Peningkatan produktivitas ternak dewasa ini menjadi tuntutan utama seiring dengan pencanangan swasembada daging. Karena itu, deteksi kebuntingan merupakan faktor yang penting di dalam usaha peningkatan produktivitas ternak. Namun sampai saat ini deteksi kebuntingan yang dilakukan memiliki beberapa kelemahan. Antara lain akurasi Gambar. http://www.pertanianku.comyang rendah, bahaya kegagalan kebuntingan yang tinggi, kurang aplikatif bagi masyarakat, dan harga yang mahal.Faktor- faktor yang mempengaruhi kebuntingan adalah: 1) Faktor maternal, umur induk sangat mempengaruhi kebuntingan. 2) Faktor foetal, foetus banyak pada jenis monotocus yang memiliki kebuntingan sigkat. 3) Faktor genetik, genotip berperan dalam kebuntigan. 4) Lingkungan fisik, lingkungan, suhu, musim berpengaruh pada kebuntingan.Kebuntingan pada ternak kambing berlangsung selama 150-152 hari atau ± 5 bulan. Tanda-tanda kebuntingan pada ternak kambing adalah sebagai berikut : 1) Tidak munculnya birahi pada siklus birahi berikutnya. 2) Lebih tenang dan menghindar jika dinaiki temannya. 3) Ambing tampak menurun dan nafsu makan bertambah. 4) Perut sebelah kanan terlihat membesar. 5) Bulu tampak lebih mengkilat (klimis).Pengelolaan induk menjelang melahirkan. Saat melahirkan dan beberapa saat setelah anak dilahirkan merupakan salah satu periode singkat namun kritis bagi pencapaian produktivitas seekor induk kambing. Diperlukan berbagai tindakan persiapan yang mendetail ataupun tindakan pada saat melahirkan maupun setelah dilahirkan untuk terutama mencegah kematian baik induk maupun anak yang dilahirkan. Sehubungan dengan itu, maka kemampuan menduga secara akurat saat melahirkan seekor induk akan sangat membantu keberhasilan manajemen melahirkan secara keseluruhan.Tanda-tanda kambing akan melahirkan. Setelah kandungan berusia kurang lebih 5 bulan, induk kambing biasanya menunjukan tanda-tanda melahirkan cempenya. Tanda-tanda umum adalah sebagai berikut : 1) Ternak gelisah, sering menggaruk-garukan kaki depan ke lantai kandang/tanah sambil mengembik-embik. 2) Vagina berlendir dan memerah disertai dengan mencekungnya pinggul atas. 3) sering memperhatikan bagian belakangnya sambil mengembik. 4) Proses kelahiran biasanya dilakukan dalam posisi induk terbaring.PERSIAPAN KANDANG. 1) Untuk perkandangan yang ada di lapangan pada umumnya tinggi kandang terlalu rendah, hal ini mudah sekali anak kambing yang baru lahir akan di makan anjing atau terperosok, bisa juga terjepit. 2) Lain halnva kandang-kandang yang ada di pedesaan pada umumnya dekat dengan rumah penduduk. Hal ini perlu mendapat perhatian dan pengawasan yang balk, misalnya dalam penelitian jumlah kambing yang akan melahirkan cukup banyak kemungkinan akan serentak dalam melahirkan . Maka hal ini perlu di persiapkan jauh jauh hari, terutama agar kambing tidak terjepit dan tidak di makan anjing . Maka hal ini kita gunakan bahan yang ada, yaitu sampah sebagai alas kandang . 3) Sediakan ruangan kandang tersendiri untuk induk yang bunting dengan penyekat kandang agar : a) . Tidak di ganggu oleh pejantan atau ternak lain b). Pakan tidak di ganggu oleh temak lain c) . Segera mungkin alaskan rumput kering. PERALATAN DAN BAHAN.Untuk selanjutnya kita persiapkan peralatan-peralatan yang di pergunakan pada kambing akan melahirkan antara lain 1) Timbangan 2) Meteran yang terbuat dari kain. 3) Gunting, kapas, sabun mandi 4) Dot susu 5) Obat-obatan (Yodium)BAHAN-BAHAN UNTUK ALAS KANDANG. Bahan untuk sebagai alas kandang bisa kita pergunakan sampah (sisa rumput) yang sudah tidak termakan, terutama lebih baik kita gunakan sampah yang ada di dalam bak makanan (kokopan) . Lalu sampah ini kita keringkan dahulu, kita taruh di tempat yang terhindar dari air hujan. Selain itu bisa juga kita pergunakan karung pelat hijau (karung goni) atau triplek . PEMELIHARAAN. Dalam hal ini untuk menjaga kesehatan induk dan anak yang di kandung maka perlu 1). Menjaga kebersihan kandang, baik lantai maupun kolong kandang. 2) Selain bersih, lantai kandang harus baik dan rapi jangan sampai induk terperosok, sebab akan menyebabkan keguguran. 3) Menyukur bulu domba (bunting muda). 4) Berikanlah pakan yang baik terutama 2 bulan sebelum melahirkan sampai 3 bulan setelah melahirkan. Pakan yang harus di berikan rumput, hijauan kacang-kacangan (Gliricidia / Gamal / Turi, Kaliandra, daun kacang-kacangan) . Makanan tambahan bisa berupa dedak atau ampas tahu.PEMELIHARAAN INDUK DAN ANAK SETELAH MELAHIRKAN. Setelah anak lahir, maka akan segera menyusui pada induknya. Apabila terjadi kesulitan maka perlu untuk segera menyusu . Anak yang tidak menyusu dalam waktu 12 jam setelah lahir, karena induknya mati, harus diberi susu jolong buatan pada hari ke 1 dan ke 2 sebagai pengganti kolastrun (susu jolong) induk. CARA PEMBUATAN SUSU JOLONG. Campurkan secara merata 0,25 - 0,5 liter susu sapi / bubuk dengan 1 sendok teh minyak ikan, 1 butir telur ayam dan setengah sendok makan gula pasir. Berikan secara langsung (di cekok) 3-4 kali sehari. Apabila selama 2 hari anak tidak berak, berikan secara langsung satu sendok teh minyak jarak. Anak yang tidak berinduk dapat di susukan dengan induk yang sedang menyusui anak satu sebagai anak angkat. PEMBERIAN NOMOR TERNAK SEGERA MUNGKIN. Untuk pemberian nomor ternak pada umumnya agak santai sedikit, namun kenyataannya bisa merepotkan bagi teknisi, terutama dalam penimbangan berat badan, selain penimbangan ada pula pengukuran lainnya. Mengenai segera mungkin pemberian nomor ternak adalah untuk mempermudah pencatatan data perekornya. Untuk pemberian nomor telinga biasanya kita pergunakan tato yang lebih aman, namun dalam sementara bisa mempergunakan, seng bekas atau lebih baik kita pergunakan seng Alumunium. Lalu kita buat nomor unit sesuai dengan tahun kelahiran. Sebagai tali pengikat di leher ternak kita dapat mempergunakan ukuran plastik yang paling kecil dan agak lemas, cara pengikatannya agak longgar. ( Ditulis kembali oleh Suwarna Penyuluh Pertanian -BPPSDMP) Sumber :1. balitnak.litbang.pertanian.go.id/index.php (Diakses tanggal 9/11/20162. https://andilsaja.wordpress.com/2011/10/12/kebuntingankelahirandombing/ Diakses,9/11/ 2016.