Organisme pengganggu tanaman, khususnya pathogen pasca panen mampu memproduksi toksin yang berbahaya bagi konsumen. Tindakan pengendalian yang dilakukan untuk mengatasi penyakit pasca panen dimulai sebelum panen, saat panen dan setelah panen. 1. Pengendalian Pra Panena. Penggunaan benih sehatGunakan benih yang sehat, bebas OPT dan daya hasil tinggi. Benih bersertifikat merupakan salah satu contoh benih sehat. Persyaratan lain yang harus dipenuhi yaitu penampilan, tidak membawa pathogen atau hama, kondisi benih bersih, tidak tercampur benda lain, bentuk dan ukuran seragam, daya kecambah dan daya hidup tinggi, dan pohon induknya berproduksi tinggi. b. Pengolahan tanahLakukan pengolahan tanah dengan cara membalik tanah dan kemudian mengolahnya beberapa kali sambil mencampurkan pupuk dasar, agar tanaman tumbuh dengan baik. Selain itu perlu dibuat bedengan atau guludan untuk menghindarkan tanaman dari genangan air hujan dan untuk sirkulasi udara bagi perakaran tanaman, dan mencegah tanaman dari serangan jamur tular tanah yang dapat terbawa sampai ke produk pertanian, baik buah, sayur maupun biji. c. Cara bercocok tanamJarak tanam jangan terlalu dekat karena akan terjadi persaingan yang tinggi antar tanaman, sehingga ukuran produk kecil, hasil panennya berkurang dan tidak disukai konsumen. Tambahkan pupuk pada saat tanaman memasuki pembungaan untuk mempengaruhi tekstur dan rasa produk yaitu lebih tegar dan lebih manis. Penambahan pupuk nitrogen yang lebih tinggi dapat meningkatkan kerentanan produk pasca panen terhadap serangan pathogen pasca panen. Selain pemberian pupuk makro, perlu juga ditambah pupuk mikro untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tanaman. Penyiangan gulma perlu dilakukan untuk menghilangkan sumber inoculum patogen pasca panen, karena tidak adanya tanaman penggantinya. Beberapa pathogen pasca panen dapat bertahan hidup pada beberapa jenis gulma atau tanaman lain di sekitarnya.d. Pengendalian hama dan pathogen. Masalah hama dan pathogen setelah panen didahului oleh adanya hama dan pathogen sebelum panen. Pengendalian pathogen dilakukan dengan menjaga kebersihan tanaman, menghilangkan sisa-sisa tanaman yang merupakan sumber inoculum, atau dengan menggunakan agensi hayati. Beberapa agensi hayati yang sering digunakan yaitu jamur Trichoderma dan Gliacladium, sedang dari bakteri yaitu Bacteri Bacillus dan Pseudomonas. 2. Pengendalian saat panena. Penentuan saat panenPemanenan yang tidak seragam akan menyebabkan kerusakan fisiologis dan menurunnya kandungan nutrisi. Buah yang dipetik lewat masak akan rentan terhadap serangan pathogen karena kandungan etilen yang tinggi. Untuk itu maka panen harus dilakukan pada saat yang tepat yaitu didasarkan atas kematangan fisiologis. Saat panen biasanya didasarkan pada perubahan warna yaitu kuning atau coklat, disamping berdasarkan pada umur. b. Penggunaan alat panenAlat panen sebaiknya disterilkan dulu. Bahan dan produk setelah dipanen agar ditempatkan pada tempat yang kering untuk menghindari pertumbuhan mikroba pathogen pasca panen. c. Perlakuan saat panen1) Lakukan pemilihan dan pemilahan untuk memisahkan produk yang sehat dan yang sakit, bentuk morfologi, ukuran, dan tingkat kemasakan yang sama. Tindakan ini untuk mengelompokkan produk pasca panen berdasarkan ketentuan tertentu sesuai tujuan pemasaran; 2) Lakukan pencelupan biji ke dalam air hangat dengan suhu 40-55o C, 5-10 menit; 3) Ruang simpan sebelum digunakan dibersihkan dan disterilkan dengan larutan pensteril seperti alcohol 70%; 4) Penataan produk di dalam tempat atau ruang pengangkutan diatur dengan baik untuk mencegah goncangan sehingga tidak menimbulkan luka; 5) Bila produk diangkut ke tempat yang jauh maka sebaiknya tempat penampungan produk dilengkapi dengan pelindung goncangan berupa perca, seresah, stereofoam atau lainnya; 6) Sebelum pemasaran perlu dilakukan pemilahan untuk memisahkan produk yang rusak dan yang seha; 7) Penyediaan ruang yang lembab untuk produk, perlindungan terhadap produk dari sinar matahari langsung, serta pemasakan produk yang seragam akan mencegah timbulnya penyakit pasca panen. 3. Pengendalian pasca panenPengendalian pathogen pada biji serealia dan legume maupun umbi-umbian dapat dilakukan dengan: a) Menghindari pertumbuhan mikroba pada biji serealia, legume, dan umbi; b) mengupayakan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi pathogen seperti dengan pH di bawah 4, aw¸ Manajemen penyimpanan: a)Penentuan mutu awal bahan yang disimpan; b) Pemantauan terhadap kondisi tempat penyimpanan, perubahan mutu bahan yang disimpan dan adanya organisme perusak selama penyimpanan berlangsung; c) Menjaga kebersihan tempat penyimpanan, d) Pelaksanaan pengendalian terpadu untuk organisme perusak masing-masing komoditi. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP, Jakarta)Sumber: Penyakit – Penyakit Pasca Panen Tanaman Pangan oleh Prof. Dr. Ir. Siti Rasminah Chailani. 2010.