Loading...

Penerapan Sistem Jaminan Mutu Pra Panen Durian (Pemangkasan Bentuk, Pemupukan, Pengairan, Pengendalian OPT)

Penerapan Sistem Jaminan Mutu Pra Panen Durian (Pemangkasan Bentuk, Pemupukan, Pengairan, Pengendalian OPT)
Mutu durian dalam negeri yang dihasilkan petani kurang memenuhi standar mutu, karena sistem produksi buahnya masih bersifat usaha tani kecil-kecilan dan belum menerapkan teknologi maju. Untuk mengatasi rendahnya mutu buah durian tersebut, diperlukan penanganan khusus yang meliputi perbaikan teknik budidaya dan penanganan pascapanen. Pemangkasan bentukPemangkasan bentuk bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan dan produksi tanaman optimal, serta memudahkan dalam pemeliharaan. Pemangkasan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:1. Pembentukan tajuk mulai diatur sejak tanaman berumur 1 tahun. Batang utama dapat dipelihara sampai setinggi 70-100 cm; 2. Selamam proses pertumbuhan vegetatif, tunas-tunas liar di sekitar dahan disingkirkan. Mahkota tajuk dapat berbentuk cembung seperti payung terbuka atau piramida terbalik; 3. Bagian pohon setinggi 2-3 m merupakan tajuk mahkota, sedangkan batang pokoknya yang kokoh sepanjang 0,7-1 m sebagai penyangga; 4. Pembentukan tajuk dilakukan dengan memelihara satu batang utama dan 10 calon cabang primer terpilih, dan pembentukan tanaman harus diusahakan supaya terjadi keseimbangan antara bentuk tajuk dengan percabangannya; 5. Alat yang digunakan yaitu gunting pangkas dan gergaji; dan 6. Untuk batang/cabang besar, setelah pemangkasan diolesi dengan vaselin/cat minyak. PemupukanPemupukan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Pemupukan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:1. Pemberian pupuk organik dan anorganik, pada lahan kering diberikan menjelang tanaman berbunga dan setelah panen (akhir musim penghujan); 2. Pemberian pupuk organik bermanfaat memperbaiki struktur tanah. Pemberiannya tiap tahun pada musim kemarau sebanyak 60-100 kg per pohon, tergantung pada besar pohon; 3. Cara pemupukan dilakukan dengan membuat lingkaran parit di bawah kanopi. Khusus untuk pupuk organik, diberikan agak dekat tanaman; dan 4. Dosis yang diberikan sesuai dengan anjuran/rekomendasi. PengairanPengairan bertujuan untuk meningkatkan metabolisme penyerapan unsur hara dan mempertahankan pertumbuhan tanaman. Pengairan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:1. Pengairan/penyiraman dilaksanakan pada awal penanaman di lapangan;2. Penyiraman dilakukan setiap hari atau sesuai kondisi cuaca;3. Menjelang berbunga sampai terbentuk buah 100% dan menjelang buah tua tanpa diberikan pengairan;4. Frekuensi penyiraman 1-2 kali seminggu; dan5. Penyiraman dilakukan dengan cara manual dan mekanisasi (pompanisasi). Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)Pengendalian OPT bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Pengendalian OPT dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:1. Melakukan pengamatan terhadap OPT secara terbuka;2. Mengidentifikasi jenis-jenis OPT;3. Menentukan ambang batas pengendalian;4. Alternatif lain untuk mengendalikan hama dan penyakit secara terpadu yaitu (a) penggunaan varietas yang resisten; (b) pengendalian dengan agensia hayati; (c) perbaikan teknik budidaya; (d) Penerapan norma-norma budidaya yang baik; (e) mekanisasi, dsb. 5. Penggunaan pestisida merupakan alternatif terakhir. Bila melewati ambang batas pengendalian, gunakan pestisida secara berkala dan sesuai dosis yang dianjurkan, bila diperlukan. 6. Beberapa hama yang menyerang tanaman durian, antara lain:• Penggerek buah (Hypoperigea leprosticta Hmps dan Tirathaba ruptilinea) dapat dikendalikan dengan musuh alami antara lain lalat Tachinidae (Argyroplax basifulva), Venturia sp., Apanteles tirathabae dan Telenemus tirathabae. Pengendalian dapat pula dilakukan dengan mengumpulkan buah yang busuk dan memusnahkannya dengan cara membakar serta dapat menggunakan pestisida yang berbahan aktif delatametrin (seperti Decis 2,5 EC) atau betasiflutrin (seperti Buldok 25 EC). • Kutu loncat, hama ini merupakan serangga dari jenis psyllideae. Kutu loncat umumnya menyerang daun yang masih muda dengan cara mengisap cairannya. Gejalanya yaitu daun menampakkan bintik-bintik berwarna kecoklatan, menjadi keriting, berlubang dan berukuran kerdil. Pengendalian dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida sistemik yang berbahan aktif delatametrin (seperti: Curacron 500 EC) sesuai dosis yang dianjurkan.Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan