Loading...

Pengaruh Air Kelapa terhadap Pertumbuhan Benih Cengkeh

Pengaruh Air Kelapa terhadap Pertumbuhan Benih Cengkeh
Indonesia terkenal dengan penghasil rempah-rempah. Cengkeh merupakan tanaman rempah yang banyak dibudidayakan petani. Tingginya permintaan terhadap tanaman cengkeh memberikan peluang untuk mengembangkan budidaya cengkeh. Pada sentra cengkeh, tanaman ini memberikan konstribusi yang sangat besar dalam pemenuhan kebutuhan hidup petani. Produksi cengkeh umumnya dihasilkan melalui perkebunan rakyat. Ditjenbun (2013) merilis bahwa pada tahun 2012 total aera perkebunan Cengkeh seluas 493.388 ha dengan komposisi 485.292 ha (98,26%) dikelola oleh perkebunan rakyat. Produktivitas rata-rata cengkeh nasional 325 kg/ha/tahun. Pada umumnya populasi cengkeh dalam 1 ha adalah 156 pohon. Bila diasumsikan dengan populasi pada umumnya per hektar, maka rataan produktivitas per pohon sejumlah 2,08 kg/pohon/tahun. Dalam pengembangan cengkeh tentu membutuhkan benih yang bermutu dan berkualitas tinggi. Untuk memperoduksi benih dibutuhkan suatu inovasi teknologi agar benih yang dihasilkan berkualitas tinggi. Benih sebagai bagian pertumbuhan. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang baik. Benih yang baik relatif lebih berat. Hal ini disebabkan beih mengandung cadangan makanan yang cukup.Produksi benih cengkeh dapat diperoleh melalui perbanyakan benih dengan biji atau dikenal dengan istilah generatif. Pertumbuhan benih melalui biji memerlukan perhatian khusus. Ketersediaan unsur hara dan perawatan menjadi faktor penting. Hal penting lainnya adalah benih perlu diberikan stimulus agar pertumbuhannya dapat optimum. Pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) diperlukan untuk memacu pembelahan sel dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman. Senyawa organik dari zat pengatur tumbuh tanaman akan memberikan pengaruh dengan mengatur proses perkembangan tanaman. Dengan diberikannya ZPT, maka aktivitas fisiologis tanaman meningkat sehingga mempengaruhi penggunaan sinar matahari dan unsur hara dalam tanaman itu sendiri. Senyawa Sitokoinin berperan memacu pertumbuhan tanaman dalam perkecambahan biji. ZPT dapat ditemukan pada air kelapa. Kandungan air kelapa adalah asam amino, asam organik, asam nukleat, purin, gula, vitamin dan mineral. Pada air kelapa terkandung 1,3 diphenilurea, zeatin ribosida, glukosa, kadar K dan Cl tinggi dan sedikit lemak. Mayura et, al (2016) mengemukakan bahwa Zeatin, zeatin glukosida, zeatin ribosida merupakan ZPT yang dapat meningkatkan pembelahan sel dan perpanjangan sel. Asam amino, gula dan vitamin dapat meningkatkan metabolisme sel dan berperan sebagai energi, enzim dan co-faktor. Kinetin berperan penting dalam meningkatkan kandungan klorofil dalam daun sehingga memacu aktivitas fotosintensis dan meningkatkan pertumbuhan tanaman serta produksi (Gore dan Sreenivasa 2011).Pemberian air kelapa menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Air kelapa memberikan rangsangan pertumbuhan tunas apikal yang selanjutnya membentuk daun. Selain itu, kandungan Ca dan vitamin pada air kelapa merangsang pertumbuhan daun. Kandungan kinetin juga meningkatkan aktivitas fotosintesis sehingga memacu pertumbuhan dan meningkatkan produksi tanaman.Zat lainnya, yaitu auksin memberikan dukungan dalam meningkatkan masuknya air ke dalam sel. Akibatnya penyerapan unsur-unsur makanan semakin cepat. dapat menaikkan tekanan osmotik, menyebabkan pengurangan tekanan pada dinding sel, meningkatkan sintesis protein, meningkatkan plastisitas dan pengembangan dinding sel. Cara pemberian air kelapa adalah memberikan pada tanaman dengan konsentrasi 600 ml satu kali pada umur 4,6, dan 8 minggu setelah tanam untuk dapat memberikan hasil yang optimum.Hasil ini terlihat juga melalui Bobot kering tanaman. Bobot kering tanaman merupakan cerminan jumlah karbohidrat yang tersedia pada pertumbuhan tanaman. Apabila proses fisiologis yang terjadi pada tanaman berjalan dengan baik dan didukung dengan pemupukan dan pemberian ZPT yang efisien maka bobot kering tanaman meningkat. Sumber:1. Direktorat Jenderal Perkebunan, 2013. Cengkeh. Statistik Perkebunan Indonesia 2012-2015. Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementerian Pertanian.2. Mayura, E. Yudarfis, Idris, H., Darwati, I. 2016. Pengaruh pemberian air kelapa dan frekuensi pemberian terhadap pertumbuhan benih cengkeh.Buletin. Balitro, Volume 27, Nomor 2, Desember 2016. Penyusun: Miskat Ramdhani. Penyuluh BBP2TP