Loading...

Penerapan Jarwo Super pada padi Secara Utuh Akan Menghasilkan Produksi Super

Penerapan Jarwo Super pada padi Secara Utuh Akan Menghasilkan Produksi Super
Dalam upaya meningkatkan produksi padi Nasional, Badan Lilbang Perlanian telah menghasilkan inovasi teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu [PTT] Komponen teknologi penyusun PTT telah disempurnakan dari waktu ke waktu berbagai komponen leknologi yang dihasilkan dirakit menjadi paket teknoiogi yang drsebut leknologt padi Jajar Legowo Super (jarwo Super). Teknologi Jarwo Super lelah diuji keunggulannya melalui Dem area dan jika diterapan teknologi Jarwo Super secara utuh oleh pelani diyakini mampmemberikan hasil yang cukup tinggi. Teknologi Jajar Legowo Super telah diuji keunggulannya melalui Demarea seluas 50 ha di lahan sawah irigasi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada musim tanam 2016, dengan melibatkan Gapoktan setempat. Berdasarkan panen ubinan Tim Terpadu BPS Indramayu, Peneliti Balitbangtan, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Indramayu, UPTD Kecamatan Bangodua, dan Gapoktan peserta Demarea, varietas Inpari 30 Ciherang Sub-1 ternyata mempunyai potensi produksi 13,9 ton GKP/ha, varietas Inpari 32 HDB 14,4 ton GKP/ha, dan varietas Inpari 33 3 Petunjuk Teknis Budidaya Padi Jajar Legowo Super 12,4 ton GKP/ha, sedangkan produktivitas varietas Ciherang yang diusahakan petani di luar Demarea hanya 7,0 ton GKP/ha. Produktivitas komoditas padi secara nasional masdi relatif rendah dan masih berpeluang untuk ditingkatkan. Strategi peningkatan produksi padi antara lain dapat dilakukan melalui (a) Peningkatan produktivitas (intensifikasi) melalui perbaikan teknologi budidaya seperti Pengelolaan Tanaman Terpadu, jajar legowo, Jajar Legowo Supe, 2) Perluasan areal tanam melalui peningkatan indekpertanaman dan perluasan lahan, dan (3) Pengamanan produksi melalui pengendalian OPT, mengurangi dampak iklim seperti kekeringan dan kebanjiran,dan menekan atau mengurangi kehilangan hasil pada waktu panen dan pascapanen. Dalam peningkatan produksi padi diperlukan berbagai erobosan diantaranya peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi budidaya padi jajar legowo(jarwo) super di lahan sawah irigasi. Teknologi jajar legowo super merupakan teknologi budidaya padi sawah irigasi secara terpadu berbasis cara tanam jajar legowo 2:1. Keberhasilan penerapan teknologi jajar legowo super ditentukan oleh komponen teknologi dan teknik budidaya yang digunakan. Perbedaan sistem tanam jajar legowo biasa dengan jajar legowo super terletak pada teknologi yang diterapkan. Teknologi Jajar Legowo Super dicirikan oleh penggunaan (1) benihbermutu varietas unggul baru dengan potensi hasil tinggi, (2) biodekomposer diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah (pembajakan ke dua), (3) pupuk hayati sebagai seed treatment dan pemupukan berimbang berdasarkan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), (4) Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) menggunakan pestisida nabati dan pestisida anorganik berdasarkan ambangkendali, dan (5) alat mesin pertanian terutama untuk tanam (jarwo transplanter) dan panen (combine harvester). Beberapa keunggulan sistem tanam jajar legowo super adalah: (a) pemberian biodekomposer pada saat pengolahan tanah ke duamampu mempercepat pengomposan jerami, (b) pemberian pupuk hayati sebagai seed treatment yang dapat menghasilkan fitohormon (pemacu tumbuh tanaman),menambat nitrogen dan larutkan fosfat yang sukar larut serta peningkatan kesuburan dan kesehatan tanah, (c) pestisida nabati yang efektif dalam pengendalian hama tanaman padi seperti WBC, Keong Mas dan Walang Sangit dan (d) penggunaan alsintan untuk penghematan biaya tenaga kerja serta pengurangan kehilangan hasil panen (Balitbangtan, 2016). Budidaya padi jarwo super merupakan perbaikan dari teknologi budidaya