Loading...

PENGELOLAAN PENYAKIT BUSUK BENIH DAN REBAH KECAMBAH Pythium PADA TANAMAN KEDELAI

PENGELOLAAN PENYAKIT BUSUK BENIH DAN  REBAH KECAMBAH Pythium PADA TANAMAN KEDELAI
Tanaman kedelai rentan terkena jamur dimulai dari proses tumbuh hingga polong.salah satu mikroba penyebab penyakit, yang paling banyak dijumpai di Gambar. http://bbppketindan.bppsdmp.pertanian.go.idhampir semua tanaman secara khusus pada tanaman kedelai adalah jamur patogen atau jamur penyebab penyakit. Penyebab penyakit ini mampu mempengaruhi seluruh seluruh tahap perkembangan tanaman kedelai, sejak benih sampai kembali ke benih. Kehilangan yang diakibatkan oleh penyakit karena jamur sangan beragam, dari yang ringan sampai berat hingga menggagalkan dan menurunkan hasil panen.Penyebab. Penyakit busuk benih dan rebah kecambah disebabkan oleh jamur Pythium. Spesiies Pythium ini umumnya berada di tanah dan dapat menyerang tanaman dengan kisaran luas. Jamur tersebut dapat juga menyebabkan penyakit busuk biji, busuk akar, dan busuk lunak. Penyakit tersebar luas di semua jenis tanah di semua ketinggian tempat dan di semua tanaman, baik di daerah tropika maupun subtropika bahkan di dalam rumah kaca.Gejala Penyakit. Benih yang terserang jamur patogen Pythium akan membusuk sebelum berkecambah. Benih terinfeksi menjadi lunak dan busuk. Benih yang busuk akan ditempeli dengan butiran tanah di sekitarnya, membuat benih sukar ditemukan di dalam tanah terinfeksi. Semai yang terinfeksi atau mati menjadi kering dan menyusut . Tanaman sakit mudah dicabut dari tanah karena sedikit akar yang berkembang dan rusak. Tanaman Inang. Tanaman inang jamur Pythium sp. Adalah kacang bindi, nenas sebrang, sisal, Agrostis canina, Agrostis palustris, Agrostis stolonifera var. Palustris, Agrostis tenuis, bawang bombay, bayam glatik, bayam merah, nanas, kacang tanah, gandola, bligu, bit, petsai, sawi daging, kembang kol, kubis, kacang gude, cabai merah, cabai rawit, pepaya, tapak dara, boroco dan rumput Rhodesia.Pengelolaan penyakit. 1) Pantau tanaman secara terus menerus untuk mendeteksi secara dini keberadaan penyakit di lahan pertanaman. 2) Tanam tanaman dengan benih yang berkualitas baik dengan laju perkecambahan yang baik. 3) Hindari pelukaan benih pada kulit benih ketika benih akan ditanam atau disemai.4) Tempatkan benih yang disemai atau ditanam di tempat yang dalam , tidak di dekat atau di permukaan tanah. 5) Tanam kedelai di kondisi pesemaian yang baik. Penundaan tanam sampai suhu tanah di atas suhu optimum jamur patogen akan menurunkan infeksi . 6) Penyakit karena Pythium lebih lebih suka berkembang pada daerah rendah dan basah serta padat. Pengolahan tanah diupayakan untuk meningkatkan drainase dan menurunkan atau mencegah pemadatan tanah akan membantu meminimumkan masalah penyakit ini.7) Perlakukan benih dengan fungisida thiram dengan dosis 3 g/kg biji atau dengan karbendazim dengan dosis 2 g/kg biji, juga dapat diperlukan dengan air hangat atau panas kering. Produk yang mengandung meta- laksil atau mefenoksam khususnya efektif terhadap kapang air seperti spesies Pythium.8) Rotasi tanaman perlu dilakukan dengan tanaman lain, dengan pola tanam serealia-serealia-kedelai. 9) Penggunaan kultivar kedelai tahan dapat mengurangi infeksi jamur penyebab rebah kecamba. 10) Tindakan bercocok tanam tertentu dapat membantu menurunkan tingkat serangan, misalnya penyediaan drainase tanah yang baik, sirkulasi udara antartanaman yang baik, menanam pada suhu yang sesuai untuk tanaman cepat tumbuh, hindari penggunaan pupuk bentuk nitrat dari niitrogen secara berlebihan, dan penggunaan kompos dari kulit pohon. 11) Pengendalian kimia di lapangan terhadap biji dengan fungisida seperti kloranil, kloroneb, mankozeb, thiram, dan kaptan dilakukan untuk mencegah munculnya penyakit, serta fungisida sistemik metalaksil memberikan hasil yang baik. 12) Lakukan pengendalian hayati dengan jamur atau bakteri antagonis dapat mengurangi keparahan penyakit, khususnya bila diaplikasikan sebelum infeksi patogen. Misalnya, Trichoderma harzianum, Trichoderma hamatum, Rhizoctonia berinti ganda, dan Gliocladium virens dapat mengurangi penyakit rebah kecambah, juga Pseudomonas fluorescens, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus megaterium, dan Enterobacter cloacae (untuk penyelimutan benih). 13) Lakukan pengimbasan ketahanan pada tanaman kedelai, misalnya dapat dilakukan dengan aplikasi Trichoderma spp. Dan rhizobium atau dengan mikoriza, seperti Glomus sp. Atau Gigaspora sp. Dengan konsentrasi 2.000 spora per gram, juga dengan pemberian tepung kulit telur sebanyak 10 gram per tanaman. 14) Lakukan pengelolaan penyakit terpadu perlu diaplikasikan dengan memadukan beberapa cara di atas yang sesuai.(Penulis : Suwarna Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Loekas Soetanto. 2015. " Kompendium Penyakit-Penyakit Tanaman Kedelai", PT Bumi Aksara , Jakarta http://bbppketindan.bppsdmp.pertanian.go.id/blog/teknik-pengendalian-jamur-rebah-kecambah-kedelai (di Upload tanggal 7 Nopember 2016)