Loading...

PENERAPAN SISTEM JAJAR LEGOWO PADA BUDIDAYA BAWANG DAUN

PENERAPAN SISTEM JAJAR LEGOWO PADA BUDIDAYA BAWANG DAUN
Jajar legowo adalah cara tanam yang memiliki beberapa barisan yang diselingi dengan satu barisan kosong atau lorong, tanaman yang seharusnya ditanam pada barisan kosong atau lorong dipindahkan sebagai tanaman sisipan dalam barisan, sehingga jarak antar rumpun dalam barisan menjadi lebih rapat. Legowo diambil dari bahasa jawa yaitu “lego” dan “dowo”, lego artinya luas dan dowo artinya memanjang, jadi diantara kelompok barisan tanaman terdapat lorong yang luas dan memanjang sepanjang barisan. Sistem tanam jajar legowo memiliki beberapa variasi antara lain: Legowo 2:1, 3:1, 4:1, dan 5:1. Tetapi berdasarkan penelitian system jajar legowo yang paling sesuai dengan kondisi tanah secara umum di Indonesia adalah Jajar Legowo 2:1. Sistem tanam jajar legowo ini umumnya diterapkan pada pertanaman padi di sawah yang lahannya datar dan memiliki cukup air. Namun petani hortikultura di daerah Sukapura Kabupaten Probolinggo mencoba menerapkan sistem tanam ini pada budidaya tanaman bawang daun. Menurut penelitian, sistem tanam jajar legowo ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya : Jumlah anakan/rumpun tanaman akan bertambah banyak sekitar 30%. Seluruh barisan padi berada di pinggir, maka penyinaran matahari lebih optimal Sirkulasi udara akan lebih lancar dan optimal, sehingga mengurangi resiko penyakit akibat jamur dan bakteri yang menghedaki kelembaban tinggi seperti busuk daun antraknose bercak daun alternaria maupun layu fusarium. Mudah, efisien dan efektif dalam pemeliharaan khususnya pemupukan, penyiangan, dan perawatan dikarenakan petani dapat menghemat waktu dalam pemeliharaan tanaman, dalam sekali jalan di dalam alur tanaman, petani bisa memelihara 2 sisi / 2 baris tanaman sekaligus. Dan juga meminimalisir kerusakan tanaman pada saat penyiangan menggunakan alat manual maupun alsintan, dikarenakan lorong antar jajar cukup luas untuk dilewati petani atau alsintan Lorong di antara tanaman bisa ditanami jenis lain / sistem tumpang sari Meningkatkan produktivitas hasil panen hingga 10 – 20%. Petani Hortikultura di Sukapura menerapkan sistem jajar legowo 2 : 1 dengan jarak tanam antar tanaman 25 cm x 25 cm, dan antar jajar 80 cm. Biasanya petani menanam bawang daun dengan jarak tanam 30 cm x 20 cm. Dengan penerapan sistem jajar legowo ini, populasi tanaman meningkat sekitar 30 %. Selain itu disela – sela tanaman bawang, petani bisa menanam tanaman jenis lain seperti kubis, bunga kol, brokoli ataupun selada, dengan begitu petani bisa menambah pendapatan dari beberapa komoditas tanaman dalam satu hamparan lahan. Dari segi hasil panen, petani dapat memanen lebih banyak daripada sistem tanam tunggal, diakarenakan anakan bertambah banyak sehingga petani bisa memanen 2 hingga 3 kali dalam 1 musim tanam bawang daun. Hasil panen meningkat hingga 20 % dalam kondisi optimal dibandingkan dengan jarak tanam normal.