Loading...

PENANGKARAN BIBIT RUSA YANG BAIK

PENANGKARAN BIBIT RUSA YANG BAIK
Rusa merupakan hewan pemamah biak (ruminan) yang termasuk famili cervidae. Satwa yang masih tergolong liar ini cukup produktif karena dapat bereproduksi setiap tahun serta mempunyai tingkat produksi yang tinggi. Hewan yang terkenal dengan tanduknya yang bercabang-cabang ini, juga memiliki potensi nilai ekonomi atau komersial yang cukup menjanjikan karena rusa dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam tujuan. Diantaranya; sebagai penghasil daging; kulit dan tanduk; tanduk muda (velvet) yang sudah dikeringkan dengan harga serta permintaan yang semakin tinggi, dan sebagainya.Disamping itu, persentase dan berat karkas hewan yang sangat terkenal dengan larinya yang kencang ini, juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan satwa-satwa yang lain pada umumnya.Bobot rusa umumnya berkisar 30-250 kilogram. Mereka umumnya memiliki keluwesan, badan kompak dan panjang, kaki kuat cocok untuk medan hutan kasar. Rusa juga pelompat dan perenang yang handal. Sebagai hewan ruminansia, rusa memiliki empat bilik perut. Rusa juga dikenal mempunyai daya adaptasi yang tinggi dengan lingkungannya, kendatipun lingkungannya tersebut dengan kondisi terbatas. Sehingga, penangkaran rusa relatif mudah untuk dilakukan.Satwa rusa dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam peningkatan pendapatan, khususnya masyarakat sekitar hutan. Caranya, melalui pengembangan penangkaran atau budidaya, karena produk yang dihasilkan rusa semuanya memiliki nilai ekonomi dan permintaan pasar yang kuat. Lebih dari itu, rusa juga mempunyai nilai estetika yang spesifik karena tanduknya bercabang-cabang sehingga dapat dijadikan satwa peliharaan untuk kesenangan maupun sebagai satwa pajangan dalam taman terutama untuk rusa totol (Axis axis) dan rusa timor (Cervus timorensis).Populasi rusa cenderung mengalami penurunan di habitatnya alam bebas. Ini dikarenakan masih terjadinya perburuan liar. Agar tidak punah dan sekaligus mengembangbiakan rusa secara optimal dan berkelanjutan maka perlu dilakukan penangkaran.Penangkaran rusa dapat dilakukan dengan dua cara. Cara itu adalah skala kecil dan skala besar. Untuk skala kecil, dengan menggunakan beberapa model kandang, seperti kandang kambing. Cara ini cocok untuk masyarakat yang lahannya terbatas. Untuk penangkaran skala besar dapat dilakukan dengan sistem ranch, yaitu rusa dilepas pada areal terbuka yang dipagari sekelilingnya. Pada sistem ranch, luas areal minimal 1 ha dengan jumlah rusa sekurang-kurangnya 10 individu. Dalam pembangunan penangkaran yang perlu diperhatikan komponen seperti kandang, pakan, air dan naungan dengan penataan yang baik.Seperti usaha peternakan yang lainnya, pemeliharaan rusa harus dengan tata laksana yang baik. Tata laksana ini, selain tergantung dari jenis ternak yang dipelihara, juga dipengaruhi oleh tingkah laku hewan yang dipelihara. Rusa mempunyai tingkah laku spesifik dan berbeda dengan ternak ruminansia lainnya sehingga akan mempengaruhi farming system (sistem pemeliharaannya). Untuk itu, perlu teknologi penanganan yang khusus.Hal yang utama dalam penangkaran adalah bibit yang baik. Bibit dapat diperoleh dari beberapa sumber. Antara lain dari : hasil penangkaran, hasil sitaan, penyerahan masyarakat dan lembaga konservasi. Sumber bibit haruslah memenuhi syarat legalitas. Semua rusa yang akan dijadikan bibit, sejak dalam penangkaran harus terlebih dahulu mendapatkan pengesahan dari Balai KESDA. Peraturan ini berlaku untuk semua calon bibit, sehingga yang berasal dari penangkaran harus dilengkapi dokumen-dukumen yang mendukung keabsahan asal bibit rusa tersebut. Untuk kemudahan dalam pengembangan selanjutnya, bibit disarankan sudah berstatus anak yang dihasilkan dalam penangkaran dari perkawinan yang keduanya dan seterusnya.Bibit rusa yang baik harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu: a) memiliki prilaku yang tenang; b) tingkat pertumbuhan paling tinggi selepas sapih; c) mempunyai konversi pakan terhadap pembentukan jaringan otot yang paling kecil; d) pejantan memiliki fase pertumbuhan ranggah keras yang cepat dengan bentuk ranggah yang masif/kokoh; f) postur jantan tegap dengan area pedagingan sangat jelas terjadi di daerah paha.Semua jenis induk berstatus F0 dan F1 harus dijaga kemurniannya. Agar keragaman genetik terjaga, maka pengembangbiakan satwa pada awal penangkaran dilakukan dengan jumlah pejantan minimal dua ekor. Untuk pendekatan produksi baru dapat dilakukan persilangan antar jenis pada turunan F2 dan seterusnya. Untuk semua produk hasil persilangan tidak boleh dilepasliarkan atau dikembalikan ke lembaga konversi/penangkar.Bibit unggul yang layak dijadikan pejantan yaitu setelah memasuki fase pertumbuhan ranggah keras kedua (diatas umur 30 bulan). Sedangkan betina dapat dijadikan bibit setelah umur 15 bulan. Pejantan dapat digunakan sebagai bibit unggul dapat mencapai umur 12-13 tahun dan betina sampai umur 10-12 tahun.Untuk calon pejantan sebaiknya fase pertumbuhan ranggah keras yang sama. Sedangkan selang perbedaan umur diantara kelompok betina sebaiknya antara 2-3 tahun. Sedangkan perbedaan kelompok umur pejantan dan betina antara 1-3 tahun dimana yang jantan lebih tua. Dengan cara pemilihan bibit yang selektif sesuai kriteria maka hasil yang diperoleh akan sesuai dengan diharapkan (Inang Sariati). Sumber:file:///F:/Rusa%20bahan%20cyber/rusa-sebagai-hewan-ternak-1.htmhttps://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Kawanan_Rusa.jpghttp://www.forda-mof.org/files/Rusa-Merry.pdf