Fosfor merupakan salah satu nutrisi utama yang sangat penting dalam pertumbuhan tanaman. Fosfor tidak terdapat secara bebas dialam. Fosfor ditemukan sebagai fosfat dalam beberapa mineral, tanaman dan merupakan unsur pokok dari protoplasma. Fosfor terdapat dalam air sebagai ortofosfat. Sumber fosfor alami dalam air berasal dari pelepasan mineral-meneral dan biji-bijian. Fosfat terdapat dalam tiga bentuk yaitu H2PO4-, HPO42-, dan PO43-. Fosfat umumnya diserap oleh tanaman dalam bentuk ion ortofosfat primer H2PO4- atau ortofosfat sekunder HPO42- sedangkan PO43- lebih sulit diserap oleh tanaman. Bentuk yang paling dominan dari ketiga fosfat tersebut dalam tanah bergantung pada pH tanah. Pada pH lebih rendah, tanaman lebih banyak menyerap ion ortofosfat primer, dan pada pH yang lebih tinggi ion ortofosfat sekunder yang lebih banyak diserap oleh tanaman. Pupuk fospor adalah salah satu pupuk yang dapat diberikan melalui tanah. Fospor sangat penting untuk pertumbuhan tanaman yang sebagian besar hampir mempengaruhi pada proses perkembangan akar dan pembiakan generatif seperti bunga serta biji, banyak sekali kandungan penting yang di butuhkan untuk memicu pertumbuhan tanaman. Kandungan yang di miliki oleh pupuk SP 36. Di antaranya:P2O5 yang larut ke dalam asam nitrat sebesar 34 persen, Fosfat dengan kadarnya sekitar 36 persen., Sulfur sebesar 5 persen., P2O5 yang terlarut dalam air mineral sebesar 14 persen., H2O atau air kadarnya sekitar 5 persen., Kadar asam bebas memiliki kadar maksimal sekitar 6 persen. Tanaman yang kekurangan Fospor dan menimbulkan gejala diantaranya Tanaman akan tumbuh kerdil, Warna daun menjadi kekuningan, Pada tanaman muda daun akan berwarna hijau keunguan, Warna kuning pertama kali dijumpai pada daun yang tua karna sifat pospor dalam tanaman sehingga dalam keadaan kekurangan pospor akan ditranslokasikan kebagian tanaman yang lebih muda dan Pembentukan bunga, biji dan buah terhambat sehingga masa panen lebih lama. Kegunaan unsur Fospat (P) yaitu berperan penting dalam transfer energi dalam sel tanaman. Pembentukan membran sel (Lemak pospat) dan meningkatkan efisiensi fungsi dan penggunaan P. Pupuk fosfat sangat diperlukan untuk pertumbuhan generatif, terutama untuk pertumbuhan bunga dan bagian-bagian lainnya. Penggunaan pupuk fosfat yang berlebihan menyebabkan efek negatif bagi tanaman seperti terhambatnya pertumbuhan vegetatif dan mempercepat fase generatif tanaman sehingga hasil akan berkurang, tanaman tidak mencapai vegetatif yang optimum. Sebaliknya penggunaan pupuk fosfat yang kurang tidak akan efektif untuk mendorong pertumbuhan akar, bunga, dan biji. Untuk itu diperlukan dosis pupuk fosfat yang optimum untuk setiap tanaman. Pupuk P dibutuhkan tanaman untuk menyusun 0,1-0,4 bahan kering tanaman. Unsur ini sangat penting didalam proses fotosintesis dan fisiologis kimiawi tanaman. Sumber utama fospat adalah batu fosfat yang telah melewati proses pengasaman atau pemanasan untuk mendapatkan larutan fosfat. Pemupukan bertujuan untuk menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman bagi pertumbuhan tanaman dan produksi buah yang berkualitas tinggi, yang tidak dapat disediakan oleh tanah pada lokasi penanaman. Pupuk P sangat dianjurkan sebagai pupuk dasar yaitu diberikan pada saat tanam. Karena pupuk ini sangat lambat tersedia bagi tanaman dan diberikan sedinimungkin supaya dapat dibutuhkan pada saat stadia permulaan tumbuh. Keuntungan pemberian pupuk dari awal dalam pertumbuhan tanaman akan mendorong pertumbuhan akar permulaan yang memberikan daya serap hara yang lebih tinggi. Bila ditinjau ketersediaan fosfor didalam tanah, ditentukan oleh banyak faktor tetapi yang paling penting adalah pH tanah pada tanah yang ber-pH rendah (asam), fosfor akan bereaksi dengan ion besi dan alumunium fosfat yang sukar larut didalam air sehingga tidak dapat digunakan oleh tanaman. Dalam hal ini bahwa pH merupakan faktor yang dominan yang mempengaruhi ketersediaan fosfor didalam tanah. Salah satu cara yang paling efektif untuk menetralkan tanah asam (meningkatkan pH) adalah memberikan kapur dolomit. Dengan demikian, tanpa memperhatikan pH tanah, pemupukan fosfor tidak akan berpengaruh bagi pertumbuhan tanaman. Penulis : Ahmadi, PPL BPP Baitussalam, Dinas Pertanian Aceh Besar