Pala di Indonesia cukup pesat perkembangannya, karena selain kebutuhan pala untuk bumbu masak sekarang banyak yang memproduksi pala untuk dikembangkan sebagai bahan obat-obatan.Pala (Myristica fragans Houtt) merupakan tanaman asli Indonesia, yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Prospek pengembangan agribisnis pala cukup cerah, karena peluang pasarnya makin terbuka dan cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun dengan tingginya permintaan bibit/benih bermutu. Pembibitan pala berasal dari biji (perbanyakan generatif) maupun setek atau sambung (perbanyakan vegetatif) biasanya menggunakan media bedengan atau polibag. Keberhasilan usaha tani tanaman pala ditentukan oleh faktor penggunaan bibit yang baik. Pada dasarnya perbanyakan tanaman pala dapat dilakukan dengan cara perbanyakan dengan biji. Biji yang diperoleh dari pohon induk yang memenuhi persyaratan adalah sebagai berikut : Sehat, Bentuk mahkota piramid atau silindris, Berumur ? 15 tahun, Percabangan teratur, dan Bebas hama penyakit.Persiapan Benih. Biji pala yang akan digunakan sebagai benih harus memenuhi beberapa syarat antara lain yaitu : 1) Harus berasal dari pohon induk terpilih, biji segar, matang panen berwarna coklat muda dan tertutup penuh dengan seludang fuli berwarna merah, 2) Biji yang kering berwarna coklat tua sampai hitam mengkilap dengan bobot minimal 50 gram/biji, serta tidak terserang hama dan penyakit. Setelah pemetikan haruslah disemaikan dengan selambat-lambatnya ± 24 jam, dan 3) Pesemaian, dilakukan untuk menciptakan suatu kondisi yang paling baik agar benih dapat berkecambah dengan baik serta aman dari serangan hama dan penyakit.Persiapan pesemaian. Menyemai bibit dilakukan dengan dua cara yaitu menyemai dalam polibag dan menyemai pada bedengan, sesuai dengan tempat semai yang telah disiapkan.Tempat semai dalam polibagTempat semai dalam polibag mempunyai beberapa kelebihan, yaitu pada waktu bibit dipindahkan ke kebun tidak mengalami terhentinya pertumbuhan, sehingga tingkat kematian bibit relatif rendah. Cara menyiapkan tempat semai benih pala dalam polibag adalah sebagai berikut : Siapkan polibag berdiameter antara 10-15 cm, kemudian dilubangi dibagian dasarnya, Siapkan media semai berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1, Masukan media kedalam polibag hingga cukup penuh, lalu disiram dengan air hingga cukup basah, dan polibag yang telah diisi media semai disimpan ditempat yang rata secara teratur atau berjajar membentuk bedengan.Tempat semai berupa bedenganMembuat bedengan sebagai tempat semai dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :Memilih lahan pesemaian yang strategis, yaitu dekat dengan sumber air dan jalan, lahan terpilih dibersihkan dari rumput-rumput liat dan kerikil, Tanah yang akan dipakai untuk penyemaian harus tanah yang subur dan gembur, tanah diolah atau dicangkul sedalam 30 cm, dan di buat bedengan persemaian ukuran lebar 100-200 cm, tinggi 30 cm, jarak antara bedengan 60-80 cm, dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan. Menyemai biji. Menyemai biji pala dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu menyemai benih pala dalam polibag dan menyemai pala dalam bedengan, tergantung pada tempat semai yang telah disiapkan.Cara menyemai bibit pala dalam polibag. Menyemai bibit pala dalam polibag dapat dilakukan dengan cara : Mula-mula dengan telunjuk dibuat lubang-lubang kecil dan dangkal, butir biji pala dimasukan ke dalam media semai sedalam 1 cm, sambil ditutup dengan tanah tipis, dan polibag yang sudah berisi bibit tanaman harus diletakkan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari atau diletakkan berderet-deret dan diatasnya diberi atap pelindung berupa anyaman daun kelapa/jerami dengan ukuran tinggi 2 x 1 m, maksud pemberian peneduh ini adalah agar pesemaian hanya terkena sinar matahari pada pagi sampai menjelang siang hari dan pada siang hari yang panas terik pesemaian terlindungi oleh peneduh.Cara menyemai bibit pala pada bedengan. Menyemai bibit pala pada bedengan dapat dilakukan dengan cara : Membuat lubang atau larikan dengan jarak ukuran 15 x 15 cm, letakan benih dengan tidak terbalik, yaitu jalur putih berada pada bagian bawah,biji yang baik untuk berkecambah memerlukan waktu 4-8 minggu, perkecambahan biji dapat dipercepat menjadi 1-2 minggu apabila diberi perlakuan pemecahan kulit/batok pangkal biji, sehingga retak/terbelah/mengelupas dengan tidak merusak daging bijinya, dan biji yang tidak berkecambah segera disingkirkan. Media semai disiram terutama jika tidak turun hujan.Pemeliharaan pesemaian. Pemeliharaan persemaian dilakukan dengan cara : pemeliharaan dalam polibag terutama adalah menjaga agar media tumbuh tetap bersih dari gulma dan menjaga media tumbuh dalam keadaan tetap basah, namun tidak tergantung air dan bibit muda dipersemaian perlu dipelihara secara intensif selama 8-12 bulan. Perlakuan penyiraman dilakukan dua kali sehari.Untuk menjawab kebutuhan bibit pala, pembibitan pala dapat dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Perbanyakan secara generatif akan menghasilkan tanaman pala yang berkualitas. Proses penyiapan benih, pesemaian, semai biji dan pemeliharaan pesemaian sangat menentukan keberhasilan perbanyakan bibit, untuk itu semua proses harus diperhatikan dan dilakukan dengan baik. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan :1. Hadad M, dan Auzay Hamid. 1990. Mengenal Berbagai Plasma Nutfah Pala Di DaerahMalukuUtara. Dalam Prosiding Simposium I Hasil Penelitian dan Pengembangan Tanaman Indrustri (Puslitbang Tanaman Indrustri).2. Rukmana R. 2004. Usaha Tani Pala. CV Aneka Ilmu, Semarang.3. http://www.bestbudidayatanaman.com/2012/12/budidaya-pala-dan-budidaya-tanaman-pala.html4. Sumber gambar berasal dari BBPPTP Ambon.