Loading...

PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN DIARE PADA TERNAK

PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN DIARE PADA TERNAK
Secara umum, diare dibagi dua kategori, diare yang disebabkan oleh ketidaksimbangan nutrisi (non-infeksius) dan diare yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme. Diare pada ternak bukan penyakit sebenarnya, tapi lebih merupakan tanda-tanda klinis dari penyakit yang lebih komplek. Setelah kita mengetahui apa penyebab diare tersebut, harapannya usaha pencegahan akan lebih mudah dilakukan. Untuk diare yang disebabkan oleh non-infeksi, yang harus dilakukan kiranya adalah melakukan manajemen pemberian pakan yang baik, sangat tidak dianjurkan untuk merubah menu pakan secara mendadak dan drastic. Baik jenis maupun volumenya. Lakukan perubahan menu secara gradual dan perlahan-lahan.Penelitian modern menunjukkan bahwa diare pada pedet berhubungan erat dengan asupan kolostrum pada pedet yang baru lahir. Pedet yang diasuh dengan baik dan mengkonsumsi 1-2 liter kolostrum maksimal 30 menit setelah dilahirkan menyerap tingkat antibody yang lebih tinggi. Pedet seperti ini lebih tidak rentan terhadap diare atau penyakit yang biasa menyerang anak sapi.Selanjutnya terapkan juga manajemen kandang dan perawatan yang baik, misalnya: 1) Pisahkan sapi dara dan sapi yang lebih dewasa, tingkat imunitas dari pedet yang dilahirkan sapi dara secara umum lebih rendah daripada pedet yang dilahirkan sapi dewasa; 2) Hindari tempat melahirkan yang basah dan lembab, proses kelahiran dapat dilakukan di padang penggembalaan apabila cuaca dan tempat memungkinkan. Lingkungan ideal untuk melahirkan adalah padang/lapangan rumput yang tidak terlalu curam, terswedia penahan angina, cuaca hangat dan kering. Penyebab diare adalah udara lembab, dingin , basah dan lingkungan yang kotor; 3) Apabila melahirkan di tempat yang sempit, apabila kondisi memungkinkan, pindahkan induk dan anak ke lapngan rumput yang bersih segera stetalh melahirkan. Lindungi pedet (dengan kandang portable) dari udara dingin, hujan atau serangan binatang buas; 4) Isolasi pedeet yang diare secepat mungkin. Bersihkan dan desinfeksi lingkungan kandang. Isolasi sedini mungkin sangat kritis untuk menghindari penyebaran diare pada pedet lain; 5) Pastikan induk dan anak dalam kondisi yang baik, terapkan program pakan dan nutrisi untuk memastikan ternak tumbuh sehat dan kuat; 6) Berikan larutan iodine (betadine, atau minimal obat merah) pada ari-ari pedet, sedini mungkin setelah dilahirkan; 7) Masalah utama diare pada pedet adalah kehilangan cairan, maka tindakan terhadap pasien yang pertama harus ditujukan untuk memperbaiki kembali keseimbangan cairan tubuh. Selanjutnya adalah tindakan pemberian antibiotic dan perawatan yang baik; 8) Selain caairan, diare juga menghilangkan garam-garam elektrolit. Dan tanpa elektrolit dalam proporsi yang seimbang, cairan saja tidak dapat diserap tubuh; 9) Tanda-tanda kilinis dehidrasi biasanya mulai terjadi saat 5-6 persen cairan tubuh hilang. 10 persen kehilangan cairan berakibat depresi, mata sayu, kulit kering dan sangat mungkin pedet tidak bisa berdiri. Pada 15 persen, biasanya berakibat kematian; 10) Konsultasikan dengan dokter atau mantra hewan anda mengenai elektrolit yang dapat diberikan secara oral.Masalah diare merupakan maslah yang akan terus terjadi pada ternak sapi perah, terutama pada sapi muda dan pedet. Program pemberian nutrisi yang cukup, sanitasi kandang dan manajemen serta perawatan kesehatan yang baik dibutuhkan untuk meminimalisasi impak dan kerugian. Diagnosa dini dan tindakan yang cepat akan sangat membantu. Selain itu recording dan pencatatan merupakan hal yang mutlak diperlukan. Sebisa mungkin catatlah kejadian dan tindakan yang telah diberikan pada ternak, untuk memudahkan diagnose dan tindakan di kemudian hari.Diare non infeksi biasanya disebabkan oleh perubahan (yang mendadak) dari pemberian pakan. Umumnya terjadi ketika pedet yang umumnya minum susu dari induk diganti dengan susu buatan tidak sesuai takaran, terlalu dingin, atau sudah basi. Sedangkan diare infeksi oleh bakteri umumnya adalah E. Coli, Salmonella, dan Clostridium perfringens. Diare karena E coli dapat terjadi secara parah bahkan menyebabkan kematian. Tanda-tanda yang terjadi yaitu pedet lemas karena dehidrasi, demam, kotoran encer tentunya. E coli biasanya menyerang pedet yang baru berumur di bawah 14 hari. Pencegahan untuk diare non infeksi tentunya perl;u dilakukan manajemen pemberian pakan yang baik, hindari perubahan pakan secara mendadak dan drastis. Baik jenis maupun volumenya. Lakukan perubahan secara bertahap dan perlahan. Usahakan kandang bersih dan kering, berikan larutan iodin pada ari-ari pedet sedini mungkin setelah melahirkan.. (Suwarna-BPPSDMP) Sumber: Berbagai sumber