Ketika pertama kali berkunjung ke BPP Maulafa (26 Juli 2020) yang letaknya di kampung Fatubena, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang dalam rangka pertemuan membahas rencana pembinaan BPP Model Kostrani yang dimandatkan kepada BPTP Baltibangtan-NTT untuk membina 2 (dua) BPP Model yang salah satunya adalah BPP Maulafa tersebut, selain merasakan bahwa letak BPP tersebut sangat jauh dari pemukiman, namun juga terungkap bahwa banyak masalah yang dihadapi oleh BPP Maulafa untuk menunjukkan existensinya sebagai BPP. Keterbatasan dalam penyediaan air karena minimnya sumber air bersih dan tidak berfungsinya sumur bor BPP, serta masalah lain seperti belum adanya batas yang jelas untuk kegiatan percontohan. Hal ini yang membuat semangat para penyuluh belum terlihat, terlebih dengan penampilan kantor BPP sendiri yang seperti apa adanya (http://ntt.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita-news?start=30). Kostratani memberikan harapan baru bagi BPP Maulafa. Di bawah komando Koordinator Penyuluh Kecamatan Maulafa yang juga adalah Kepala BPP Maulafa (Fredrik Saudale, S.Pt) pelan tapi pasti semangat itu mulai terlihat. Dengan adanya dukungan dari BPTP-Balitbangtan NTT sebagai sumber inspirasi, sumber teknologi yang mereka butuhkan, mereka mulai terpacu untuk tidak sekedar hanya pergi ke kelompok tani dan kembali membuat laporan. Tapi mereka pun harus menunjukkan eksistensinya sebagai penyuluh melalui perubahan paradigma atau cara berpikir mereka. Pendekatan tanggal 26 Juli 2020 tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BPTP-Balitbangtan NTT (Dr. Procula R. Matitaputty, S.Pt, M.Si) dan dilanjutkan dengan koordinasi dengan Dinas Pertanian Kota Kupang. Dari hasil pertemuan disepakati akan diselenggarakannya zoom meeting dari BPP Maulafa untuk Sosialisasi Kostratani, sehingga pada pada tanggal 2 September 2020 telah dilaksanakan Sosialisasi Kostratani dan Bimtek IT Bagi Penyuluh melalui Zoom Meeting dimaksud (http://ntt.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita-news/845sosialisasi-kostratani-dan-bimtek-it-bagi-penyuluh-pembinaan-bpp-model-kostratani-di-bppmaulafa-kecamatan-maulafa-kota-kupang-ntt). Kegiatan sosialisasi melalui zoom meeting tersebut terus memberikan semangat baru bagi penyuluh-penyuluh Maulafa karena pada tanggal 21 September 2020 seluruh penyuluh yang ada berkunjung ke BPTP-Balitbangtan-NTT dan meminta waktu dan kesediaan Kepala Balai untuk tatap muka. Rombongan diterima oleh Kepala Balai di ruangan Kepala Balai bersama beberapa penyuluh BPTP sendiri. Dalam kunjungan tersebut, mereka menyatakan bahwa mereka sangat membutuhkan pendampingan dari BPTP-Balitbangtan-NTT baik sebagai BPP Kostratani maupun dalam kegiatan penyuluhan di kelompok-kelompok tani binaan di setiap kelurahan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya daftar kebutuhan teknologi yang sudah disusun secara baik. Kepala Balai merespon hal tersebut dengan mengatakan bahwa pendampingan akan dilakukan dan disesuaikan dengan kesibukan BPTP sendiri. Selain itu, dalam pertemuan tersebut diungkapkan pula bahwa BPP Maulafa melalui swadaya semua penyuluhnya telah membangun kandang ayam karena berniat melakukan kegiatan budidaya ayam KUB yang selama ini mereka sudah mendengarkan dari setiap penjelasan dari Kepala BPTP sendiri. Oleh karena itu, setelah pertemuan di ruangan Kepala Balai, rombongan diajak untuk berkunjung ke kandang ayam KUB yang letaknya di halaman belakang kantor BPTP serta mengunjungi lokasi UPBS (Unit Penyedia Benih Sumber) (http://ntt.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita-news/851-study-banding-bpp-maulafa-dibptp-ntt). Kegiatan tersebut disusul dengan adanya kunjungan ke BPTP-Balitbangtan-NTT oleh 4 (empat) kelompok tani dari Kelurahan Penfui di bawah koordinasi penyuluh Silvester Leo Kali, SP (http://ntt.