Penanganan segar buah manggis bertujuan untuk memperpanjang kesegaran dan menekan tingkat kehilangan hasil yang dilaksanakan melalui pemanfaatan sarana dan teknologi yang baik. Manggis merupakan salah satu produk hasil pertanian yang mempunyai sifat mudah rusak (perishable). Kerusakan yang terjadi pada manggis yang telah dipanen, disebabkan karena buah manggis tersebut masih melakukan proses metabolisme dengan menggunakan cadangan makanan yang terdapat dalam manggis tersebut.. Sumber : Google.com Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menambah nilai jual manggis lewat kegitan pasca panen, antara lain : Pembersihan buah manggis Pembersihan manggis bertujuan untuk memisahkannya dari sisa-sisa duri, serasah, dan seludang yang melekat. Pembersihan dapat dilakukan dengan kuas atau sikat, cara membersihkannya pun berbeda dari buah lainnya. Bersihkan manggis dengan gerakan searah dengan sisiknya agar tidak merusak kulit buah. Sortasi dan Penggolongan buah Manggis Sortasi bertujuan memilih buah yang baik, tidak cacat, dan dipisahkan dari buah yang busuk, pecah, tergores atau tertusuk. Juga berguna untuk membersihkan buah manggis dari kotoran, sisa –sisa duri, tangkai dan ranting. Penggolongan bertujuan untuk: a.) mendapat hasil buah yang seragam (ukuran dan kualitas), b.) mempermudah penyusunan dalam wadah/peti/alat kemas, c.) mendapatkan harga yang lebih tinggi, d.) merangsang minat untuk membeli, e.) agar perhitungannya lebih mudah, f.) untuk menaksir pendapatan sementara Pengemasan dan Pengangkutan buah Manggis (Transportasi) Tujuan pengemasan adalah untuk melindungi buah manggis dari kerusakan, mempermudah dalam penyusunan, baik dalam pengangkutan maupun dalam gudang penyimpanan dan untuk mempermudah perhitungan. Syarat Pengemasan untuk buah manggis: a.) alat pengemas harus berlubang, b.) harus kuat, agar buah manggis terlindung tekanan dari luar, c.) dapat diangkut dengan mudah, d.) ukuran pengemas harus disesuaikan dengan jumlah buah. Pada pengemasan buah manggis, kerusakan yang terjadi umumnya adalah kerusakan fisik (pememaran, goresan, retak/ pecah dan luka) dan kerusakan mikrobiologis. Pengangkutan merupakan mata rantai penting dalam penanganan, penyimpanan dan distribusi buah-buahan. Syarat-syarat pengangkutan untuk buah manggis: a.) Pengangkutan harus dilakukan dengan cepat dan tepat, b.) Pengemasan dan kondisi pengangkutan yang tepat untuk menjamin terjaganya mutu yang tinggi, c.) Harapan adanya keuntungan yang cukup dengan menggunakan fasilitas pengangkutan yang memadai. Penyimpanan buah Manggis Penyimpanan manggis dapat dilakukan di dua lokasi yaitu tempat penampungan sementara dan gudang penyimpanan. Manggis yang dimasukkan kedalam tempat penyimpanan sementara adalah manggis yang akan segera dijual ke pasar sedangkan manggis yang berada di gudang penyimpanan harus dilakukan tahap sortasi dan pengemasan terlebih dahulu. Penyimpanan manggis juga dapat memperpanjang daya guna dan memperbaiki mutunya karena buah yang sudah masak dapat menghasilkan gas etilen yang membuat manggis lain yang belum matang menjadi matang. Pemasaran Komoditas yang segar dan berkualitas tentu akan membuat harganya tinggi apalagi diiringi dengan kegiatan pengemasan yang menarik. Bergabung dengan komunitas yang mewadahi petani buah-buahan juga merupakan langkah yang tepat karena usahamu akan memiliki jaringan pemasaran yang kokoh Masalah pemasaran adalah tahap paling penting dari seluruh proses pasca panen karena tahap inilah yang menentukan berhasil tidaknya suatu bisnis.. Sumber : H. Rahmat Rukmana.2010. Pasca Panen Manggis. Kanisius Badan Litbang.2010. Penanganan Pasca panen Manggis http://jawa barat.litbang.pertanian.go.id/ Penulis : Iman Priyadi, SP (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id