Loading...

Penerapan Sistem Jaminan Mutu Pra Panen Durian (Pemilihan Lokasi dan Benih, Penanaman)

Penerapan Sistem Jaminan Mutu Pra Panen Durian (Pemilihan Lokasi dan Benih, Penanaman)
Meskipun Indonesia memiliki berbagai macam kultur durian unggul yang mutunya tidak kalah dengan buah impor, tetapi bila teknik pembudidayaan dan penanganan pascapanen masih dilakukan secara tradisional, maka durian nasional akan kalah bersaing dengan buah impor. Mutu durian dalam negeri yang dihasilkan petani kurang memenuhi standar mutu, karena sistem produksi buahnya masih bersifat usaha tani kecil-kecilan dan belum menerapkan teknologi maju. Benih yang digunakan masih bermutu rendah, dengan berbagai macam variasi sehingga produk yang dihasilkan menjadi beragam, baik rasa, warna, ukuran, maupun produktivitasnya. Untuk mengatasi rendahnya mutu buah durian tersebut, diperlukan penanganan khusus yang meliputi perbaikan teknik budidaya dan penanganan pascapanen. Pemilihan lokasiPemilihan lokasi bertujuan untuk menjamin pertumbuhan optimal. Pemilihan lokasi dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:a. Studi kelayakan lahan dan agroklimat (tipe iklim B, 7-10 bulan basah, 2-4 bulan kering, curah hujan 1.500 - 2.500 mm/tahun atau merata sepanjang tahun dengan suhu udara 28-29 0 C; b. Dipilh lahan dengan syarat-syarat sebagai berikut:• Kemiringan lahan yang dianjurkan 5-20 0 C dengan tinggi tempat • Menerapkan teknik konservasi pada lahan miring dan sIstem surjan pada lahan sawah;• Jenis tanah lempung berpasir, subur atau mengandung banyak bahan organik, dan tidak bercadas, keasaman tanah (pH) harus mendekati netral atau netral, yaitu berkisar 6,0-7,0;• Solum . 1,5 meter, air tanah dangkal (50-200 cm) dan dekat sumber air; dan• Letak lahan tidak di bawah lokasi peternakan, bebas residu pestisida dan bahan beracun dan berbahaya (limbah B). Pemilihan benihPemilihan benih dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:1. Gunakan benih hasil perbanyakan vegetatif, berlabel dan sehat. Perbanyakan durian yang direkomendasikan adalah dengan cara sambung (grafting) dan okulasi. Untuk itu diperlukan batang bawah dan batang atas yang unggul. 2. Batang bawah yang diperlukan merupakan varietas yang memenuhi kriteria sebagai berikut:• Cocok disambungkan dengan benih batang atas (kompatibel) dan tidak menimbulkan pengaruh negatif; • Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap hama dan penyakit serta mempunyai perakaran yang kuat;• Tahan terhadap perubahan iklim dan kondisi lingkungan (kekeringan dan relatif tahan terhadap genangan air); dan • Benih batang bawah harus cocok dipakai pada semua varietas durian unggulan yang dianjurkan. 3. Sedangkan untuk batang atas yang diperlukan merupakan entres yang berasal dari pohon induk yang diinginkan dengan sifat produksi tinggi, mutu baik dan sesuai dengan selera pasar serta tahan terhadap hama dan penyakit. 4. Tinggi benih 0,75-1,5 meter, berdiameter 1-1,5 cm, batang kokoh serta perakarannya banyak dan kuat. Kondisinya harus sehat dan pertumbuhannya bagus. 5. Umur benih > 6 bulan setelah diokulasi.6. Amati kebenaran benih dan benih berasal dari penangkar terpercaya PenanamanPenanaman bertujuan untuk menjamin pertumbuhan optimal. Penanaman dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:1. Menetapkan titik-titik calon lubang tanam dengan jarak antar lubang 10 x 10 m;2. Dibuat lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm untuk tanah gembur, sedangkan pada tanah berat/berbatu dibuat ukuran 100 x 100 x 100 cm; 3. Pengolahan tanah sedalam + 30 cm, tanah galian bagian atas diletakkan terpisah dengan tanah galian bagian bawah; 4. Lubang tanam dibiarkan terbuka sealma 1-2 minggu, tanah galian bagian atas dikembalikan ke lubang terlebih dahulu dengan dicampur pupuk kandang (35 kg), dan 1 kg pupuk fosfat per lubang; 5. Benih ditanam hingga + 5 cm di atas pangkal batang, di bawah sambungan okulasi; 6. Setelah benih ditanam, ditancapkan batang kayu di sisi tanaman sebagai ajir, agar tanaman dapat tumbuh tegak dan lurus ke atas. Antara batang tanaman dan ajir diikat dengan tali. dan 7. Penanaman dilakukan pada awal/menjelang musim hujan dan sore hari serta diberi naungan selama + 3 bulan agar benih mempunyai kesempatan memperoleh udara sejuk pada malam hari dan keesokan harinya tidak langsung mendapat cahaya matahari;Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan