Loading...

PENANAMAN TANAMAN PELINDUNG PADA TEH

PENANAMAN TANAMAN PELINDUNG PADA TEH
Tidak ada yang tidak mengenal teh selain kopi yang merupakan tanaman penyegar yang sangat disukai oleh semua orang di dunia khususnya di Indonesia. Komoditas teh merupakan salah satu unggulan tanaman perkebunan yang ada di Indonesia, untuk keberhasilan pengembangan teh diperlukan pembangunan perkebunan berkelanjutan. Salah satu indikator penerapan pembangunan perkebunan berkelanjutan khususnya teh dengan penerapan teknik budidaya teh yang baik yang memperhatikan keamanan pangan, lingkungan, kesehatan, dan mutu.Penerapan pembangunan perkebunan berkelanjutan khususnya teh yaitu dengan penerapan teknik budidaya teh yang baik salah satunya yaitu dengan cara penanaman tanaman pelindung untuk tanaman teh sangat penting. Tanaman pelindung untuk tanaman teh ini terbagi menjadi dua yaitu tanaman pelindung sementara dan tanaman pelindung tetap. Adapun penjelasannya sebagai berikut ini :a. Tanaman pelindung sementara1). Tanaman pelindung sementara yang digunakan yaitu jenis Crotalaria sp. dan Tephrosia sp.,dan 2). Dengan menebarkan biji-bijinya sebanyak 8–10 kg/ha diantara barisan tanaman dengan selang 2 baris, dilakukan setelah selesai penanaman teh.b. Tanaman pelindung tetap1). Tanaman pelindung tetap yang digunakan pada dataran rendah (lamtoro (Leucena leucocephala), grevillia (Grevillia robusta), nimba (Azadirachta indica) dan sagawe (Adenanthera macropherma), dengan jarak tanam 10 x 10 meter (100 pohon/ha).2). Tanaman pelindung tetap yang digunakan pada dataran sedang (800-1200 m dpl) yaitujenis grevillia (Grevillia robusta), albasia (Albizia falcata), mindi (Melia azadirach), dengan jarak tanam 15 x 10 meter (67 pohon/ha).3). Tanaman pelindung tetap yang digunakan pada dataran tinggi (>1200 m dpl) yaitu jenis grevillia (Grevillia robusta), lamtoro (Leucena leucocephala), suren (Toona sureni), akasia (Acacia decurens, Acacia merensii), dengan jarak tanam 20 x 20 meter (50 pohon/ha).4). Tanaman pelindung tetap diperlukan setelah tanaman pelindung sementara tidak lagi dapat dipertahankan (2–3 tahun).5). Tanaman pelindung tetap ditanam 1 tahun setelah penanaman teh atau bersamaan dengan tanaman teh. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan :1. Setyamidjaja, Djoehana. 2000. Teh Budidaya dan Pengolahan Pascapanen. Kanisius. Yogyakarta.2. Ditjenbun. 2014. Pedoman Teknis Budidaya Teh Yang Baik (GAP on Tea). Kementan. Jakarta3. Sumber gambar berasal dari mediel.wordpress.com