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita-news/857-bptp-ntt-menerima-kunjungandari-4-kelompok-tani-secara-langsung). Melihat semangat penyuluh-penyuluh tersebut, akhirnya Kepala Balai pun menyatakan dukungan bagi BPP Maulafa berupa 100 ekor DOC untuk dipelihara. Hal ini yang membuat para penyuluh semakin bersemangat. Sebagai tindak lanjut, maka tim pengembangan ayam KUB di BPTP-Balitbangtan-NTT melakukan kunjungan ke BPP Maulafa untuk melihat sejauh mana persiapan kandang tersebut. Dalam kunjungan tersebut pula disepakati akan dilakukan kegiatan BIMTEK Budidaya Ayam KUB bagi penyuluh-penyuluh tersebut (http://ntt.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita-news/855-bptp-ntt-dan-bpp-maulafadukung-kostratani-melalui-pengembangan-ayam-kub). Alhasil, sesuai kesepakatan, pada tanggal 26 November 2020 telah dilakukan BIMTEK Budidaya Ayam KUB dimaksud yang kegiatannya dibukan oleh Kasie Ketenagaan Penyuluhan Dinas Pertanian Kota Kupang (mewakili Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang). Dalam kegiatan tersebut, setelah memberikan arahannya, Kepala BPTP-Balitbangtan-NTT yang diwakili oleh Kasie Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian (Ir. Irianus R. Rohi, M.Si) menyerahkan 100 ekor DOC bersama 1 karung pakan ayam dan beberapa peralatan pakan dan minum. Ucapan terima kasih yang tak terhingga dari yang mewakili Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, atas dukungan dari BPTP-Balitbangtan-NTT bagi BPP Maulafa. Dalam kesempatan tersebut, Koordinator BPP Maulafa (Fredrik Saudale, S.Pt) juga menyatakan rasa syukur dan ucapan terima kasih karena apa yang diperoleh dari BPTP-Balitbangtan-NTT merupakan sesuatu yang diluar ekspektasi atau harapan mereka. Oleh karena itu, jika sebelumnya penyuluh-penyuluh datang ke BPP sekali dalam seminggu, namun dengan adanya usaha ternak ayam KUB dan aneka sayuran, maka dari 15 orang penyuluh yang ada dijadwalkan paling tidak 4 orang yang harus ada di kantor BPP setiap hari (http://ntt.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita-news/861-upaya-mendukung-kostratanibptp-ntt-selenggarakan-bimtek-dan-penyerahan-100-ekor-doc-ayam-kub-di-bpp-maulafakecamagtan-maulafa-kota-kupang). Selain itu, satu hal yang memberikan kesan bahwa benar-benar penyuluh-penyuluh Maulafa ini terpacu untuk berubah, yakni penataan halaman kantor BPP yang pada tahun-tahun sebelumnya selalu memanfaatkan lahan pekarangan dengan tanaman aneka sayuran dan tanaman lainnya seperti tomat, cabe, terong, dan papaya dengan hasil panen dijual untuk kebutuhan kas BPP. Namun, karena minimnya ketersediaan air bersih maka dalam beberapa waktu menjadi berkurang aktivitas mereka. Alhasil, semangat kostratani kembali mendorong penyuluh-penyuluh untuk kembali mengusahakan lahan pekarangan kantor BPP dengan aneka sayuran. Swadaya penyuluh-penyuluh tersebut adalah dalam hal penyediaan air bersih melalui pembelian air tanki seminggu sekali dan didukung oleh Dinas Pertanian Kota Kupang sejak 6 bulan terakhir tersebut. Selain itu, salah satu cara mereka untuk dapat mendukung kegiatan BPP yakni dengan adanya iuran setiap bulannya yang memang sudah berlangsung sejak tahun 2016 dengan tujuan untuk kebutuhan bersama dalam memajukan BPP Maulafa tersebut. Hal ini dapat dilihat dari performa BPP Maulafa yang memang dapat dilihat bahwa banyak perubahan di dalamnya. Melihat performa tersebut, sebagai instansi yang diberikan mandat sebagai pembina BPP tersebut menjadi BPP Model kostratani juga turut berbangga dan tentunya mengajukan jempol bagi penyuluh-penyuluh Maulafa untuk semangat yang mereka sudah tunjukkan sehingga benar-benar terlihat bahwa pembinaan yang dilakukan mendapat sambutan dan respon yang sangat-sangat positif dari semua penyuluh-penyuluh BPP Maulafa. Jangan kendor semangatnya wahai penyuluh-penyuluh Maulafa. Teruslah berinovasi. Semoga ke depan bisa menjadi contoh bagi BPP-BPP lainnya terutama yang sudah dinobatkan sebagai BPP Kostratani di NTT. Salam Inovasi (Onike Lailogo, Fredrik Saudale)