Loading...

PENANGANAN PENYAKIT TANAMAN KEDELAI KARENA KAHAT NITROGEN (N)

PENANGANAN PENYAKIT TANAMAN  KEDELAI  KARENA KAHAT NITROGEN (N)
Tanah merupakan media tumbuh alami yang memberikan makanan (unsur hara) untuk perkembangan hidup tumbuh-tumbuhan (tanaman). Oleh karena itu, perlu diperhatikan kualitas tanah agar produktivitas tanaman tidak terganggu dengan memperhatikan unsur-unsur hara.Tanaman kedelai dapat tumbuh baik jika Gambar :http://kesuburankelasb.blogspot.co.iddreanase dan aerase tanah baik, untuk dapat tumbuh subur kedelai menghendaki tanah yang subur, gembur, serta kaya akan bahan organik. Pada akar terdapat bintil-bintil akar yang berkoloni dari bakteri Rhizhobium japonicum yang terbentuk di akar, yang dapat mengikat N, bersimbiosa dengan tanaman. Tanah yang dapat ditanami kedelai memiliki air dan hara tanaman untuk pertumbuhannya cukup. Serapan unsur P oleh tanaman juga dipengaruhi oleh adanya unsur N. Pemberian unsur P yang dikombinasikan dengan N dapat meningkatkan serapan P oleh tanaman.Tanaman kedelai memerlukan unsur P dalam setiap masa pertumbuhannya.Tanaman kedelai membutuhkan nitrogen (N) yang tinggi karena nitrogen (N) dalam kedelai mengandung 40% protein. Penyakit pada tanaman kedelai, selain disebabkan oleh jamur, bakteri, virus, dan nematoda patogen tanaman yang merupakan kelompok penyakit biotik, terdapat juga yang disebabkan oleh penyakit abiotik, yaitu kahat unsur hara. Meskipun jenis penyakit karena faktor abiotk tidak menular dibandingkan dengan jenis penyakit biotik, namun kerugian yang ditimbulkannya cukup tinggi. Oleh karena itu, pengetahuan akan beragam penyakit tanaman kedelai karena faktor abiotik perlu diketahui sebagai upaya pencegahan dan pengelolaan penyakit tersebut. Penyakit karena kahat hara antara lain kahat nitrogen (N) penyakit ini akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman kedelai.Penyakit karena kahat nitrogen ini dapat memberikan kerugian hasil panen kedelai. Dengan demikian perlu mengetahui penyakit kahat nitrogen mulai dari penyebab sampai dengan pengelolaanya.Penyebab. Kekurangan hara nitrogen (N) di dalam tanah, disebabkan oleh tanaman kedelai yang ditanam pada kondisi padat dan tergenang, tanah yang kering, jumlah besar sisa-sisa tanaman yang berkadar nitrogen rendah, tanah berpasir, pemupukan yang kurang dan pencucian karena air hujan, Selain itu, penyebabnya adalah penodulan pada akar yang buruk akibat tidak tersedianya inokulum di dalam tanah serta tanah dalam kondisi basah dan suhu tanah yang dingin. Kahat nitrogen terjadi juga karena kandungan N di dalam tanah yang rendah, terbatasnya kelembaban tanah, dan kahat hara Mo. Kahat juga dapat disebabkan oleh nematoda kista kedelai atau nematoda lainnya, busuk akar, atau kahat Mo. Gejala penyakit. Gejala penyakit kahat nitrogen pada daun berwarna hijau pucat kemudian daun menjadi berwarna kuning di bagian tepi daun dan bagian bawah daun berwarna hijau pucat. Gejala mulai tampak dari daun bawah, yang menular ke daun di atasnya dengan cepat. Hal ini karena nutrisi yang berada di daun bawah akan bergerak ke daun yang baru untuk memelihara pertumbuhan yang baru. Pengelolaan. Pengelolaan yang baik diharapkan dapat mencegah dan mengatasi penyakit kahat hara nitrogen (N) sebagai upaya menghasilkan produktifitas tanaman kedelai yang baik dan meningkatkan hasil panen. Pengelolaan yang dapat dilakukan sebagai upaya penanganan penyakit kedelai karena kahat hara nitrogen (N) adalah : 1) Lakukan pemantauan gejala penyakit di lahan pertanaman kedelai secara terus-menerus dan berkala untuk mendeteksi secara dini dan memutuskan pengelolaannya; 2) Lakukan perbaikan saluran irigasi khususnya pada tanah berat untuk menghindari terjadinya penggenangan apabila hujan; 3) Lakukan pemberian pupuk nitrogen sesuai kebutuhan (46% nitrogen); 4) Gunakan varietas kedelai yang toleran kahat nitrogen apabila tersedia; 5) Lakukan penginokulasian tepung darah, tepung ikan, tepung kedelai, atau tepung emulsi ikan; 7) Lakukan pengelolaan penyakit secara terpadu dengan memadukan beberapa cara di atas yang sesuai. Pencegahan dan pengelolaan penyakit perlu dilakukan untuk secepatnya menyelematkan hasil tanaman kedelai, terutama dengan diterapkannya pengelolaan penyeakit secara terpadu.(Penulis : Suwarna Penyuluh Pertanian –BPPSDMP)Sumber :1. Loekas Soetanto. 2015. " Kompendium Penyakit-Penyakit Tanaman Kedelai", PT Bumi Aksara , Jakarta2. http://kesuburankelasb.blogspot.co.id/2010/10/unsur-hara-dan-fungsinya-pada-tanaman.html (Diakses tanggal 9/11/2016)