PENGELOLAAN KESUBURAN TANAH Tanah adalah media untuk pertumbuhan tanaman dan memasok unsur hara untuk tanaman. Kesuburan Tanah adalah aspek hubungan tanah dan tanaman yaitu pertumbuhan tanaman dalam hubungannya dengan unsur hara yang tersedia dalam tanah. Jadi secara sederhana kesuburan tanah dapat didefinisikan sebagai kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara dalam jumlah yang cukup dalam bentuk yang tersedia. Kesuburan tanah bersifat site spesific dan crop spesific, artinya tanah yang subur untuk suatu jenis tanaman belum tentu subur untuk jenis tanaman lainya. Kesuburan tanah merupakan kunci dari sistem pertanian yang berkelanjutan, yaitu suatu praktek pertanian yang melibatkan pengelolaan sumberdaya alam untuk pertanian yang memenuhi kebutuhan manusia bersamaan dengan upaya mempertahankan atau meningkatkan kualitas lingkungan dan konservasi sumberdaya alam. Secara umum, terdapat lima prinsip dasar pengelolaan kesuburan tanah dalam kaitanya dengan sistem pertanian berkelanjutan, yaitu : Unsur hara tanah yang terangkut oleh tanaman harus diganti/ditambahkan Kondisi fisik tanah harus dipertahankan, yang dalam hal ini berarti bahwa kandungan humus ( Bahan Organik Tanah ) harus tetap atau meningkat Harus tidak ada pertumbuhan gulma, hama dan penyakit Harus tidak ada peningkatan kemasaman tanah atau konsentrasi unsur beracun Erosi tanah harus dikendalikan agar sama atau lebih kecil dari kecepatan pembentukan tanah. Faktor yang mempengaruhi Kesuburan Tanah : Faktor Alami Bahan Induk Topografi Umur Tanah Iklim Kedalaman Profil Tanah Kondisi Fisik Tanah Erosi Tanah Faktor Buatan Genangan air Sistem atau pola tanam Bahan kimia beracun dan pestisida dalam Tanah Reaksi tanah Status bahan organik Tanah Profil Tanah Komponen Kesuburan Tanah Secara besar beberapa komponen yang dapat mempengaruhi kesuburan tanah adalah Sifat fisika tanah, Sifat fisika tanah ditunjukkan dengan tekstur dan struktur tanahnya, ada yang bertekstur halus sampai kasar. Semakin halus tekstur tanah semakin banyak air yang diikat. Sedangkan tanah yang gembur akan mengoptimalkan perkembangan akar tanaman. Sifat kimia tanah, Sifat kimia tanah ditunjukkan dengan nilai PH/ keasaman dan kandungan unsur hara di dalam tanah. Nilai PH optimum ±7 akan memudahkan unsur hara tersedia bagi tanaman. Sifat biologi tanah, Sifat biologi tanah adalah keadaan makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan dari yang besar sampai yang sangat kecil (mikroorganisme) antara lain cacing tanah, bakteri yang dapat mengubah CO menjadi CO2 dan Actinomycetes yang dapat menghasilkan antibiotik bagi tanaman. Pengembalian kesuburan tanah bisa dilakukan adalah dengan menambahkan bahan organik, pemupukan dengan penambahan unsur hara tertentu, pengolahan lahan, pengairan, dan drainase. Selama ini sudah terlanjur menjadi paham terutama pada petani tradisional bahwa dengan menggunakan pupuk kimia otomatis dapat meningkatkan kesuburan tanahnya. Keberadaan mikroorganisme ini semakin berkurang seiring dengan peningkatan penggunaan pupuk dan pestisida kimia karna pengembalian Bahan Organik sudah jarang dilakukan lagi karena dinilai tidak praktis, padahal dalam Bahan Organik tersebut juga tersedia Unsur Hara yang dibutuhkan tanaman dan juga dapat memperbaiki struktur tanah menjadi lebih gembur. Sumber # Pengelolaan Kesuburan Tanah, Prof. Dr. Eko Handayanto, dkk # Mengembalikan Kesuburan Tanah, Pertanian Sehat Indonesia Penulis # Istiqomah, SP (PPL BPP Sukodadi Kab. Lamongan Jawa Timur)