padi jarwo yang hanya bertumpu pada pengaturan jarak tanam. Teknologi yang diimplementasikan pada jarwo super meliputi:a)Penggunaan padi varietas Unggul Baru (VUB) yang berpotensi hasil tinggi danbersifat spesifik lokasi. Padi VUB yang telah berhasil dilepas oleh Balitbangtanmemiliki keunggulan dan sifat spesifik lokasi di Jawa Tengah antara lain Inpari30, Inpari 31 dan Inpari 33; b)Penggunaan biodekomposer sebelum pengolahan tanah. Biodekomposermerupakan perombak bahan organik dan penyedia hara tanaman.Biodekomposer mengandung berbagai mikroba perombak bahan organik untukmempercepat proses dekomposisi sisa panen (jerami, berangkasan jagung, dankedelai), perkebunan (limbah kelapa sawit, tebu, dan pabrik gula), sampahperkotaan dan rumah tangga. Penggunaan Biodekomposer terkini pada jeramimempercepat proses pengomposan menjadi 1-2 minggu dari asalnya 4 minggu,dan kompos jerami yang seluruhnya dikembalikan ke sawah diharapkan dptmenekan biaya pemupukan KCl hingga 100%. Aplikasi larutan bio-dekomposerdisemprotkan pada tunggul jerami dan di atas hamparan jerami pada petakansawah setelah pengolahan tanah pertama, lalu digelebeg dengan traktor dantanah dibiarkan dalam kondisi lembab/tidak tergenang selama minimal 7-10hari; c)penggunaan pupuk Hayati, serta pemupukan berimbang berdasarkan PUTSatau analisis tanah. Penggunaan pupuk hayati yang mengandung mikrobaberguna untuk meningkatkan efisiensi pemupukan, kesuburan, kesehatantanah. Beberapa bakteri bermanfaat tersebut antara lain Bakteri penambatNitrogen simbiotik Bakteri penambat Nitrogen non simbiotik Bakteri pelarut P8Bakteri penghasil fitohormon. Salah satu pupuk hayati terkini yaitu Agrimethyang merupakan hasil inovasi Balitbangtan mampu meningkatkan efisiensipemupukan NPK anorganik sampai 50% dan meningkatkan produktivitas padi,kedelai, dan hortikultura. d) Pengendalian OPT dengan pestisida nabati dan pestisida anorganik berdasarkanambang kendali. Penggunaan pestisida nabati berbahan aktif senyawa eugenol,sitronelol , dan geraniol. Daya racunnya rendah sehingga aman bagi manusiadan hewan ternak serta menjaga kelestarian serangga yang bermanfaat yaituserangga penyerbuk dan musuh alami hama. Pupuk hayati sekaligus berperansebagai pupuk organik. Pemilihan jenis, dosis, dan aplikasi pupuk hayatimengacu pada rekomendasi; e)Penggunaan Alsintan (khususnya rice transplanter dan combine harvester).Penggunaan Alsintan terutama Indojarwo rice transplanter dan combineharvester yang mampu meningkatkan efisiensi tanam dan panen. Sistem tanam jajar legowo (jarwo) merupakan cara tanam padi sawah dengan pola beberapa baris tanaman yang diselingi satu barisan kosong. Hal tersebut berefek terhadap meningkatnya produksi sekitar 30%. Dengan keunggulantersebut Badan Litbang Pertanian menciptakan inovasi teknologi yang berbasissistem tanam jarwo yang lebih baik dan mampu diadopsi di tingkat petani teknologi padi jajar legowo (jarwo) Super. Inovasi teknologi padi jajar legowo super merupakan inovasi teknologi budidaya padi terpadu yang berbasis cara tanam jajar legowo (jarwo). .Beberapa kenggulan teknologi jarwo super antara lain adalah pemberian biodekomposer pada saat pengolahan tanah yang mampu mempercepat pengomposan jerami, pemberian pupuk hayati sebagai seed treatment yang dapat menghasilkan fitohormon (pemacu tumbuh tanaman), penambat nitrogen dan pelarut fosfat yang berfungsi meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah, Pestisida nabati yang efektif mengendalikan hama tanaman padi (seperti wereng batang coklat), aman terhadap lingkungan dan penggunaan alat mesin pertanian yang menghemat biaya tenaga kerja. (Yulia Tri S) Email: yuliatrisedyowati@gmail.com Pustaka:: Badan Litbang Pertanian ,2016 . Petunjuk Teknis Jajar Legowo Super , Badan Penelitian dan penngembangan Pertanian Erythrina dan Z. Zaini. 2014. Budidaya padi sawah sistem tanam jajar legowo:Lingga,