Loading...

Pengambilan Ubinan Di Laboratorium Lapangan Dalam Kegiatan Sekolah Lapangan Penerapan Inovasi Teknologi Pertanian Desa Kaliakah Kec. Negara Kab Jembrana

Pengambilan Ubinan Di Laboratorium Lapangan Dalam Kegiatan Sekolah Lapangan Penerapan Inovasi Teknologi Pertanian Desa Kaliakah Kec. Negara Kab Jembrana
Kamis, 21 Juli 2022, Kegiatan panen dan pengambilan ubinan padi di Desa Kaliakah Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana dilakukan oleh Koordinator Penyuluh Kab Jembrana, Rekan-rekan penyuluh BPP Negara, Kelian Subak Kaliakah Semen, Kaliakah Munduk, Pangkuk Liplip dan dihadiri Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Jembrana, BPS Kab Jembrana, Penyuluh BPTP Bali serta Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Pengambilan ubinan di lahan sawah milik Bapak I Putu Widiantara sebagai Laboratorium Lapangan dengan jenis padi Inpari 45. Sebagaimana dijelaskan oleh Petugas BPS Kab. Jembrana bahwa diperoleh hasil ubinan sebesar 4,88 Kg, hal ini dapat diestimasikan GKP per Ha adalah 7,808 Ton. Produktivitas ini naik sebesar 17,1 kw dari produktivitas BPP Negara sebelumnya yakni 60,98 kw. Dalam kesempatan ini, Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan kabupaten Jembrana menjelaskan bahwa sekalipun sudah ada peningkatan hasil namun biaya untuk pemakaian Input usaha yang tinggi menyebabkan Nilai Tukar Petani (NTP) masih rendah yakni 93% sehingga petani harus mencari usaha tambahan. Oleh karena itu, perlu menurunkan biaya input dengan beberapa alternatif diantaranya penggunaan pupuk organik dan juga pestisida nabati yang ada di sekitar lingkungan petani. Penyuluh BPTP menyampaikan petani seyogyanya melakukan penanaman sesuai Kalender Tanggal Tanam (KATAM) juga perhitungan tanam sesuai kalender bali sehingga dapat mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi dan dapat mengurangi serangan H/P. Dengan melakukan penanaman jenis Refobia (Gumitir) sebulan sebelum tanam padi yang dapat meningkatkan kehadiran musuh alami dan mengurangi kehadiran hama. Salah satu langkah yang di lakukan untuk mengurangi tingkat serangan hama ataupun penyakit adalah dengan mengatur pola tanam atau pergiliran tanam padi dengan komoditas lainnya sehingga memutus rantai atau siklus hidup hama dan penyakit. Secara umum, Sekolah lapangan sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan sekalipun dalam pelaksanaannya terjadi Refocosing Anggaran, namun tidak menyurutkan semangat penyuluh dalam melakukan pengamatan secara intens di semua lokasi LL. Hal ini dapat diketahui dengan laporan dari Penyuluh dan POPT yang senantiasa melakukan pengamatan dari Minggu I sampai dengan XI atas pertumbuhan dan perkembangan padi, serangan Hama dan Penyakit, musuh alami serta melakukan Analisa usaha tani. Diharapkan pada musim tanam berikutnya petani tetap menerapkan inovasi yang telah didemplotkan baik penggunaan pupuk organik padat/cair, kapur dolomit serta inovasi lainnya Oleh Dice Fice Siska Ndoen, SST., M.Agb (Fungsional Penyuluh P ertanian Ahli Muda / Sub Koordinator Unit Substansi Penyelenggaraan Penyuluhan)