Loading...

Penerapan Sistem Jaminan Mutu Pra Panen Durian (Pengendalian OPT, Penyerbukan, Perawatan Buah)

Penerapan Sistem Jaminan Mutu Pra Panen Durian (Pengendalian OPT, Penyerbukan, Perawatan Buah)
Indonesia memiliki berbagai macam durian unggul yang mutunya tidak kalah dengan buah impor, tetapi bila teknik pembudidayaan masih dilakukan secara tradisional, maka durian nasional akan kalah bersaing dengan buah impor. Mutu durian dalam negeri yang dihasilkan petani kurang memenuhi standar mutu, karena sistim produksi buahnya masih bersifat usaha tani kecil-kecilan dan belum menerapkan teknologi maju. Untuk mengatasi rendahnya mutu buah durian tersebut, diperlukan penanganan khusus yang meliputi perbaikan teknik budidaya dan penanganan pascapanen. Dengan demikian, umur simpan buah dapat diperpanjang dan penyebaran pasokan buah dapat diperluas dan lebih merata. Jika pembudidayaan dan penanganan pascapanen dilakukan dengan baik, maka durian dalam negeri akan berperan sebagai kompetitor dengan buah-buahan impor. Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)Pengendalian OPT bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.Beberapa penyakit yang menyerang tanaman durian, antara lain:1. Kanker batang dan mati pucuk, penyebabnya adalah cendawan Phytophthora palmivora dan sering terjadi pada saat peralihan musim kemarau ke musim hujan. Gejala awal berupa bercak kecil pada cabang, kemudian melebar dan basah karena mengeluarkan blendok/lender berwarna gelap. Kemudian cendawan masuk ke batang serta berubah menjadi coklat tua dan daun-daun rontok, ranting-ranting mati dari ujungnya, dan akhirnya pohon mati. Pengendalaian dilakukan dengan cara menghindari drainase yang jelek, bercak coklat pada kulit batang dikorek sampai terlihat jaringan kayu yang sehat. Kemudian bekas korekan dioles fungisida berbahan aktif propamokrab hidroklorida (seperti: Previcur N) dengan dosis 2 g/l atau berbahan aktif mankozeb (seperti Ridomil) 3-5 ml/l atau pemusnahan tanaman yang sakit. 2. Busuk akar (Phytium complectens Braun), dikendalikan dengan cara perbaikan drainase, penggunaan batang bawah yang tahan penyakit dan pembongkaran tanaman sakit dan memusnahkannya. Pengendalian juga dapat menggunakan fungisida yang berbahan aktif mankozeb (seperti Dithane M-45). 3. Jamur upas, disebabkan oleh jamur Coticium salmonicolor. Tindakan preventif yang dilakukan adalah jarak tanam yang ideal, menyiangi lahan secara rutin, memengkas ranting atau cabang yang menyebabkan terlalu rimbunnya tajuk pohon. Pengendalian juga dapat dilakukan penyemprotan fungisida berbahan aktif mankozeb (seperti Dithane M-45). Pengendalian OPT dihentikan + 7-10 hari sebelum panen. Penyerbukan alamiPenyerbukan alami bertujuan untuk menghasilkan buah. Penyerbukan alami dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:1. Proses penyerbukan terjadi pada malam hari; dan2. Serbuk sari mendatangi kepala putik dengan bantuan serangga malam dan hembusan angin. Penyerbukan buatanPenyerbukan buatan bertujuan untuk menghasilkan buah dan dapat meningkatkan mutu (terutama bentuk dan ukuran) buah dibandingkan penyerbukan alami. Penyerbukan buatan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:1. Proses penyerbukan dilakukan pada malam hari; 2. Pengumpulan serbuk sari dengan menggoyang-goyangkan bunga di atas wadah yang bersih; 3. Setelah serbuk sari terkumpul, kemudian dicampur dengan tepung tapioca, terigu, atau tepung lainnya dengan perbandingan 3: 7; 4. Campuran itu dimasukkan ke dalam alat penghembus, selanjutnya dihembuskan ke bunga betina pada malam itu juga; dan 5. Bila penyemprotan ditunda, maka serbuk sari dapat disimpan di lemari pendingin (+150 C). Perawatan buahPerawatan buah bertujuan untuk menghasilkan buah yang berkualitas prima. Perawatan buah dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:1. Setelah penyerbukan berhasil, putik dalam satu dompol yang berjumlah 8-10 bunga mulai membentuk pentil buah; 2. Calon buah diseleksi hingga ditinggalkan dua buah saja;3. Setelah tumbuh sampai berdiameter sekitar 5 cm, harus ditentukan salah satu dari dua calon buah untuk dipelihara sampai besar; dan 4. Gunakan gunting pangkas untuk melakukan pemangkas buah.Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat)Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan