idd.wikipedia.org/wlk/Gambut