Loading...

Penerapan sistem tanam TOT pada tanaman jagung.

Penerapan sistem tanam TOT pada tanaman jagung.
Jagung (Zea maize) adalah komoditas pangan kedua setelah padi. Komoditas ini mempunyai wilayah adaptasi yang cukup luas mulai lahan subur hingga lahan marginal. Dapat dikembangkan mulai agroekosistem lahan kering, lahan sawah tadah hujan hingga lahan sawah irigasi. Secara nasional pengembangan jagung pada lahan kering menempati urutan terluas. Namun akhir-akhir ini pengembangan jagung pada lahan sawah tadah hujan mendekati luasan pengembangan jagung pada lahan kering.Penerapan sistem tanam TOT memiliki efisiensi waktu 15-20 hari bahkan 30 hari dibanding sistem tanam OTS. Dengan demikian penerapan sistem TOT pada jagung sangat efektif diterapkan pada daerah bercurah hujan pendek. Mempercepat waktu tanam jagung segera setelah panen padi pada lahan sawah tadah hujan dapat memanfaatkan sisa air tanah sehingga menghemat biaya pengairan. Penerapan teknologi tanpa olah tanah mematikan rumput (gulma) tidak dengan pengolahan tanah melainkan dengan menggunakan herbisida sistemik. Dengan demikian tekstur tanah tidak terganggu dan kelembaban tanah lebih stabil mendukung pertumbuhan tanaman.Beberapa tahapan pelaksanaan teknologi budidaya jagung sistem tanam TOT pada lahan sawah tadah hujan adalah :Pembersihan lahan Lahan sawah tadah hujan yang akan ditanami jagung terlebih dahulu dibersihkan dari jerami padi sebelumnya bila panen padi dengan mesin dros. Tapi bilamana panen dilakukan dengan memotong batang padi dekat permukaan tanah dengan sabit, pembersihan lahan lebih mudah.Aplikasi Herbisida Apabila herbisida untuk rumput/gulma pada lahan tanpa olah tanah sebaiknya menggunakan herbisida sistemik. Herbisida sistemik mematikan rumput/gulma hingga keakarnya. Takaran bahan aktif herbisida per liter air tercantum pada label pembungkus. Dosis herbisida yang digunakan tergantung ketebalan rumput/gulma, umumnya digunakan dosis 3 liter/ha atau 400-500 larutan semprot/ha. Tiga - empat hari setelah aplikasi herbisida dikontrol kembali rumput/gulma yang belum terkena semprotan. Satu minggu setelah aplikasi herbisida dilanjutkan dengan penanaman penanaman.Pembuatan saluran irigasi Sebelum penanaman dimulai pada lahan sawah tadah hujan, terlebih dahulu dibuat saluran irigasi keliling lahan dan saluran memotong lahan setiap jarak 2m dengan menggunakan hand traktor. Saluran tersebut berfungsi untuk mengairi tanaman bila kekurangan air. Berbeda dengan lahan kering yang dibuat saluran drainase untuk membuang air berlebih dimusim hujan. Agar diperoleh jarak 2m, terlebih dahulu dibuat ukuran yang diberi tanda agar saluran irigasi yang terbentuk lurus.Penanaman Satu minggu setelah penyemprotan rumput/gulma dilanjutkan dengan penanaman diatas bedengan tanam selebar 2m (3 baris tanaman). Penanaman dilakukan dengan tugal 2 biji/lubang. Selanjutnya lubang tanam langsung ditutup dengan pupuk kandang agar mudah ditembus kecambah tanaman. Fungsi lain dari pupuk kandang selain sebagai penutup lubang juga sebagai pupuk dari tanaman yang baru tumbuh. Barisan tanaman yang memotong parit/irigasi, sebaiknya diadakan perbaikan parit/irigasi dengan cara meluruskan parit tersebut dengan cangkul.Satu minggu setelah tanam dilakukan penyulaman dengan bibit yang seumur agar efektif pertumbuhannya. Agar diperoleh bibit seumur, maka akhir kegiatan penanaman pada lahan dibibitkan benih jagung dalam koker yang telah disiapkan sebelumnya. Dengan demikian umur bibit pada lahan seumur dengan bibit yang disemaikan dalam koker. Benih yang berdaya kecambah > 95 % akan diperoleh populasi tanaman 66.000/ha.Penggunaan jarak tanam Jarak tanam yang digunakan disesuaikan dengan kondisi lahan, sifat varietas dan musim. Pada kondisi lahan subur sebaiknya digunakan jarak tanam agak lebar dibanding lahan kurang subur. Pada tanah subur pertumbuhan tanaman lebih besar dibanding tanah kurang subur sehingga membutuhkan ruang tumbuh yang lebih lebar. Selain faktor kesuburan tanah, Pada musim hujan jarak tanam yang digunakan lebih lebar dibanding musim kemarau. Pada musim kemarau jarak tanam yang digunakan lebih rapat dibanding pada musim hujan. Hal ini disebabkan pada musim kemarau penguapan air tinggi dibanding musim hujan sehingga untuk mengurangi penguapan air digunakan jarak tanam rapat. Jarak tanam yang umum digunakan adalah : 70-75cm x 20cm, 1 tanaman/ lubang atau 70-75cm x 40cm, 2 tanaman/lubang dengan populasi= 66.000-71.000 tanaman/ha. Atau menggunakan cara tanam legowo 90-40cm x 20cm, 1 tanaman/lubang atau 100-40cm x 40cm, 2 tanaman/lubang dengan populasi = 71.000 - 77.000 tan/ha. Penanaman dilakukan dengan tugal dan tali jarak tanam yang telah diberi tanda sesuai ukuran yang akan digunakan. Berikut diperlihatkan beberapa jarak tanam yang biasa digunakan di lapangan. Penggunaan cara tanam legowo sangat efektif dilakukan untuk menujang peningkatan indeks pertanaman (IP) jagung pada lahan sawah tadah hujan. Cara tanam legowo selain memberikan border. Sundari, SST, Email: sunburase@yahoo.comSumber : Sistem TOT Tanaman Jagung, 2014