Loading...

Penanganan Pascapanen Semangka

Penanganan  Pascapanen Semangka
Semangka (Citrullus lanatus) masuk dalam suku Cucurbitaceae yang merupakan tanaman rambat yang cocok ditanam di daerah tropis dan subtropis. Buah semangka merupakan buah yang memiliki rasa yang segar, manis dan memiliki kandungan air cukup tinggi. Hal inilah yang membuat semangka sangat di gemari oleh seluruh masyarakat. Semangka juga memilik kandungan gizi dan manfaat yang sangat banyak bagi tubuh, berperan menjaga kesehatan dan metabolisme tubuh. Indonesia sebagai sentra budidaya semangka terdapat di Provinsi Jawa Barat (Karawang dan Indramayu), Jawa Tengah (Magelang), DI Yogyakarta (Kulon Progo), dan Jawa Timur (Malang dan Banyuwangi). Semangka tumbuh baik pada ketinggian 1-400 m dpl di tanah gembur berpasir yang kaya akan bahan organik dengan pH tanah 6,5-7,2. Produksi semangka di Indonesia secara umum mengalami peningkatan dari tahun ke tahun Namun, produksi tersebut sepenuhnya tidak dapat dimanfaatkan mengingat masih tingginya kehilangan hasil dan penurunan mutu semangka karena kurang baiknya penanganan pascapanen. Kehilangan hasil dan penurunan mutu tidak terlepas dari cara penanganan panen dan pascapanen yang baik dan benar Teknik Penanganan pascapanen buah semangka meliputi tahap, antara lain: Pengumpulan Tahapan pelaksanaannya adalah: a) Tempat pengumpulan harus terlindung dari hujan serta diberi alas terpal untuk menghindari kontaminasi; b) Proses pengumpulan dilakukan di lahan produksi); c) Penumpukan buah dilakukan maksimum 4 (empat) lapis. Buah yang sudah dipanen sebaiknya dimasukkan dalam keranjang yang ukurannya tidak terlalu besar agar memudahkan dalam pengangkutan ke tempat pengumpulan sementara. Pembersihan dan Sortasi Kegiatan ini walaupun pada kenyataannya merupakan dua kegiatan yang berbeda, namun acapkali dilakukan secara bersamaan. Ada yang melakukannya di kebun ataupun di bangsal kemas tergantung pelaku usahanya. Tujuan dilakukan sortasi adalah mendapatkan semangka yang baik untuk di pasarkan. Prosedur pelaksanaan sortasi sebagai berikut: 1) Pekerja dengan menggunakan sarung tangan memisahkan buah yang sempurna dan bentuknya simetris, dari kotoran, dan buah yang cacat karena hama dan penyakit, terkena noda getah, atau mendapat kerusakan mekanis (memar/pecah/tertusuk); 2) Buah yang terpilih dipisahkan tersendiri; 3) Kotoran lapang dan buah yang tidak terpilih segera dikeluarkan dari tempat penanganan Pengkelasan Kegiatan mengelompokkan buah semangka berdasarkan kriteria mutu yang ditentukan: 1) Buah yang terpilih ditimbang sesuai dengan ukuran, atau standar mutu yang ditetapkan; 2) Menguji sampel untuk mengetahui kadar gula dengan menggunakan refraktometer; 3) Mengelompokkan semangka berdasarkan grade/standar kelas yang digunakan. Salah satu standar kelas mutu semangka yang telah dibakukan adalah berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Semangka 7420-2009. Pelabelan Pelabelan merupakan kegiatan menempelkan label/stiker pada buah semangka. Tujuannya untuk menunjukkan identitas produk (jenis, jumlah, berat, saat masak, dan nama produsen). Label ditempatkan pada kotak kemasan dan diberi sticker kecil yang ditempatkan pada buah sebagai identitas kelas buah dan produsen. Secara umum petunjuk pelabelan ini juga dinyatakan dalam SNI Semangka: 7420-2009. Pengemasan Pengemasan merupakan kegiatan penyusunan produk dalam suatu kemasan sesuai dengan permintaan pelanggan. Pengemasan bertujuan untuk melindungi produk terhadap kerusakan, meningkatkan daya tarik, menambah nilai ekonomis dan menekan tingkat kerusakan hasil. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan materi/bahan pengemasan yaitu terbuat dari bahan yang aman untuk pangan (food grade), mampu melindungi produk yang dikemas, memiliki sirkulasi udara yang baik, dan menambah daya tarik pembeli. Bahan kemasan semangka dapat berupa boks karton, keranjang plastik, maupun peti kayu. Di bawah ini contoh kemasan yang terbuat dari box karton Penyimpanan Penyimpanan merupakan proses penundaan pemasaran buah sementara waktu pada suatu tempat yang dapat melindungi buah dari berbagai macam kerusakan. Penyimpanan bertujuan menjaga kualitas buah, kontinuitas ketersediaan produk, dan mengatur strategi pemasaran agar harganya dapat stabil. Lokasi penyimpanan semangka harus berada pada gudang atau ruang penyimpanan yang bersih, kering, bebas hama gudang, dan berventilasi baik. Akan lebih baik jika ruang penyimpanan memiliki fasilitas berpendingin seperti cold storage atau coolroom yang salah satunya memanfaatkan AC. Jika semangka telah dikemas dalam box karton atau keranjang plastik, maka kemasan disusun secara vertikal maksimal 5 tumpukan. Namun jika semangka disimpan dalam bentuk curah tanpa pengatur suhu, maka tempat penyimpanan diberi alas jerami kering setebal 10-15 cm. Lalu buah semangka disusun sebanyak 4-5 lapis dan setiap lapis diberi jerami kering. Apabila akan dijual maka buah semangka dikeluarkan dari gudang dengan mempertimbangkan prinsip FIFO (First In First Out). Suhu yang direkomendasikan dalam penyimpanan adalah 4,°C dan kelembaban udara 80-85% jika disimpan pada suhu dingin. Perlakuan lain yang dapat digunakan adalah dengan teknologi atmosfir terkontrol, yaitu dengan mengatur kadar O2 dan kadar CO2 Pengangkutan Pengangkutan merupakan titik kritis dalam alur penanganan pascapanen. Tahap ini sangat menentukan mutu semangka selanjutnya karena pada tahap ini rentan terjadi kerusakan mekanis akibat benturan antar semangka. Hal ini perlu mendapat perhatian serius dari pelaku usaha terutama jika sarana infrastrukutur jalan yang menghubungkan antara lokasi kebun dengan lokasi pengumpulan sementara cukup jauh dan bergelombang. Pengangkutan dapat menggunakan kendaraan roda dua, tiga, atau mobil tergantung jarak dan kebutuhan. Semangka kemudian dikumpulkan dalam bangsal pascapanen Susi Deliana Siregar Daftar Pustaka: Panduan Pasca Panen Semangka, 2014, Direktorat Budidaya dan Pasca panen Buah Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian